Ngeri! Korupsi Minyak Pertamina Diperkirakan Bikin Negara Bangkrut Nyaris Rp1.000 Triliun, Jadi Rekor Skandal Korupsi Terbesar sepanjang Sejarah?
- ANTARA
4. Agus Purwono (AP) – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional.
5. Maya Kusmaya (MK) – Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga.
6. Edward Corne (EC) – VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga.
7.Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa.
8. Dimas Werhaspati (DW) – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim.
9. Gading Ramadhan Joedo (GRJ) – Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.
- PT Orbit Terminal Merak (OTM)
Kasus korupsi minyak ini berlangsung pada periode 2018—2023 saat pemenuhan minyak mentah dalam negeri wajib mengutamakan pasokan minyak bumi dari dalam negeri sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018.
Jika perkiraan kerugian dalam dugaan korupsi minyak itu mendekati Rp1 kuadriliun, maka kasus ini bisa menjadi salah satu korupsi terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Hitungan kasar itu tentu jauh melebihi kasus PT Timah yang menyebabkan dampak kerugian lingkungan yang ditaksir mencapai Rp271 triliun serta kasus BLBI yang diaudit BPK mencapai Rp138,44 triliun pada tahun 2000 silam.
- Ist
Kejagung Patahkan Klaim Pertamina soal BBM Oplosan
Kejagung juga mengungkapkan fakta mencengangkan yang membantah pernyataan PT Pertamina Patra Niaga soal isu bahan bakar minyak (BBM) oplosan.
Terkait kasus korupsi minyak mentah itu, Pertamina Patra Niaga sempat mengakui terjadi blending RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax).
Pertamina menyebut bahwa ada proses percampuran BBM RON 92 dengan zat adiktif dan pewarna tanpa mengubah RON.
Namun, Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar membantah klaim Pertamina.
Abdul Qohar memastikan bahwa fakta penyidikan yang ditemukan soal kasus korupsi tata kelola minyak mentah itu bukanlah pencampuran RON 90 dengan zat adiktif, melainkan RON 90 (Pertalite) atau RON 88 (Premium) yang dicampur dengan RON 92 (Pertamax).
Load more