News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lonjakan Penumpang Whoosh Diprediksi Meledak Setelah Lebaran, KCIC Siapkan 808 Ribu Kursi

KCIC menyiapkan 808 ribu kursi dan 62 perjalanan per hari untuk antisipasi lonjakan penumpang Whoosh hingga 24 ribu penumpang per hari pasca-lebaran nanti.
Sabtu, 15 Maret 2025 - 09:00 WIB
Kereta Cepat Whoosh
Sumber :
  • tvOnenews.com - Cepi Kurnia

Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi lonjakan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh akan terjadi pada periode 3-5 April 2025, tepat setelah perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. 

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa pola perjalanan pengguna Whoosh cenderung mengikuti kebiasaan pengguna KRL Commuter Line, di mana banyak penumpang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari untuk berwisata ke Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eva Chairunisa menyampaikan bahwa puncak lonjakan diperkirakan akan terjadi setelah perayaan Idul Fitri, bukan saat hari raya berlangsung. Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang ini kemungkinan disebabkan oleh kecenderungan masyarakat memanfaatkan momen liburan untuk berwisata setelah bersilaturahmi.

“Prediksi kami, lonjakan penumpang ini akan terjadi pada 3 hingga 5 April, karena biasanya masyarakat akan memanfaatkan liburan untuk bepergian setelah perayaan Idul Fitri,” ujar Eva pada Jumat malam (14/3) di Jakarta.

KCIC memproyeksikan kenaikan volume penumpang sekitar 30 persen dibandingkan hari biasa. Jika pada hari kerja rata-rata jumlah penumpang berkisar antara 16 ribu hingga 18 ribu orang per hari, maka pada periode libur Lebaran diperkirakan jumlahnya bisa melonjak hingga 24 ribu penumpang per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KCIC telah menyiapkan 808.946 tempat duduk untuk total 1.346 perjalanan Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2025, yang berlangsung mulai 21 Maret hingga 11 April.

KCIC telah menjadwalkan 62 perjalanan kereta cepat setiap hari yang mampu mengangkut hingga 37.262 penumpang. Namun, pada hari Minggu jumlah perjalanan dikurangi menjadi 56 perjalanan dengan kapasitas maksimal 33.656 penumpang karena adanya perawatan prasarana rutin di pagi hari.

“Pada hari Minggu, kami memang mengurangi jumlah perjalanan karena adanya perawatan rutin hingga pukul 07.00 pagi. Namun, hal ini tidak akan terlalu berdampak karena tingkat okupansi pada perjalanan pagi hari di hari Minggu biasanya memang lebih rendah,” kata Eva.

Eva juga mengungkapkan bahwa banyak masyarakat akan mencoba layanan Whoosh untuk pertama kalinya selama libur Lebaran. Oleh karena itu, KCIC akan mengerahkan 530 petugas keamanan dan 688 petugas layanan untuk memastikan kenyamanan penumpang.

“Untuk mengantisipasi banyaknya penumpang baru, kami akan menempatkan petugas Passenger Service Mobile yang bertugas membantu penumpang dalam mencari jadwal keberangkatan, menemukan lokasi gerbong, hingga memastikan barang bawaan tidak tertinggal,” jelas Eva.

Eva menambahkan bahwa momen liburan sering kali menyebabkan peningkatan jumlah barang bawaan yang tertinggal. Oleh karena itu, KCIC akan memberikan perhatian khusus pada pengelolaan barang bawaan penumpang.

KCIC juga memastikan bahwa seluruh proses operasional selama periode Lebaran akan dipantau secara ketat. Jika terjadi kendala teknis atau operasional, pihak KCIC akan langsung mengambil langkah cepat untuk meminimalkan gangguan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan penumpang, mulai dari pengaturan jadwal hingga pengawasan ketat di stasiun dan dalam perjalanan,” tutup Eva.

Dengan persiapan matang ini, KCIC berharap layanan Whoosh selama libur Lebaran dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh penumpang. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga Ungkap Sejarah Pasar Modal Indonesia yang Dimulai Sejak Masa VOC

Airlangga mengawali paparannya dengan mengingat kembali sejarah bursa di Indonesia. Menurutnya, aktivitas bursa pertama kali dibuka oleh pemerintah kolonial Belanda
Viral! Bobol Rumah Warga, Maling di Lampung Malah Ketiduran di Kamar hingga Dikepung Warga

Viral! Bobol Rumah Warga, Maling di Lampung Malah Ketiduran di Kamar hingga Dikepung Warga

Viral maling bobol rumah warga di Pringsewu, Lampung, malah tertidur pulas di kamar. Pelaku IM (21) akhirnya ditangkap warga dan dijerat Pasal 477 KUHP
Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Adapun saksi yang diperiksa diantaranya saksi MNH, IDMAKN selaku Tenaga Ahli pada BGN, MK selaku Mitra SPPG Pejaten Barat, dan GW selaku Staff Keuangan PT NGS.
PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI telah menyiapkan sebanyak 13 atlet atletik yang akan tampil di Asian Games 2026, yang digelar di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan sinyal kuat bahwa dua tembok kokoh lini belakang Skuad Garuda, Kevin Diks dan Jay Idzes, dipastikan masuk dalam
Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

IRARI Jatim akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret TFR. Organisasi membentuk tim independen dan menegaskan keselamatan

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT