News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bikin SIM Sendiri atau Pakai Calo? Ini Fakta yang Harus Anda Ketahui!

Urus SIM sendiri lebih murah dan legal, sementara itu menggunakan jasa calo lebih cepat tapi berisiko. Simak kelebihan dan kekurangannya sebelum memutuskan.
Rabu, 26 Maret 2025 - 09:00 WIB
Bikin SIM di Cirebon, pembayarannya bisa menggunakan bank sampah.
Sumber :
  • tim tvone/erfan

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM), masyarakat sering dihadapkan pada dua pilihan: mengikuti prosedur resmi atau menggunakan jasa calo. 

Banyak yang tergiur dengan kepraktisan calo, namun tahukah Anda bahwa cara ini memiliki risiko besar? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biaya Resmi Mengurus SIM Sendiri 

Mengurus SIM tanpa calo sebenarnya tidak semahal yang dibayangkan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), berikut adalah biaya resmi pembuatan SIM:

  • SIM A (Mobil Pribadi): Rp120.000

  • SIM C (Sepeda Motor): Rp100.000

  • SIM C1 (Motor di atas 250cc): Rp200.000

  • SIM C2 (Motor di atas 500cc): Rp300.000

  • SIM B1 (Mobil Penumpang atau Barang Berat): Rp120.000

  • SIM B2 (Kendaraan Berat atau Alat Berat): Rp120.000

  • Biaya Ujian Teori dan Praktik: Gratis, namun jika mengulang, bisa dikenakan biaya tambahan sesuai kebijakan masing-masing daerah.

  • Biaya Tes Kesehatan: Sekitar Rp25.000 - Rp50.000 (tergantung lokasi).

  • Biaya Tes Psikologi: Sekitar Rp50.000 - Rp100.000.

Dengan demikian, total biaya pembuatan SIM sendiri berkisar antara Rp175.000 hingga Rp500.000 tergantung jenis SIM yang diurus dan lokasi pengurusan.

Keuntungan Mengurus SIM Sendiri 

Bagi yang memilih jalur resmi, keuntungan utama adalah biaya yang lebih murah dibandingkan menggunakan jasa calo. Selain itu, proses ini legal dan transparan, sehingga tidak ada risiko dokumen palsu atau masalah hukum di kemudian hari.

Berikut beberapa keuntungan utama mengurus SIM sendiri:

  • Biaya Resmi Lebih Murah: Dibandingkan menggunakan jasa calo, biaya pengurusan SIM resmi jauh lebih terjangkau karena sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

  • Legal dan Transparan: Semua prosedur dilakukan secara resmi, sehingga pemohon mendapatkan SIM yang sah dan diakui hukum tanpa adanya potensi masalah di masa mendatang.

  • Menguji Kemampuan Berkendara: Proses ujian teori dan praktik memastikan bahwa setiap pemohon memiliki keterampilan yang memadai dalam mengemudikan kendaraan, yang sangat penting untuk keselamatan di jalan.

  • Menghindari Pungli dan Praktik Ilegal: Dengan mengikuti jalur resmi, pemohon tidak turut serta dalam praktik pungutan liar yang merugikan banyak pihak.

  • Berkontribusi pada Sistem yang Lebih Baik: Semakin banyak masyarakat yang mengurus SIM sendiri, semakin besar dorongan untuk perbaikan sistem pelayanan publik agar lebih efisien dan bebas korupsi.

Namun, jalur resmi ini juga memiliki kelemahan. Prosesnya terbilang lebih lama karena pemohon harus antre dan mengikuti berbagai tahapan tes. Tidak sedikit yang gagal dalam ujian teori atau praktik sehingga harus mengulang hingga dinyatakan lulus.

Kelebihan dan Risiko Pakai Calo 

Menggunakan jasa calo memang menawarkan kepraktisan. Tanpa harus antre dan mengikuti ujian, pemohon bisa mendapatkan SIM dalam waktu singkat. Risiko gagal pun minim, karena calo umumnya menjamin kelulusan.

Berikut beberapa kelebihan menggunakan jasa calo:

  • Proses Lebih Cepat: Pemohon tidak perlu antre lama atau menghadapi berbagai tahapan administratif yang sering memakan waktu.

  • Minim Risiko Gagal: Dengan bantuan calo, pemohon hampir selalu mendapatkan SIM tanpa harus benar-benar lulus ujian teori atau praktik.

  • Tidak Perlu Menghadapi Tes: Bagi yang merasa khawatir gagal dalam ujian, calo memberikan jalan pintas dengan mengurus SIM tanpa harus menjalani tes resmi.

Namun, ada harga yang harus dibayar. Biaya jasa calo bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari tarif resmi. Selain itu, praktik ini juga rawan pungli dan ilegal. Jika ketahuan, bukan tidak mungkin pemohon justru berhadapan dengan masalah hukum.

Berikut beberapa risiko besar menggunakan jasa calo:

  • Biaya Jauh Lebih Mahal: Pemohon harus membayar lebih banyak dibandingkan biaya resmi karena ada tambahan biaya jasa untuk calo. Biaya pembuatan SIM melalui calo bisa berkisar antara Rp700.000 hingga Rp1.500.000 tergantung jenis SIM dan lokasi.

  • Rawan Pungli dan Praktik Ilegal: Pemohon secara tidak langsung turut serta dalam sistem pungutan liar yang bertentangan dengan hukum.

  • Risiko Hukum: Jika ketahuan menggunakan jasa calo dalam pengurusan SIM, pemohon bisa dikenakan sanksi atau bahkan berurusan dengan aparat penegak hukum.

  • Kemampuan Berkendara Tidak Teruji: Karena tidak melalui proses ujian resmi, pemohon tidak diuji keterampilannya dalam berkendara, yang bisa berdampak buruk bagi keselamatan di jalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi yang mengutamakan transparansi dan keamanan, mengurus SIM sendiri adalah pilihan terbaik. Meski lebih ribet dan memakan waktu, cara ini lebih murah dan menjamin legalitas dokumen.

Di sisi lain, penggunaan calo memang menghemat waktu, tetapi biayanya lebih mahal dan berisiko. Oleh karena itu, sebelum memutuskan, pertimbangkan baik-baik demi keselamatan dan kenyamanan Anda di jalan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CSV Menjadi Pendekatan Fiberstream dalam Memperkuat Kehadiran dan Kontribusi di Masyarakat

CSV Menjadi Pendekatan Fiberstream dalam Memperkuat Kehadiran dan Kontribusi di Masyarakat

PT Media Sarana Data memperkuat pengembangan layanan retail Fiberstream dengan mengintegrasikan program Corporate Shared Value (CSV) sebagai bagian dari strategi ekspansi jaringan.
Tak Lagi Bernaung di Pelatnas, PBSI Apresiasi Jonatan Christie dan Sabar/Reza yang Siap Turun di Piala Thomas dan Uber 2026

Tak Lagi Bernaung di Pelatnas, PBSI Apresiasi Jonatan Christie dan Sabar/Reza yang Siap Turun di Piala Thomas dan Uber 2026

PBSI menegaskan kesiapan tim menjadi fokus utama menjelang Piala Thomas dan Uber 2026 yang akan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei 2026.
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Dihadang Unggulan Pertama, Tiwi/Fadia Terhenti di Semifinal

Hasil Kejuaraan Asia 2026: Dihadang Unggulan Pertama, Tiwi/Fadia Terhenti di Semifinal

Tiwi/Fadia angkat koper di babak empat besar semifinal Kejuaraan Asia 2026 usai dihadang unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
KPK Gadungan Bisa Tembus Masuk Gedung DPR Tanpa Surat dan Identitas, Sahroni: Agak Kaget, Berani juga Dia!

KPK Gadungan Bisa Tembus Masuk Gedung DPR Tanpa Surat dan Identitas, Sahroni: Agak Kaget, Berani juga Dia!

Dalam kasus yang menimpa Sahroni, yang lebih mengejutkan, pelaku KPK gadungan bahkan tidak pernah membahas perkara apa pun dan hanya meminta uang dengan dalih dukungan operasional.
LPDP Jakarta Tahap Awal Bakal Kirim 100 Mahasiswa ke Luar Negeri, Pramono Buka Kesempatan untuk Anak-Anak Betawi

LPDP Jakarta Tahap Awal Bakal Kirim 100 Mahasiswa ke Luar Negeri, Pramono Buka Kesempatan untuk Anak-Anak Betawi

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk mengirimkan 100 mahasiswa melanjutkan pendidikannya ke luar negeri dalam skema LPDP Jakarta. Pramono bilang begini.
PSSI Pastikan Pemain Timnas Indonesia Abroad Tampil di FIFA Series Tanpa Terbebani Skandal Paspor Liga Belanda

PSSI Pastikan Pemain Timnas Indonesia Abroad Tampil di FIFA Series Tanpa Terbebani Skandal Paspor Liga Belanda

Felicia de Zeeuw, Isabelle Nottet, dan Isabel Kopp sempat terlibat skandal paspor setelah pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James dilaporkan NAC Breda ke KNVB karena menganggap Go Ahead Eagles tak bisa memainkannya.

Trending

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April: Hari Pertama Putaran Kedua Langsung Suguhkan Big Match Sektor Putri!

Jadwal Final Four Proliga 2026, Sabtu 11 April yang menjadi laga perdana di putaran kedua dengan menyuguhkan dua pertandingan dari sektor putri dan putra .
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ingin Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Terdampak Polemik Paspor, Blak-blakan Menyesal Gara-gara Ini

Tim Geypens akui ingin jadi WN Belanda lagi usai passportgate. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini lahir di Belanda tapi tiba-tiba jadi ilegal di negeri sendiri.
Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Masih Ingat Wiljan Pluim? Eks Playmaker PSM Makassar Ini Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi Jadi WNI: Tidak Guna bagi Saya

Wiljan Pluim bercerita bahwa pihak klub dan PSSI sempat mendesaknya beralih status jadi WNI karena syarat tinggal selama 5 tahun di Indonesia sudah terpenuhi.
Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Di Hadapan Media Belanda, Tim Geypens Blak-blakan soal 'Paspoortgate': Bisakah Saya Kembali Jadi Warga Negara Belanda?

Tim Geypens akhirnya buka suara soal paspoortgate di media Belanda. Kini ia kembali bermain dan hadapi dilema kewarganegaraan.
Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Vietnam Akhirnya Akui Timnas Indonesia "Raja" Baru ASEAN

Tensi tinggi menyelimuti gelaran ASEAN Futsal Championship 2026 jelang laga semifinal yang mempertemukan Timnas Futsal Indonesia melawan Vietnam. Menariknya ...
Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Akui Thailand Favorit Juara Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Tegaskan Timnas Indonesia Siap Mati-matian di Final

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui keunggulan Thailand jelang final Piala AFF Futsal 2026. Ia bahkan sebut lawannya sebagai favorit kuat.
Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kekayaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi vs Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Krisantus Kurniawan jadi sorotan usai pernyataan viral. Intip data LHKPN terbaru dan rincian aset keduanya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT