GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tarif Trump 32% Bikin RI Kalang Kabut, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Ini untuk Selamatkan Industri Dalam Negeri

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat dan strategis agar dampak tarif Trump tidak memukul industri domestik.
Jumat, 4 April 2025 - 19:36 WIB
Donald Trump
Sumber :
  • Anadolu

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah diminta untuk benar-benar mengambil langkah serius menyikapi kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat (AS).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mendesak perlunya langkah cepat dan strategi jangka panjang agar dampak tarif Trump tersebut tidak memukul industri domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasalnya, Ia juga melihat bahwa kondisi ini bisa menjadi peluang untuk memperkuat industri lokal yang selama ini jadi tulang punggung ekonomi.

Evita menyampaikan, pemerintah sebaiknya menjadikan situasi ini sebagai momen buat memperkuat sektor industri dalam negeri.

“Saran kami sebaiknya pemerintah fokus dengan kondisi dalam negeri, penguatan industri kita, sebab sekarang semua negara akan mencari pasar besar untuk ekspor produk mereka dan Indonesia menjadi salah satu tujuan utama. Ini yang menjadi concern kita, industri kita akan makin tertekan, dan taruhannya tenaga kerja,” kata Evita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/4/2025).

Dokumentasi-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Dokumentasi-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
Sumber :
  • ANTARA

 

Hak itu disampaikan sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal dari Presiden Donald Trump yang diumumkan pada Rabu (2/4).

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi industri, UMKM, ekonomi kreatif, hingga pariwisata, Evita menekankan pentingnya penguatan industri nasional.

Menurutnya, caranya bisa melalui pemberian insentif bagi sektor-sektor yang terdampak tarif, peningkatan kualitas produk ekspor, dan mendorong hilirisasi supaya nilai ekspor lebih tinggi.

Evita juga menekankan perlunya terus kembangkan substitusi impor supaya kita nggak tergantung bahan baku luar negeri.

Salah satu langkah konkret yang bisa diperkuat adalah kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang dapat menjadi tameng untuk industri lokal tetap bersaing, serta bisa membuka lebih banyak lapangan kerja.

Selain itu, ia mendorong pemerintah untuk aktif melakukan negosiasi dan diplomasi dengan pemerintah AS.

“Kami meminta komunikasi terus dilakukan dengan pemerintah AS di berbagai tingkatan, melakukan negosiasi langsung, dan menyiapkan langkah untuk menjawab permasalahan yang diangkat oleh pemerintah AS,” katanya.

Evita juga menyarankan agar Indonesia tidak jalan sendiri. Menurutnya, forum-forum internasional seperti WTO dan ASEAN bisa dimanfaatkan untuk menekan AS agar meninjau ulang kebijakan tarif ini.

Selain itu, kerja sama dengan negara-negara yang juga terkena dampak tarif bisa membuka jalan untuk strategi bersama dan mempercepat perjanjian perdagangan bebas.

“Kita juga perlu untuk mengurangi ketergantungan pada pasar AS dengan memperluas ekspor ke negara lain seperti Uni Eropa, Timur Tengah dan Afrika. Begitupun dengan upaya mempercepat perjanjian dagang dengan negara mitra untuk membuka peluang ekspor baru,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa produk ekspor RI selama ini cukup bergantung pada pasar AS, khususnya untuk barang elektronik, pakaian, alas kaki, palm oil, karet dan turunannya, perabot rumah, ikan dan udang, serta makanan olahan laut.

Evita juga menyinggung dua negara lain yang jadi pasar penting ekspor nonmigas Indonesia, yaitu China dan India. 

Data dari Kemendag menunjukkan bahwa sepanjang 2024, ketiga negara tersebut menyumbang 42,94% dari total ekspor nonmigas nasional.

“Dengan China dan India kita tampaknya cukup baik, tapi kita perlu mencari pasar baru dan membuka peluang ekspor baru sehingga ketika terjadi masalah produk ekspor kita tetap aman,” kata Evita.

Sebagaimana diketahui, pada 2 April 2025, Presiden AS Donald Trump mengejutkan dunia dengan mengumumkan kebijakan tarif impor baru.

Dalam pidatonya, Trump mengatakan langkah ini sebagai bagian dari Liberation Day serta strategi besar untuk membebaskan ekonomi Amerika dari ketergantungan pada impor.

Semua barang impor kini dikenai tarif dasar sebesar 10 persen, tetapi negara-negara dengan defisit perdagangan besar terhadap AS mendapat tarif tambahan.

Dalam aturan tersebut, Indonesia kena tarif sebesar 32%. Kebijakan ini berkaitan dengan defisit perdagangan AS terhadap RI yang pada 2024 tercatat mencapai USD14,34 miliar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi eksportir Indonesia, hal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pasalnya, industri tekstil, alas kaki, furnitur, karet, hingga perikanan selama ini mengandalkan pasar AS sebagai salah satu tujuan utama ekspor.

Tarif baru yang diterapkan Trump berpotensi membuat produk RI kehilangan daya saing, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara yang dikenai tarif lebih rendah. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tampil Gacor di Argentina, Inter Milan OTW Cuan 7 Juta Euro dari Transfer Wonderkidnya Musim Panas Nanti

Tampil Gacor di Argentina, Inter Milan OTW Cuan 7 Juta Euro dari Transfer Wonderkidnya Musim Panas Nanti

Bek pinjaman milik Inter Milan, Tomas Palacios, mulai menemukan pijakan terbaiknya. Kepulangannya ke Argentina membuka lembaran baru yang lebih menjanjikan.
Prabowo Manuver Ekonomi ke 12 Raksasa Investasi Dunia, Indonesia Bidik Aset US$16 Triliun: We Are Not Sleeping Anymore

Prabowo Manuver Ekonomi ke 12 Raksasa Investasi Dunia, Indonesia Bidik Aset US$16 Triliun: We Are Not Sleeping Anymore

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan manuver ekonomi besar di Amerika Serikat dengan menemui 12 perusahaan investasi terbesar dunia.
Kasus Investasi Bodong Sampang, Rohmah Akui Utang Pribadi dan Sebut Adiknya Tak Terlibat

Kasus Investasi Bodong Sampang, Rohmah Akui Utang Pribadi dan Sebut Adiknya Tak Terlibat

Video yang diunggah pengacara Muhammad Sholeh di media sosial dan menyebut nama Rohmah serta adiknya, Komariah, dalam dugaan penggelapan dan penipuan berkedok investasi bodong akhirnya dijawab langsung oleh Rohmah.
Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League

Tanpa VAR di JIS, Pelatih PSM Makassar dan Persija Jakarta Kompak Soroti Kualitas Super League

Laga sarat gengsi tersaji saat Persija Jakarta menjamu PSM pada pekan ke-22 Super League 2025/2026. Sorotan tajam justru mengarah pada absennya teknolog VAR.
Warganet Kulik Mertua Dwi Sasetyaningtyas Buntut Pamer Paspor Inggris, Diduga Eks Pejabat Kementan Pernah Terseret Pemeriksaan KPK

Warganet Kulik Mertua Dwi Sasetyaningtyas Buntut Pamer Paspor Inggris, Diduga Eks Pejabat Kementan Pernah Terseret Pemeriksaan KPK

Di tengah kritik yang menguat, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka melalui akun media sosialnya.
Calon Mesin Gol Baru Timnas Indonesia Bersinar di Belanda, Striker Keturunan Jawa Ini Bikin John Herdman Kepincut?

Calon Mesin Gol Baru Timnas Indonesia Bersinar di Belanda, Striker Keturunan Jawa Ini Bikin John Herdman Kepincut?

Timnas Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari Eropa. Striker Belanda bernama Jawa, Jael Pawirodihardjo, masuk radar John Herdman usai curi perhatian.

Trending

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Detik-detik Mengerikan Siswa di Tual Tewas Diduga Dianiaya Anggota Brimob Polda Maluku

Baru-baru ini beredar kabar detik-detik mengerikan seorang siswa di Tual tewas diduga dianiaya anggota Brimob. Sontak, insiden ini menuai komentar netizen di
PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI Gigit Jari, Pemain yang Tolak Mentah-mentah Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia Ini Jadi Pembelian Terbaik Sepanjang Sejarah Klub Inggris

PSSI berpotensi menyesal setelah Pascal Struijk menolak naturalisasi untuk perkuat Timnas Indonesia. Bek Leeds United itu kini jadi transfer terbaik klubnya.
Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Sadis, Anggota Brimob di Maluku Diduga Aniaya Siswa MTsN Hingga Tewas Bersimbah Darah, DPR RI Sebut Arogansi Aparat

Viral di media sosial terkait tewasnya seorang siswa MTsN di Maluku Tenggara (Malra) bernama Arianto Tawakal (14) dengan kondisi kepala bersimbah darah.
Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dwi Sasetyaningtyas Alumni LPDP yang Viral Singgung Anaknya Bukan WNI

Jagat media sosial heboh usai viralnya sebuah video yang melihatkan alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas.
Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Impor 105 Ribu Mobil Pikap India Buat Kopdes Merah Putih, DPR Ingatkan Produk Dalam Negeri

Mencuat soal kabar terkait impor 105 ribu mobil pikap India buat Kopdes Merah Putih. Sontak hal ini menyedot dan menuai komentar dari Wakil Ketua Komisi VII DPR
Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Terkuak! Penyebab Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Diganti, Polri Beberkan Riwayatnya

Baru sepekan menjadi Plh Kapolres Bima Kota. AKBP Catur Erwin Setiawan sudag diganti polri. Kini, digantikan oleh AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob Polda NTB.
Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Thom Haye Gigit Jari, Timnas Indonesia Sudah Dekati Gelandang Jerman Berdarah Surabaya Rp43 Miliar

Performa impresif Laurin Ulrich di kompetisi Jerman kembali memantik spekulasi soal peluangnya membela Timnas Indonesia. Thom Haye gigit jari soal posisinya?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT