News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Kamis, 13 Agustus 2026 - 02:30 WIB
Polisi melakukan olah TKP ditemukannya mayat yang diduga kepala rumah tangga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah bernama Sutrimo.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com – Misteri kematian Sutrimo belum sepenuhnya terjawab meski proses ekshumasi terhadap jenazahnya telah selesai dilakukan. Tim dokter forensik masih membutuhkan hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian pria yang diketahui merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut.

Ekshumasi jenazah Sutrimo dilakukan tim gabungan Polda Metro Jaya bersama dokter forensik di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pemeriksaan luar dan dalam yang dilakukan setelah jenazah dikeluarkan dari makam, dokter forensik memang tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan secara visual. Namun, kondisi tersebut belum dapat menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Sutrimo.

Ketua Tim Dokter Forensik, Prof. Yudi, mengatakan masih ada sejumlah sampel yang harus diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

“Untuk finalisasi masih tetap berlangsung, menunggu sampai hasil dari pemeriksaan laboratorium yaitu pemeriksaan histopatologi, pemeriksaan toksikologi, dan pemeriksaan DNA selesai,” ujar Yudi kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Tiga Pemeriksaan Jadi Kunci Ungkap Kematian Sutrimo

Pemeriksaan laboratorium menjadi tahap penting setelah proses ekshumasi Sutrimo rampung. Tim mengambil sejumlah sampel dari jenazah untuk membantu mengungkap kondisi tubuh serta kemungkinan penyebab kematian.

Pemeriksaan pertama adalah histopatologi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi jaringan tubuh secara lebih mendalam dan akan ditangani oleh dokter spesialis patologi anatomi.

Selanjutnya, tim melakukan pemeriksaan toksikologi. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui apakah terdapat racun atau zat tertentu di dalam tubuh Sutrimo.

“Pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya nanti akan dilakukan oleh Puslabfor,” kata Yudi.

Selain itu, terdapat pemeriksaan DNA yang dilakukan untuk mendukung proses identifikasi sekaligus membantu pencarian penyebab kematian secara lebih lengkap.

Dengan demikian, hasil ekshumasi yang telah dilakukan belum dapat memberikan jawaban final mengenai apa yang menyebabkan Sutrimo meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak Ada Luka Kekerasan, Tapi Bukan Hasil Akhir

Dalam pemeriksaan luar dan dalam, dokter forensik tidak melihat adanya tanda-tanda luka yang secara visual disebabkan oleh kekerasan menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia usai Persib Comeback atas Melbourne Victory di ACL 2, Kapan Salip Singapura dan Vietnam?

Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia usai Persib Comeback atas Melbourne Victory di ACL 2, Kapan Salip Singapura dan Vietnam?

Comeback Persib atas Melbourne Victory menambah poin Indonesia. Simak posisi Liga Indonesia di ranking AFC dan persaingannya dengan Vietnam serta Singapura.
Public Speaking Championship Sumatera Utara 2026: Ratusan Pelajar Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Publik

Public Speaking Championship Sumatera Utara 2026: Ratusan Pelajar Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Publik

Kemampuan berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan, dan membangun kepercayaan diri menjadi keterampilan penting bagi generasi muda dalam menghadapi tanta
WhatsApp Punya Fitur Cegah Penyadapan, Ini Cara Mengamankan Percakapan dan Data Cadangan

WhatsApp Punya Fitur Cegah Penyadapan, Ini Cara Mengamankan Percakapan dan Data Cadangan

Di tengah ancaman peretasan dan penyadapan data pribadi, E2EE melindungi percakapan WhatsApp agar tidak dapat dibaca pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri.
Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Bandung mengunci tiket 16 besar ACL 2 usai menaklukkan Melbourne Victory. Adelaide United, Svay Rieng, dan Gangwon FC sementara berpotensi jadi lawan.
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

TNI AD mengungkap fakta baru dibalik insiden kecelakaan helikopter milik Penerbad yang terjadi saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu 4/11/2026
Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Kemenangan 2-1 Persib Bandung atas Melbourne Victory di Stadion Rectangular Melbourne, Rabu (4/11/2026) membuat Persib menjadi klub Indonesia pertama yang menang di kandang klub Australia. 

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral