News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekonom UI Anjurkan Indonesia Tidak Balas Kebijakan Tarif 32 Persen dari Trump

langkah retaliatif kurang strategis dan dapat memicu eskalasi perang dagang yang merugikan Indonesia dalam jangka panjang.
Minggu, 6 April 2025 - 14:59 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Prof Telisa Aulia Falianty mengusulkan adanya pendekatan bersifat negosiasi yang dilengkapi dengan reformasi regulasi dalam negeri dan penguatan daya saing produk ekspor. Hal itu sebagai upaya sebagai upaya menghadapi pemberlakuan tarif masuk ke Amerika dari Indonesia yang kini menjadi sebesar 32 persen.

Telisa menyampaikan upaya retaliatif seperti menaikkan tarif balasan justru kontraproduktif dan akan memicu efek domino yang memperburuk hubungan dagang bilateral.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, langkah retaliatif kurang strategis dan dapat memicu eskalasi perang dagang yang merugikan Indonesia dalam jangka panjang.

"Jangan sampai kebijakan tarif balasan justru membuat ekspor kita makin tertekan. Solusinya ada di negosiasi, reformasi regulasi, dan diversifikasi pasar ekspor," ujar Telisa, dikutip dari antara, Minggu (6/4/2025).

Lebih lanjut, Telisa menyoroti potensi terjadinya trade diversion dari negara-negara seperti Tiongkok, yang kini menghadapi hambatan ekspor ke Amerika Serikat. Namun demikian, Indonesia belum tentu menjadi tujuan utama peralihan ekspor tersebut.

Telisa menyebut substitusi pasar ekspor dari AS biasanya diarahkan ke negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, atau Uni Eropa. Indonesia mungkin menjadi pilihan, tetapi bukan yang utama.

Dalam konteks ini, lanjutnya, Pemerintah diminta mengantisipasi kemungkinan masuknya barang impor dalam jumlah besar, sekaligus memperkuat instrumen pengamanan pasar domestik tanpa menciptakan hambatan yang bisa dianggap diskriminatif secara internasional.

Sebagai anggota ASEAN, BRICS, dan G20, Indonesia disebut perlu memaksimalkan jalur diplomasi multilateral untuk merespons dinamika global. Meski Presiden Donald Trump cenderung mendorong kesepakatan bilateral, langkah kolektif di tingkat kawasan tetap penting untuk menciptakan posisi tawar yang lebih kuat.

"Multilateral diplomacy harus tetap berjalan. Tapi di saat yang sama, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan sektoral untuk meningkatkan daya saing industri nasional," kata Telisa.

Sektor-sektor seperti minyak sawit dan tekstil, yang masih memiliki permintaan tinggi di pasar AS, dinilai bisa menjadi jembatan untuk menjaga komunikasi dagang tetap terbuka.

Selain itu, keputusan pemerintah AS memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk Indonesia, kata Telisa dipicu oleh dua hal utama yakni tuduhan manipulasi kurs (currency manipulation) serta penerapan hambatan non-tarif (non-tariff barriers) oleh pemerintah Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika ingin menurunkan tarif masuk ke AS, maka kita harus menunjukkan upaya untuk menyederhanakan hambatan non-tarif dan membuktikan tidak ada manipulasi kurs," ucap Telisa.

(ant/vsf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah

WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah

WEPOSE Indonesia mendampingi 324 anak di Surabaya melalui program literasi dan numerasi. Namun, relawan masih menemukan ketertinggalan kemampuan dasar hingga keterbatasan pendampingan belajar.
Eisenkot Tolak Gabung dengan Pemerintahan Netanyahu Bahkan Jika Diminta Trump, Ini Alasannya

Eisenkot Tolak Gabung dengan Pemerintahan Netanyahu Bahkan Jika Diminta Trump, Ini Alasannya

KAN melaporkan bahwa Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot menolak bergabung dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu. Eisenkot menyampaikan pernyataan itu baru-baru ini dalam sebuah pertemuan tertutup berdasarkan keterangan sumber yang tidak disebutkan namanya.
Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Berkaca dari kasus konten kreator Herri Pras yang kini viral dan dikenal kontroversi. Pengamat sosial dan keagamaan mengingatkan bahayanya mencela orang lain.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pejabat bidang ekonomi Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa ..
Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah rambut bayi dicukur botak bisa tumbuh lebih tebal? dr. Yoga Yandika menjelaskan fakta medis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan rambut anak.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT