News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tukin Dosen ASN Tahun 2025: Kapan Cair dan Berapa Besarannya?

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 27 Maret 2025. 
Rabu, 16 April 2025 - 08:45 WIB
Protes Hakim Meluas, Pemerintah Siapkan Skenario Tunjangan Baru
Sumber :
  • istimewa - Istock photo

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menetapkan dosen ASN di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) akan menerima tunjangan kinerja (tukin) pada 2025. 

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 27 Maret 2025. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, kapan tukin dosen ASN cair? dan berapa besar besaran tukin dosen ASN yang akan diterima?

Kriteria Dosen ASN yang Berhak Menerima Tukin

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,66 triliun untuk membayar tukin kepada 31.066 dosen ASN di bawah Kemendikti Saintek. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, tidak semua dosen berhak menerima tukin. Tukin dosen ASN akan diberikan kepada 31.066 dosen di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Rinciannya, sebanyak 8.725 dosen yang bekerja di Perguruan Tinggi Negeri yang beroperasi sebagai satuan kerja di bawah kementerian atau PTN Satker.

Kemudian, sebanyak 16.540 dosen yang bekerja di PTN badan layanan umum atau PTN BLU yang belum menerima remunerasi dan 5.801 dosen di Lembaga Layanan Dikti (LLDikti). 

Sementara untuk dosen Kemendikti Saintek yang bekerja di PTN berbadan hukum (PTN BH) dan PTN BLU yang sudah menerima remunerasi, tidak mendapatkan tukin ini karena sudah menerima remunerasi. 

"Nilainya adalah Rp 2,66 triliun yang akan kami bayarkan sesudah Bapak Menteri (Mendikti Saintek) akan mengeluarkan peraturan menteri untuk pelaksanaannya," ujarnya saat konferensi pers, dikutip Rabu (16/4/2025).

Sementara itu, dosen di PTN Badan Hukum (PTN BH) dan PTN BLU yang sudah menerima remunerasi tidak akan menerima tukin tambahan karena sudah mendapatkan kompensasi serupa melalui skema remunerasi. 

Besaran Tukin Dosen ASN Tidak Sama untuk Semua 

Besaran tukin dosen ASN tidak sama untuk semua. Besarannya disesuaikan dengan selisih antara tunjangan profesi dan tukin struktural berdasarkan jenjang jabatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai ilustrasi, seorang guru besar di PTN Satker sebelumnya menerima tunjangan profesi sebesar Rp 6,7 juta. Dalam struktur ASN, jabatan ini setara dengan Eselon II yang berhak atas tukin Rp 19,28 juta. 

Maka, dosen tersebut akan tetap menerima tunjangan profesi Rp 6,7 juta ditambah selisihnya sebesar Rp 12,58 juta sebagai tukin. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Wamenko Otto Hasibuan Pastikan Proses Hukum Kasus Air Keras Andrie Yunus Berjalan Transparan

Wamenko Otto Hasibuan Pastikan Proses Hukum Kasus Air Keras Andrie Yunus Berjalan Transparan

Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, mengimbau masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh kepada pemerintah terkait transparansi penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 3 April : LavAni Akan Jadi Ujian Berat Pertama untuk Jakarta Garuda Jaya

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 3 April : LavAni Akan Jadi Ujian Berat Pertama untuk Jakarta Garuda Jaya

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 3 April akan menyajikan dua pertandingan dari sektor putri dan juga putra yang berlangsung di Jawa Pos Arena, Surabaya.
Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap, Alasan Terbesar Dedi Mulyadi Gencar Sidak Sekolah di Jawa Barat Sampai Marah-Marah

Terungkap alasan Dedi Mulyadi gencar sidak sekolah di Jawa Barat. Soroti fasilitas, kebersihan, hingga pendidikan demi masa depan generasi bangsa yang baik.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Arus Urbanisasi Jakarta Pascalebaran 2026: 1.776 Pendatang Baru Tiba, Didominasi Pria Usia Kerja

Arus Urbanisasi Jakarta Pascalebaran 2026: 1.776 Pendatang Baru Tiba, Didominasi Pria Usia Kerja

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.776 orang pendatang baru telah memasuki Jakarta per 1 April 2026.

Trending

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Terpopuler: Media Vietnam Heran Bulgaria Puji Selangit Timnas Indonesia, Ucapan Jay Idzes Curi Perhatian

Kegagalan Timnas Indonesia jadi juara di FIFA Series 2026 justru memicu sorotan luas dari berbagai media luar negeri. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, SMK Pertanian di Subang Tapi Sistem Kelola Sampah Mandiri Terhenti

Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, SMK Pertanian di Subang Tapi Sistem Kelola Sampah Mandiri Terhenti

Dedi Mulyadi soroti SMK Negeri 2 Subang yang  sistem pengelolaan sampah organik dan anorganik secara mandiri oleh siswa terhenti, padahal sekolah pertanian.
Sekjen PBB Serukan Penghentian Operasi Militer Gabungan demi Cegah Penderitaan Manusia yang Lebih Luas

Sekjen PBB Serukan Penghentian Operasi Militer Gabungan demi Cegah Penderitaan Manusia yang Lebih Luas

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyampaikan desakan agar segera dilakukan deeskalasi dan penghentian kekerasan di tengah berkecamuknya operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Stok Beras Melimpah, Bos Bulog Minta Warga Tak Panik

Stok Beras Melimpah, Bos Bulog Minta Warga Tak Panik

Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, menghimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh situasi panas geopolitik yang melanda wilayah Timur Tengah. 
Dedi Mulyadi Suruh Siswa Jalan Kaki dan ASN WFH Sebelum Instruksi dari Pusat, Hasilnya Bikin Geleng-geleng

Dedi Mulyadi Suruh Siswa Jalan Kaki dan ASN WFH Sebelum Instruksi dari Pusat, Hasilnya Bikin Geleng-geleng

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) membeberkan keuntungan besar di balik kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur di lingkungan Pemprov Jabar. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT