News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IHSG Bergerak Variatif, Perang Tarif Global Bayangi Arah Pasar Saham Indonesia

IHSG bergerak fluktuatif Rabu ini, dipengaruhi perang dagang global, tekanan tarif AS, dan ketidakpastian negosiasi antar negara. Investor disarankan tetap waspada.
Rabu, 16 April 2025 - 10:48 WIB
Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 16 April 2025, mencatat pergerakan yang variatif di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dibuka menguat 19,59 poin ke posisi 6.461,19, IHSG sempat menunjukkan sinyal positif. Namun, para pelaku pasar tampak masih mencermati perkembangan perang dagang dan kebijakan tarif dari Amerika Serikat yang kian agresif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, juga turut naik tipis sebesar 0,13 persen menjadi 724,18. Kendati demikian, analis memperkirakan bahwa IHSG akan tetap bergerak fluktuatif dalam rentang 6.350 hingga 6.500 seiring tingginya tekanan eksternal.

Dampak Langsung dari Kebijakan Tarif AS

Dari sisi global, ketegangan perdagangan internasional memuncak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif baru terhadap industri semikonduktor dan komponen otomotif. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat industri dalam negeri Amerika, namun sekaligus menimbulkan dampak sistemik bagi pasar global.

Trump juga menyampaikan bahwa China harus memohon untuk kembali ke meja perundingan, namun Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa Beijing tidak akan terlibat dalam negosiasi sepihak. Hal ini menciptakan ketegangan lebih lanjut, sekaligus memperbesar risiko volatilitas di pasar saham Asia, termasuk Indonesia.

Negosiasi Tarif dari Pemerintah Indonesia

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga tengah mengupayakan perlindungan perdagangan melalui tim negosiator yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto. Tim ini diberangkatkan ke AS untuk membahas tarif resiprokal dan menghindari dampak jangka panjang terhadap ekspor nasional.

Namun, kondisi di dalam negeri juga belum sepenuhnya mendukung. Perlambatan konsumsi rumah tangga tercermin dari penurunan indeks keyakinan konsumen, dari 126,4 di Februari menjadi 121,1 pada Maret 2025. Angka ini diprediksi kembali melemah di April seiring puncak kebijakan tarif yang agresif dari AS.

Pasar Global: Campuran Harapan dan Tekanan

Di sisi lain, pasar saham Eropa ditutup menguat semalam. Indeks STOXX 600, DAX, dan FTSE mengalami kenaikan di atas 1,4 persen, menunjukkan adanya harapan stabilitas dari sisi ekonomi benua biru.

Sebaliknya, Wall Street justru ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,38 persen ke 40.368,96, S&P 500 melemah 0,17 persen, dan Nasdaq turun tipis 0,05 persen. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap lonjakan tarif impor yang bisa menekan margin keuntungan perusahaan besar.

Bursa Asia pun dibuka melemah pagi ini. Nikkei turun 0,48 persen, Shanghai melemah 0,41 persen, dan Kuala Lumpur terkoreksi 0,22 persen. Sementara Singapura melalui Strait Times berhasil menguat tipis sebesar 0,25 persen.

Investor Diminta Waspada dan Adaptif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fluktuasi IHSG hari ini bukan hanya dipengaruhi oleh faktor teknikal dalam negeri, melainkan sangat erat kaitannya dengan dinamika global yang melibatkan AS, China, dan Uni Eropa. Perang dagang dan kebijakan tarif semakin membentuk lanskap pasar yang penuh ketidakpastian.

Bagi investor, pendekatan defensif menjadi kunci. Memantau pergerakan sektor-sektor sensitif terhadap tarif, seperti otomotif dan teknologi, serta memperhatikan sinyal negosiasi antar negara menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas portofolio investasi. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

China dan UEA Diduga Jadi Negara Tujuan Penyelundupan Emas Ilegal

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mengungkapkan bahwa China dan Dubai Uni Emirat Arab (UEA) diduga menjadi negara utama tujuan para sindikat dalam penyelundupan puluhan kilogram emas ilegal dari Indonesia.
504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

504 Dapur MBG Tidak Layak Langsung Ditutup Permanen, BGN Tengah Periksa 3000 Dapur Lainnya

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu ditutup secara permanen setelah dinyatakan tidak layak dari sisi sanitasi yang dilaporkan dinas kesehatan.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

10 Quotes Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Penuh Semangat dan Motivasi, Menarik untuk Dibagikan ke Medsos

Berikut 10 quotes Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 penuh semangat dan motivasi, menarik untuk dibagikan ke media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Thread, dan lainnya.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Uang Pendaftaran Lomba Agustusan Hukumnya Haram? Begini Penjelasan MUI agar Tidak Salah Paham

Menjelang lomba agustusan 2026, muncul kabar di media sosial soal biaya pendaftaran lomba agustusan hukumnya haram. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Trending

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Tengah Malam KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Anggraheni

Rumah pribadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni jadi lokasi penggeledahan
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan  ESDM

Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM

Penyuplai para sindikat penyelundupan ekspor emas ke luar negeri diduga perusahaan penambangan emas tanpa izin (PETI)
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT