Nusantara Terkoneksi: Tahap II IKN Bangun Fondasi Kota Cerdas dan Layak Huni
- Humas Otorita IKN
Samarinda, tvOnenews.com – Pemerintah resmi mengaktifkan Tahap II pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk periode 2025–2029. Fokus utama kali ini bukan hanya pada infrastruktur pemerintahan, tetapi juga pada upaya membentuk kota modern yang cerdas, terkoneksi, dan nyaman dihuni.
Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, menyampaikan bahwa pembangunan tahap ini menargetkan hadirnya tata kota yang terintegrasi dan menyeluruh.
"Proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan selanjutnya segera dilakukan. Pembangunan ini bukan hanya fisik, tapi juga membentuk konektivitas sosial dan tata kelola perkotaan," ujar Basuki.
Konektivitas dan Kehidupan Kota Jadi Prioritas
Dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp48,8 triliun, pembangunan Tahap II akan mencakup:
-
Akses jalan dan penghubung menuju Wilayah Perencanaan 2 (WP2) untuk integrasi antarwilayah
-
Pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) sepanjang 138,6 km yang akan menyatukan jaringan listrik, air, dan telekomunikasi
-
Fasilitas pemukiman berupa 97 tower apartemen dan 129 rumah tapak untuk mendukung komunitas pekerja dan ASN
Fasilitas ini diharapkan tidak hanya mendukung fungsi pemerintahan, tetapi juga menciptakan ekosistem kehidupan perkotaan yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Energi Terbarukan dan Tata Kota Hijau
Sebagai bagian dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) senilai Rp60,93 triliun, pemerintah juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Inisiatif ini tidak hanya mendorong penggunaan energi bersih, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi konsep smart city di IKN. Sistem kelistrikan yang terintegrasi akan mendukung penghematan energi, serta efisiensi pengelolaan utilitas kota secara digital dan terpusat.
Tata Kelola: Evaluasi dan Sinergi Lintas Sektor
Pada 15 April 2025, OIKN menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur bersama kementerian terkait, konsultan, dan penyedia jasa konstruksi.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan tata kelola yang responsif terhadap tantangan sosial dan teknis. Evaluasi dilakukan terhadap proyek yang telah selesai, sedang berjalan, dan yang akan dimulai. Semua diarahkan untuk memastikan bahwa setiap pembangunan membawa manfaat langsung bagi penghuni masa depan IKN.
Load more