News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pilu! Suara Hati Nelayan Rempang, Ungkap Dampak PSN Eco City terhadap Laut dan Kelangsungan Hidup Warga: Kemana Lagi Kami akan Melaut?

Mereka menyampaikan keresahan memilukan terkait sumber daya perikanan yang menjadi satu-satunya tumpuan hidup mereka, terancam tergerus oleh PSN Eco City.
Senin, 12 Mei 2025 - 23:22 WIB
Keindahan alam Pulau Rempang
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang kekhawatiran terus disuarakan oleh para nelayan di Sembulang Hulu, Pulau Rempang, Kepulauan Riau.

Mereka mengutarakan kegelisahan terhadap dampak dari proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City yang dikhawatirkan akan merusak ekosistem laut, tempat mereka bergantung nasib.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para nelayan menuntut perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah agar proyek tersebut tetap menjaga kelestarian lingkungan laut.

Mereka menegaskan bahwa sumber daya perikanan merupakan satu-satunya tumpuan hidup yang tersisa bagi masyarakat pesisir.

“Karena nelayan itulah sumber mata pencarian utama kami, kalau laut ini rusak, kemana lagi kami kan melaut,” ujar Sukri (41), nelayan Rempang, usai mengikuti aksi damai di Dermaga Sembulang Hulu, dikutip dari Antara Senin (12/5/2025).

Sukri menjelaskan, kondisi laut di sekitar Rempang saat ini masih tergolong baik. Ia mengatakan hasil tangkapan nelayan relatif stabil, baik sebelum pandemi COVID-19 maupun setelahnya.

Penghasilan dari hasil laut menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Bahkan, sebagian besar warga mampu menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

“Dari melautlah kami ini menghidupi keluarga, kalau laut ini rusak itulah yang kami khawatirkan dan kami jaga, agar anak cucu kelak masih bisa menikmati laut sebagai sumber pencaharian,” ujarnya.

Untuk ketiga kalinya sejak 2023, masyarakat nelayan Sembulang Hulu menggelar aksi damai dengan turun langsung ke laut menggunakan kapal-kapal kecil.

Aksi ini dimaksudkan untuk mengingatkan pemerintah agar PSN Rempang Eco City tidak mengancam lingkungan hidup dan mata pencaharian mereka.

Aksi pertama dilakukan pada akhir 2023, disusul aksi kedua pada pertengahan 2024, dan yang terbaru digelar Mei 2025. Aksi terbaru diikuti sekitar 350 warga nelayan.

Ishak (51), koordinator nelayan yang tergabung dalam organisasi Amar GB, menegaskan bahwa masyarakat nelayan tidak menolak pembangunan dan investasi.

Namun, mereka menuntut agar proyek tersebut tidak merugikan warga lokal dan tidak didominasi kepentingan asing.

“Kami tidak menolak pembangunan, investasi. Selama itu tidak merusak dan pembangunan untuk warga Rempang bukan negara luar Rempang,” kata Ishak.

Salah satu kekhawatiran utama nelayan adalah rencana pembangunan pabrik silica dalam kawasan Eco City.

Mereka mencemaskan bahwa aktivitas industri tersebut akan berdampak buruk terhadap wilayah perairan dan merusak keseimbangan ekosistem laut.

Saat ini, sebagian besar nelayan Rempang menggunakan kapal bermesin diesel 15 PK, dengan jarak melaut sekitar 3 mil dari garis pantai.

Setiap hari, hasil tangkapan nelayan bisa mencapai 1 ton, yang kemudian dijual oleh pengepul ke Kota Batam.

Ketika musim ikan tiba, beberapa nelayan juga melaut lebih jauh hingga ke perairan Bintan dengan kapal yang lebih besar.

Hanya butuh waktu sekitar satu jam perjalanan laut dari Rempang untuk sampai ke Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelangsungan hidup masyarakat nelayan tradisional Rempang memang sangat bergantung pada laut yang bersih dan lestari.

Mereka berharap, suara kecilnya tak diabaikan pemerintah dan investor. Semua semata-mata demi hidup saat ini, generasi mendatang, serta kelestarian ekosistem perairan Rempang. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Diperiksa 8 Jam, Anggota BPK Bobby Rizaldi Dicecar KPK Soal Audit Muara Enim yang Disulap Jadi WTP

Pemeriksaan Senin merupakan pemeriksaan kedua terhadap Bobby dalam penyidikan perkara tersebut. KPK sebelumnya memeriksa Bobby sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Korban Pelecehan Abah Bertambah Jadi 16 Santriwati, Diduga Ada Ustaz Lain yang Terlibat

Jumlah korban yang melaporkan dugaan kekerasan seksual di Ponpes Abul Barokat Wannafahat, di Lombok Tengah, bertambah menjadi 16 orang.

Trending

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Hubungan Augusz Dewanggara dengan Internal BPK Tengah Didalami KPK Lewat Bobby Rizaldi

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik juga mendalami mekanisme penentuan opini hasil pemeriksaan, mulai dari BPK Perwakilan hingga BPK RI.
Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Modus Tawarkan Jadi Istri Kedua "Abah" Pimpinan Ponpes di Lombok Lecehkan Belasan Santriwati

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram Joko Jumadi mengatakan Abah menawarkan para korban pelecehan seksual untuk menjadi istri kedua sang ustaz.
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Detik-detik Tiga Maling Gotong Dua Motor Curian dari Kontrakan di Probolinggo

Aksi pencurian baru diketahui pemilik pada Senin subuh, dimana daat itu, gerbang kontrakan telah terbuka dan gemboknya ditemukan dalam kondisi rusak. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT