News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasokan Timah RI Anjlok! Kontribusi ke Pasar Global Melorot jadi 12 Persen, Bikin Harga Timah Dunia Naik

Penurunan produksi timah nasional anjlok menjadi 45.000 ton, menyebabkan porsi pasokan global dari RI menyusut drastis hingga hanya menyentuh angka 12 persen.
Rabu, 14 Mei 2025 - 15:13 WIB
Ilustrasi balok timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang akan diekspor ke berbagai negara tujuan.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Produksi timah Indonesia yang mengalami penurunan signifikan sepanjang 2024, berdampak langsung pada kontribusi RI terhadap pasokan timah global yang kini tinggal sekitar 12 persen.

Penurunan produksi ini menjadi sorotan, mengingat Indonesia selama ini Indonesia menjadi salah satu produsen utama timah dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketidakstabilan produksi domestik dipandang berpotensi menggoyang keseimbangan pasar global, termasuk dari sisi harga komoditas.

MIND ID selaku Holding BUMN sektor pertambangan menegaskan pentingnya langkah korektif agar Indonesia tetap dapat mempertahankan perannya di industri timah internasional.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengungkapkan, berdasarkan data ekspor yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (14/5/2025), Indonesia sempat mencatatkan produksi timah sebesar 65.000 ton pada 2023.

Angka tersebut setara dengan kontribusi 17,5 persen terhadap pasokan timah dunia. Namun pada 2024, volume produksi nasional anjlok menjadi 45.000 ton.

Penurunan itu menyebabkan porsi Indonesia dalam pasokan global menyusut drastis hingga hanya menyentuh angka 12 persen.

“Menurunnya pasokan timah dari Indonesia juga mengakibatkan kenaikan harga timah dunia dari harga rata-rata 26.583 dolar AS per ton pada 2023 dan menjadi rata-rata 31.164 dolar AS per ton pada 2024,” kata Maroef.

“Hal tersebut membuktikan pengaruh pasokan timah Indonesia terhadap pasar global,” ungkanya dia menambahkan.

Lebih lanjut, Maroef menjelaskan bahwa Indonesia saat ini masih berada di posisi tiga besar negara produsen timah dunia bersama China dan Peru.

Menurutnya, peran strategis ini perlu dijaga mengingat belum adanya komoditas pengganti timah, sehingga permintaannya terus tumbuh setiap tahun.

Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga global, ia menyarankan agar Indonesia memperkuat kerja sama dengan dua negara penghasil timah besar lainnya, yaitu China dan Peru.

Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat kembali meningkatkan produksi dan mempertahankan posisi pentingnya dalam rantai suplai timah global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah Tbk mencakup area seluas 288.638 hektare di daratan dan 184.672 hektare di wilayah laut, dengan total mendekati 600 ribu hektare.

Namun ironisnya, sebagian besar produksi nasional justru berasal dari sektor swasta.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT