News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bahlil Duga Ada yang Sengaja Bikin RI Impor BBM Terus, Ada 301 Proyek Migas Mangkrak: Ini by Design

Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa terdapat 301 hasil eksplorasi migas yang belum memasuki tahap POD dan diduga disengaja mangkrak agar RI terus melakukan impor.
Senin, 26 Mei 2025 - 15:37 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya dugaan kuat bahwa keterlambatan pengembangan blok minyak dan gas bumi (migas) bukan semata-mata persoalan teknis.

Ia curiga, keterlambatan plan of development (POD) sejumlah wilayah kerja migas terjadi karena ada pihak tertentu yang sengaja menghambat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah forum energi yang digelar di Jakarta, Senin (26/5/2025), Bahlil blak-blakan mengatakan bahwa kondisi ini membuat RI semakin bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, ketergantungan impor Migas bisa jadi merupakan hasil dari skenario yang disengaja.

“Apakah memang Indonesia sudah tidak punya sumber daya alam atau masih ada? Atau sengaja diturunkan agar impor terus? Menurut saya, ini ada unsur kesengajaan, by design,” kata Bahlil di hadapan peserta forum.

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia memiliki hampir 40 ribu sumur minyak dan gas. Namun, dari jumlah tersebut, yang tergolong produktif tidak sampai separuhnya atau hanya sekitar 20 ribu sumur.

Padahal, lanjutnya, pemerintah telah menerbitkan izin pengelolaan wilayah kerja bagi para kontraktor migas. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses produksi dan mengoptimalkan potensi migas nasional.

Namun kenyataannya, kata Bahlil, masih terdapat 301 hasil eksplorasi migas yang belum memasuki tahap POD.

“Ternyata kita sudah punya 301 hasil eksplorasi yang belum POD. Ini dibuat mundur-mundur,” ujarnya.

Terkait hal ini, Kementerian ESDM menyatakan siap mengevaluasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak segera menindaklanjuti wilayah kerja yang sudah diberikan.

Jika perlu, pemerintah akan menarik kembali wilayah kerja tersebut dan menyerahkannya kepada kontraktor lain yang lebih siap.

Dengan strategi ini, Bahlil berharap produksi migas nasional dapat ditingkatkan secara signifikan guna menekan volume impor BBM, khususnya dari Singapura.

“Masa kita impor dari negara yang tidak ada minyaknya. Menurut saya, ini by design. Hanya orang-orang yang tidak berpikir jauh yang tidak mengatakan ini tidak by design,” tambahnya.

Sebelumnya, Bahlil juga mengungkapkan adanya 10 wilayah kerja migas yang sudah berada dalam tahap POD, namun tidak menunjukkan perkembangan berarti alias mangkrak. Mayoritas dari blok-blok tersebut berada di wilayah laut (offshore).

Kesepuluh wilayah kerja mangkrak itu sebenarnya menyimpan potensi investasi mencapai 1,8 miliar dolar AS. Adapun kapasitas produksi yang bisa dihasilkan diperkirakan sebesar 51,35 juta barel minyak atau sekitar 31.300 barel per hari. Selain itu, juga terdapat cadangan gas sekitar 600 BCF.

Bahlil turut menyampaikan bahwa terdapat 17 wilayah kerja migas lainnya yang juga telah masuk tahap POD, namun mengalami penundaan waktu onstream.

Padahal, estimasi produksi dari 17 wilayah tersebut terbilang besar, yaitu sekitar 306 juta barel minyak dan 18.351 BCF gas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dugaan Menteri ESDM itu tentu perlu diusut mengingat perlunya pembenahan tata kelola sektor migas demi mempercepat realisasi POD dan menurunkan ketergantungan impor energi.

Jika dugaan adanya desain ketergantungan impor Migas ini benar, maka pemerintah harus segera mengambil langkah tegas agar ketahanan energi nasional tidak terus dipermainkan mafia. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.

Trending

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT