GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pendanaan Kopdes Merah Putih Rp3 Miliar per Koperasi, Zulhas: Tidak Langsung Diberikan Semua

Zulhas menyampaikan bahwa dana untuk Kopdes Merah Putih tidak bersumber dari APBN, melainkan berasal dari kombinasi pendanaan Bank Himbara.
Rabu, 28 Mei 2025 - 21:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memberikan plafon kredit sebesar Rp3 miliar bagi setiap Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai bagian dari skema pendanaan pengembangan ekonomi desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa dana tersebut tidak bersumber dari APBN, melainkan berasal dari kombinasi pendanaan melalui sektor perbankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendanaan ini tidak diberikan secara sekaligus, melainkan dicairkan berdasarkan kebutuhan dan pengajuan dari koperasi bersangkutan.

Skema ini diharapkan dapat mendorong koperasi desa lebih mandiri dalam mengelola pembiayaan usaha mereka.

Zulhas menekankan bahwa pendekatan pembiayaan ini membuka akses modal bagi koperasi desa secara lebih fleksibel dan terukur.

"Skema pendanaan kebutuhan modal pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini, untuk sumber dana bukan dari APBN melainkan melibatkan kombinasi sumber dana melalui kredit perbankan dengan mempertimbangkan aset dan usulan proposal dari Koperasi Desa Merah Putih," ujar Zulhas saat menghadiri kegiatan di Pesawaran, Lampung, pada Rabu (28/5/2025), Rabu (28/5/2025).

Menurutnya, dana pinjaman maksimal Rp3 miliar per koperasi akan disalurkan melalui Kementerian Keuangan dengan melibatkan Himpunan Bank Negara (Himbara).

"Pendanaan kredit dengan plafon Rp3 miliar tersebut tidak langsung diberikan semua, melainkan sesuai kebutuhan dan pengajuan oleh koperasi. Misalkan koperasi membutuhkan Rp200 juta untuk pengembangan bisnis, nilai itu yang akan disalurkan," katanya.

Ia menjelaskan bahwa jangka waktu pelunasan atau tenor pinjaman tersebut dapat mencapai enam tahun.

"Plafon Rp3 miliar ini bisa diangsur sampai enam tahun, dan sekarang bunga masih tiga persen. Tapi kami sedang berusaha serta bekerja keras agar bunganya nol persen," ucap dia.

Zulkifli juga menambahkan bahwa koperasi bisa langsung membayar cicilan ke bank. Apabila terjadi gagal bayar atau default, Kementerian Keuangan bersama Kementerian Desa akan turun tangan untuk menangani klaim pinjaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini semua akan ada pendampingan oleh pemerintah, kalau semua berjalan baik maka koperasi bisa memberi rekomendasi pengembangan bisnis lain. Karena masyarakat desa sudah paham berbisnis dan mengelola potensi desa," tambahnya.

Ia optimistis, dengan adanya skema ini, koperasi desa akan lebih mudah mengakses pembiayaan dari lembaga perbankan dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Ekonom Sebut Alarm Bahaya Ekonomi: Fondasi Kita Masih Rapuh

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyebut kondisi tersebut menjadi alarm serius yang mencerminkan rapuhnya fondasi ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Tinjau Pasar Kramat Jati, Pramono Kenalkan Teknologi Hidrotermal untuk Pengolahan Sampah Organik

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

HIPMI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Tengah Perang Global

Caketum BPP HIPMI, Anthony Leong, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Megawati Hangestri Jadi Pemain Terakhir yang Diumumkan

Daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Megawati Hangestri jadi pevoli terakhir yang diumumkan.
Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Korban Tewas Bus ALS di Muratara Bertambah Jadi 18, Tim DVI Temukan Dugaan Jenazah Anak di Bawah 5 Tahun

Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Komisaris Besar Polisi Budi Susanto, mengatakan bagian tubuh tersebut ditemukan menempel pada bagian ketiak dan diduga milik seorang anak kecil.
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah Santriwati Beberkan Kejanggalan di Ponpes Pati, Sebut Anaknya Dikeluarkan usai Tolak Temani Pelaku Tidur

Ayah santriwati bongkar kejanggalan di Ponpes Pati. Anaknya disebut dikeluarkan usai menolak temani tidur pelaku di pesantren. Simak cerita selengkapnya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT