GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bagaimana China Menguasai Pasar Mobil Listrik Dunia, Tengok Sejumlah Pabrikan Mobil Listrik di Tiongkok

Badan Energi Internasional (IEA) menyebut  China mempertahankan posisinya sebagai negara yang paling banyak menjual mobil listrik dengan angka penjualan mencapai 11 juta mobil listrik dari total lebih dari 17 juta unit yang terjual secara global pada 2024. 
Kamis, 19 Juni 2025 - 08:45 WIB
Suasana pabrik Changan Automobile di kota Chongqing, China
Sumber :
  • ANTARA

Beijing, tvOnenews.com -Badan Energi Internasional (IEA) menyebut  China mempertahankan posisinya sebagai negara yang paling banyak menjual mobil listrik dengan angka penjualan mencapai 11 juta mobil listrik dari total lebih dari 17 juta unit yang terjual secara global pada 2024. 

Penggerak utamanya adalah pemerintah China yang mengerahkan kekuatan ekonominya untuk pengembangan mobil listrik, mirip dengan kebijakan industri yang dikendalikan terpusat untuk mendorong kebangkitan otomotif Jepang pada 1970-an dan 1980-an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 2009, pemerintah China meluncurkan program subsidi percontohan sebagai dasar bagi jaringan kendaraan listrik. Dijuluki "Sepuluh Kota dan Seribu Kendaraan," (十城千辆, Shí Chéng Qiān Liàng) sebagai program percontohan untuk mempercepat adopsi kendaraan energi baru (NEV/New Energy Vehicles), terutama kendaraan listrik dan hibrida, di sektor transportasi umum.

Saat itu, pemerintah China ingin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memimpin pasar kendaraan ramah lingkungan global.

Kebijakan didahului dengan penggunaan bus listrik, taksi listrik dan kendaraan dinas pemerintah di 13 kota, yaitu Beijing, Shanghai, Shenzhen, Chongqing, Hangzhou, Hefei, Changchun, Dalian, Jinan, Wuhan, Nanchang, Tianjin hingga Zhuzhou yang bekerja sama dengan produsen-produsen otomotif lokal seperti SAIC Motor, BYD, Dongfeng Motor, FAW Toyota dan lainnya.

Setiap kota diwajibkan mengoperasikan minimal 1.000 kendaraan listrik dalam 3 tahun, misalnya untuk bus umum atau taksi.

Pemerintah pusat dan lokal pun memberikan bantuan pembelian, subsidi baterai serta pembangunan stasiun pengisian daya. Sedangkan produsen otomotif didorong untuk berinovasi dalam teknologi baterai dan motor listrik.

Program tersebut sukses dan bahkan melampaui target awal. Pada 2012, lebih dari 25 kota berpartisipasi dengan lebih 30.000 NEV sudah beroperasi.

Kebijakan tersebut pun menjadi batu loncatan untuk dominasi merek mobil listrik China di pasar kendaraan listrik global seperti BYD, NIO dan XPeng.

Kemudian mulai 2013, subsidi diberikan kepada konsumen perorangan melalui sistem berjenjang berdasarkan jarak tempuh kendaraan listrik.

Pemerintah menghentikan subsidi pada 2022. Tetapi pada saat itu, China sudah berada di posisi mendominasi kendaraan listrik. Negara tersebut juga menawarkan pengecualian pajak penjualan 10 persen untuk menutupi biaya mobil, yang dijadwalkan akan dihapuskan secara bertahap pada 2027.

Penelitian Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengungkapkan secara total, pemerintah China memberikan subsidi sebesar 231 miliar dolar AS dari 2009 hingga 2023.

Sejak 2024, konsumen mobil listrik China juga tidak perlu membayar pajak untuk kendaraan listrik yang memiliki jarak tempuh minimal 200 km per pengisian daya

Pada Juni 2024, pemerintah China juga memperkenalkan paket keringanan pajak penjualan senilai 520 miliar yuan (71,8 miliar dolar AS), yang akan diluncurkan selama empat tahun. Pajak penjualan akan dibebaskan untuk NEV hingga maksimum 30.000 yuan (4.144 dolar AS) pada 2025 dengan pembebasan pajak maksimum 15.000 yuan (2.072 dolar AS) pada 2026 dan 2027.

Tidak ketinggalan, pemerintah China juga telah memberikan subsidi kepada pabrikan BYD senilai setidaknya 3,7 miliar dolar karena baru-baru ini melaporkan penurunan pengiriman NEV sebesar 42 persen dibandingkan dengan kuartal keempat 2023.

Pendekatan insentif tersebut pun terbukti mendorong konsumsi. Kini 1 dari 10 mobil di jalan-jalan di Tiongkok bertenaga listrik.

Terlebih mobil listrik dijual di China dengan harga setara 34.400 dolar AS, jauh lebih rendah dibanding harga jual rata-rata di AS sebesar 55.242 dolar AS.

Produsen mobil China memiliki keunggulan biaya yang signifikan karena tarif tenaga kerja yang lebih rendah, peningkatan skala produksi, subsidi pemerintah yang besar dan biaya pembuatan baterai yang lebih murah.

IEA memperkirakan bahwa 90 persen grafit dan 77 persen tanah jarang olahan sebagai elemen utama dalam produksi kendaraan listrik dan baterai akan berasal dari China pada 2030 sementara Amerika Serikat saat ini mengimpor 100 persen grafitnya, dengan sepertiga dari pasokan tersebut bersumber dari China.

Merek NEV China juga semakin menarik karena kekuatan gaya eksterior dan interior; komponen yang meningkatkan pengalaman pengguna; dan teknologi canggih, termasuk fitur keselamatan dan kendaraan yang terhubung.

Sementara merek-merek Eropa sering kali berfokus pada fitur-fitur yang tidak dapat langsung dilihat pembeli seperti audio, sudut pandang maupun getaran – mobil listrik asal China berfokus untuk menarik kelima indra pengemudi.

Namun seperti apa pabrik mobil-mobil listrik di China? ANTARA berkesempatan untuk mengunjungi dua di antaranya.

Pabrik Changan Automobile

Changan Automobile adalah produsen NEV dari kota metropolitan Chongqing yang mengoperasikan 34 pabrik di dalam dan luar negeri.

Changan memiliki merek-merek sendiri yaitu Changan Uni, Changan Nevo, Changan LCV, Deepal dan Avatr sekaligus juga memiliki "joint-venture" dengan produsen luar untuk memproduksi Changan Ford, Changan Mazda dan Jiangling Motors.

Pada 2024, Changan Automobile mencatatkan total penjualan kendaraan sebanyak 2,683 juta unit, yang di antaranya adalah kendaraan energi baru (NEV) sebanyak 734.615 unit. Dari jumlah tersebut 536.196 adalah penjualan di luar negeri.

"Tugas utama kami di sini adalah memproduksi merek independen Chang'an di China," kata Direktur Hubungan Masyarakat Changan Automobile Qu Xiaotian pada akhir Mei 2025 di salah satu pabrik Changan di Chongqing.

Pabrik yang menghasilkan merek mobil Avatr tersebut dioperasikan oleh robot maupun manusia dan dapat menghasilkan 50 mobil per jam.

Changan, menurut Qu, menerapkan tiga strategi utama yaitu "Shangri-La Mission", "Dubhe 2.0 Plan", dan "Vast Ocean Plan" untuk menerapkan jalur produksi yang canggih, cerdas dan ramah lingkungan.

"Shangri-La Mission" artinya Changan mengembangkan baterai "solid-state Golden Shield" dan rangkaian lengkap produk energi baru, termasuk "powertrain" BlueCore 3.0 dan Plug-in Range-Extended Vehicle (PREV) pertama di industri, yang menggabungkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Range-Extended Vehicle (REV).

Sedangkan "Dubhe 2.0 Plan" adalah pengembangan sistem cerdas canggih seperti Intelligent TS Drive, Intelligent TY Cockpit, dan Intelligent TH Chassis di bidang kecerdasan buangan. Sementara "Vast Ocean Plan" adalah produksi mobil ramah lingkungan dan rendah karbon

Qu mengatakan perang dagang antara China dan AS hingga saat ini tidak terlalu berdampak ke perusahaan tersebut karena produksinya dapat berfokus untuk pangsa pasar dalam negeri maupun pasar negara-negara baru di luar AS.

Pabrik Geely Holding Group

Pada 2024, total penjualan Geely Group mencapai sekitar 3,337 juta kendaraan, menempati peringkat ke-10 di dunia. Penjualan NEV mencapai sekitar 1,488 juta unit atau meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menyumbang 45 persen dari total penjualan.

Geely memiliki berbagai merek otomotif, termasuk Geely Auto, Geely Galaxy, Lynk & Co, ZEEKR, Volvo Cars, Polestar, Lotus, dan Farizon Auto, yang masing-masing memiliki posisi pasar berbeda dan aktif bersaing di pasar global.

Grup ini juga mengoperasikan pabrik kendaraan, baterai, dan powertrain berkelas dunia, serta jaringan penjualan dan layanan purna jual yang luas di seluruh dunia.

Wakil Presiden Senior Geely Auto Wang Ruiping mengatakan perusahaan tersebut yakin bahwa diperlukan skenario aplikasi mobil yang berbeda di negara yang berbeda karena selera pelanggan juga berbeda.

"Tidak ada satu teknologi pun yang dapat mencakup semua skenario di semua negara. Atas pertimbangan ini, kami membuat tiga jenis sistem penggerak yaitu ICE, hybrid plus dan EDU. Jadi ketiganya akan dibagi di tiga pasar berbeda," kata Wang dalam kunjungan ke pabrik Geely Holding Group di kabupaten Changxing, provinsi Zhejiang, China pada awal Juni 2025.

"Internal Combustion Engine" (ICE) adalah mesin pembakaran yang menggunakan bahan bakar fosil (bensin/solar), hybrid plus adalah kombinasi motor listrik dan ICE sehingga dapat beroperasi dengan listrik tapi dapat menempuh perjalanan lebih jauh sedangkan "Electric Drive Unit" (EDU) adalah sistem penggerak yang sepenuhnya menggunakan listrik terintegrasi dan sangat efisien ditambah desain yang kompak dan ringan.

"Pada saat yang sama, kami mempertimbangkan teknologi 'powertrain' pada masa mendatang yang dapat menjadikan mesin lebih efisien dikombinasikan dengan teknologi AI akan menjadi lebih cerdas dan sangat efisien," tambah Wang.

Geely, kata Wang, juga mengembangkan kendaraan dengan menggunakan bahan bakar alternatif, seperti metanol dan bahkan hidrogen.

"Kami sudah memiliki sekitar 40.000 kendaraan di pasaran dengan teknologi hibrida metanol," ungkap Wang.

Terkait dengan perang dagang antara AS dan China, termasuk untuk ketersediaan "chip" cerdas di setiap unit mobil, Wang mengatakan ada jenis mobil Geely yang menggunakan "chip" dari AS yaitu NVIDIA tapi juga "chip" dari dalam negeri.

"Mobil-mobil yang kami kerjakan menggunakan NVIDIA, tapi ntuk keperluan lain kami dapat menggunakan "chip" pasokan lokal atau dari negara Asia lain, sehingga hal itu bukan masalah besar," ungkap Wang.

Pabrik Geely juga beroperasi menggunakan robot untuk pembuatan kerangka dan manusia di bagian perakitan. Dalam 1 menit Geely dapat menyelesaikan perakitan 6 komponen.

China pun terus menjadi pusat manufaktur mobil listrik dunia dengan menyuplai lebih dari 70 persen produksi mobil listrik global.

Mobil-mobil listrik yang diproduksi sesungguhnya menyumbang sekitar 80 persen penjualan domestik pada 2024 dan hampir semua dari 25 persen pertumbuhan produksi mobil listrik global.

Agresivitas pemerintah dan produsen mobil China memang membuat berbagai negara bereaksi yang mempertanyakan apakah kendaraan listrik Tiongkok mendapat keuntungan tidak adil dari subsidi.

Namun Menteri Perdagangan China Wang Wentao menolak anggapan bahwa subsidi China tidak adil dengan mengatakan "Perusahaan kendaraan listrik China mengandalkan inovasi teknologi berkelanjutan, produksi yang sempurna dan sistem rantai pasokan, serta persaingan pasar penuh untuk pengembangan yang cepat, bukan mengandalkan subsidi untuk mendapatkan keunggulan kompetitif,".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memang kenyataannya, sistem produksi mobil listrik di China sangat terpadu, membuatnya sulit untuk disaingi kompetitor lain.(antara/bwo)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Debut Penuh Jop van der Avert, Pengakuan soal Liga Indonesia Bikin Kaget

Debut Penuh Jop van der Avert, Pengakuan soal Liga Indonesia Bikin Kaget

Pemain asing PSIM Yogyakarta Jop van der Avert mengaku senang dengan debutnya bersama Laskar Mataram setelah tampil penuh dalam laga imbang 2-2 melawan Persik Kediri pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.
Fakta Baru Terungkap, Orang Terdekat Beberkan Wasiat Lina Jubaedah Seminggu Sebelum Meninggal

Fakta Baru Terungkap, Orang Terdekat Beberkan Wasiat Lina Jubaedah Seminggu Sebelum Meninggal

Perseteruan antara Sule dan Teddy Pardiyana ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan sejak Lina Jubaedah meninggal. Orang terdekat Lina Jubaedah umbar wasiatnya
Meski Rajai Klasemen, Jakarta Pertamina Enduro Tak Dominan di Team of The Week Proliga 2026: Megatron Absen Lagi

Meski Rajai Klasemen, Jakarta Pertamina Enduro Tak Dominan di Team of The Week Proliga 2026: Megatron Absen Lagi

Daftar Team of The Week Proliga 2026 putri diumumkan melalui akun Instagram resmi Indonesia Volleyball. Bukan Megatron yang terpilih sebagai setter terbaik pekan, tapi Tisya
Comeback Dramatis! Persita Tangerang Hajar PSBS dalam 8 Menit Gila di Babak Kedua

Comeback Dramatis! Persita Tangerang Hajar PSBS dalam 8 Menit Gila di Babak Kedua

Persita Tangerang bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan PSBS Biak dengan skor 2-1 pada pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Senin (16/2/2026).
Minum Ramuan Rimpang-rimpangan saat Puasa Ramadhan Apakah Aman?

Minum Ramuan Rimpang-rimpangan saat Puasa Ramadhan Apakah Aman?

Minum ramuan rimpang-rimpangan saat puasa Ramadhan apakah aman bagi tubuh? Simak penjelasan dr. Zaidul Akbar berikut ini.
Usai Kritik Pemerintah soal Kasus Anak NTT, Ketua BEM UGM Diteror dan Dituding Agen Asing, DPR: Praktik Pembungkaman

Usai Kritik Pemerintah soal Kasus Anak NTT, Ketua BEM UGM Diteror dan Dituding Agen Asing, DPR: Praktik Pembungkaman

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mengaku diteror usai mengkritik pemerintah terkait kasus seorang anak berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, NTT mengakhiri hidupnya.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Tak Perlu Dinaturalisasi Lagi, John Herdman Bisa Panggil Eks Juara Liga Belanda Ini ke Timnas Indonesia Buat FIFA Series dan Piala AFF

Pelatih John Herdman memiliki opsi menarik untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia. Ia bisa memanggil kembali eks juara Liga Belanda yang sudah WNI ini.
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
John Herdman Diliputi Kebahagiaan, Timnas Indonesia Dilimpahi 3 Kabar Baik Jelang Debut sang Pelatih

John Herdman Diliputi Kebahagiaan, Timnas Indonesia Dilimpahi 3 Kabar Baik Jelang Debut sang Pelatih

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, diliputi oleh kebahagiaan menjelang laga debutnya. Setidaknya, ada tiga kabar baik untuk sang juru taktik asal Inggris.
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT