News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PAMA Group Gandeng Media Selamatkan Satwa Langka di Pulau Sangalaki Kalimantan Timur

PAMA Group menginisiasi pendekatan unik yang memadukan kolaborasi media dengan edukasi konservasi satwa langka penyu hijau di Pulau Sangalaki, Kalimantan Timur.
Jumat, 27 Juni 2025 - 09:20 WIB
PAMA Group gandeng media untuk turut berpartisipasi dalam penyelamatan penyu di Pulau Sangalaki, Kalimantan Timur.
Sumber :
  • Istimewa

Berau, tvOnenews.com - PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bersama sejumlah anak perusahaannya termasuk PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), baru saja menggelar Media Gathering PAMA Group 2025.

Acara ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24-26 Juni 2025, di Pulau Sangalaki dan Pulau Maratua, Kalimantan Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun ini, PAMA Group menginisiasi pendekatan unik yang memadukan kolaborasi media, edukasi konservasi satwa langka, dan semangat inovasi guna menciptakan harmoni antara industri tambang dan pelestarian lingkungan.

Mengusung tema “Together for Wildlife: Advancing Green Sustainability with PAMA”, acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga platform untuk membangun narasi baru tentang bagaimana industri tambang dapat selaras dengan pelestarian keanekaragaman hayati.

Pulau Sangalaki sendiri merupakan habitat alami penyu hijau dan penyu sisik yang menjadi lokasi utama pelaksanaan acara ini.

Abdul Nasir Maksum selaku Direktur PT Pamapersada Nusantara, menegaskan peran strategis media dalam mendukung keberlanjutan.

“Apa yang kami lakukan di PAMA tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional tambang, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Harapannya, acara ini ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkontribusi demi kebaikan bangsa dan negara,” kata Abdul Nasir, Rabu (25/6/2025).

“Ini bukan hanya soal membangun citra, tetapi juga membangun masa depan bangsa. Melalui kegiatan ini, kita bisa bersama-sama menyuarakan isu keberlanjutan,” ujarnya.

Agenda ini diikuti lebih dari 85 peserta yang terdiri dari 42 jurnalis, serta secara khusus menggandeng perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur..

Pelepasan Ratusan Ekor Tukik di Pulau Sangalaki dan Maratua

Direktur Human Capital Responsibility dalam general service PAMA Abdul Nasir Maksum (kanan) bersama Division Head TH Puguh Sasetyo.
Direktur Human Capital Responsibility dalam general service PAMA Abdul Nasir Maksum (kanan) bersama Division Head TH Puguh Sasetyo.
Sumber :
  • istimewa

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen paling penting pada acara ini adalah prosesi pelepasan anak penyu atau tukik di pantai Pulau Sangalaki dan Maratua.

Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pesisir timur Berau, pulau ini menjadi habitat alami dan lokasi penangkaran penyu hijau (Chelonia mydas) yang menjadi satwa langka dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 dan masuk dalam daftar Appendix I CITES.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Hector Souto Optimistis! Timnas Futsal Indonesia Disebut Bisa Tumbangkan Jepang di Semifinal

Timnas futsal Indonesia mencetak sejarah baru di ajang Piala Asia Futsal 2026 setelah berhasil melangkah ke babak semifinal.
Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Siapakah Jeffrey Epstein? Dalang Dibalik Ramainya Kasus Epstein Files yang Menyeret Sejumlah Tokoh Dunia

Jeffrey Epstein belakangan ini jadi sorotan dunia setelah Kementerian Kehakiman Amerika Serikat merilis arsip sebanyak 3 juta halaman dengan nama Epstein File
Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan Adik Denada Soal Ayah Biologis Ressa Dibalas Pedas: Ibunya Aja Nggak Ngakuin!

Tantangan adik Denada, Enrico Tambunam kepada pihak Ressa untuk mengungkap sosok ayah biologis dibalas pedas oleh kuasa hukumnya, Ronald Armada.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT