News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tantiem Komisaris BUMN Resmi Dihapus, Direksi Wajib Patuh Laporan Keuangan Asli

Mulai 2025, komisaris BUMN tak lagi terima tantiem dan insentif. Direksi hanya boleh diberi bonus jika kinerja riil dan laporan keuangan benar-benar valid.
Jumat, 1 Agustus 2025 - 19:42 WIB
Ilustrasi Danantara.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara resmi menghapus pemberian tantiem dan insentif berbasis kinerja untuk anggota dewan komisaris BUMN dan anak usahanya, mulai tahun buku 2025. Langkah ini menjadi bagian dari reformasi besar dalam sistem remunerasi perusahaan pelat merah demi meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola yang baik.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat S-063/DI-BP/VII/2025 yang diterbitkan pada 30 Juli 2025. Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa komisaris, baik di BUMN induk maupun anak usahanya, tidak lagi diperbolehkan menerima tantiem, insentif kinerja, insentif khusus, maupun insentif jangka panjang, termasuk dalam bentuk lain yang dikaitkan dengan performa perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara bagi direksi, insentif hanya bisa diberikan bila benar-benar mencerminkan kinerja nyata dari hasil operasi perusahaan. Laporan keuangan yang digunakan sebagai dasar pun harus akurat, bebas dari manipulasi akuntansi, termasuk pengakuan pendapatan sebelum waktunya atau pengurangan beban demi mendongkrak laba.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap bentuk penghargaan, terutama bagi dewan komisaris, sejalan dengan kontribusi dan dampak nyatanya terhadap tata kelola BUMN," ujar Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, Jumat (1/8/2025).

Tak Ada Lagi Bonus, Hanya Gaji Tetap

Rosan menegaskan, keputusan ini bukan bentuk pemotongan honorarium, melainkan penyelarasan struktur remunerasi sesuai praktik tata kelola perusahaan terbaik global (good corporate governance). Komisaris tetap menerima pendapatan bulanan tetap yang layak sesuai beban tugas dan tanggung jawabnya.

Kebijakan ini mengikuti pedoman OECD yang menyarankan agar komisaris perusahaan milik negara tidak menerima kompensasi variabel berbasis laba guna menjaga independensi pengawasan.

"Struktur baru ini mengadopsi praktik terbaik global: sistem pendapatan tetap tanpa kompensasi variabel untuk posisi komisaris," imbuh Rosan.

Direksi Diwajibkan Transparan

Berbeda dengan komisaris, anggota direksi BUMN masih berpotensi menerima insentif, namun dengan syarat ketat. Insentif tersebut harus berdasarkan laporan keuangan riil yang mencerminkan kegiatan usaha berkelanjutan, dan bukan berasal dari manipulasi akuntansi.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga agar reward yang diberikan benar-benar mencerminkan kinerja perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

"Reformasi ini bukan hanya soal angka, tapi soal komitmen kita terhadap integritas. Kalau negara ingin dipercaya mengelola investasi, kita harus mulai dari dalam," tegas Rosan.

Agenda Reformasi BUMN Berkelanjutan

Penghapusan tantiem komisaris dan penataan insentif direksi merupakan bagian dari agenda struktural Danantara dalam membangun tata kelola BUMN yang transparan, efisien, dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebijakan ini akan diberlakukan secara menyeluruh kepada seluruh BUMN dalam portofolio Danantara, termasuk anak usaha yang bergerak di berbagai sektor strategis.

"Efisiensi bukan berarti menurunkan kualitas, dan reformasi tidak bisa instan. Tapi kita ingin menunjukkan bahwa setiap rupiah penghargaan harus punya dasar kontribusi nyata," pungkas Rosan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Jadi Free Agent, Media Korea Beri Julukan Baru Sahabat Megawati Hangestri di Bursa Transfer

Setter veteran Red Sparks, Yeum Hye-seon, kini resmi berstatus free agent, dan media Korea menyebutnya sebagai “pusat badai” yang akan menjadi sorotan utama.
Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga Minyak Terancam Tertekan, Prabowo Targetkan Indonesia Stop Impor BBM Lewat Program 100 GW

Harga minyak berpotensi tertekan seiring target Indonesia stop impor BBM. Prabowo genjot listrik 100 GW dan tutup PLTD demi efisiensi energi.
Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Nathalie Holscher Buka Lembaran Baru? Kedekatan dengan Kekasih Baru Sudah Go Public

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Ladislao Camara, akhirnya Nathalie Holscher sudah siap membuka lembaran baru dengan kekasihnya yang baru bernama Aripat
FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

FOKAL 2026: Kolaborasi Akademisi dan Aktivis Menjawab Krisis Lingkungan

Indonesia saat ini menghadapi tiga krisis lingkungan yang saling berkaitan, yakni persoalan sampah, pencemaran air, dan perubahan iklim.
Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya Dihantam Kabar Buruk Jelang Bertandang ke Markas Persija

Persebaya dibayangi krisis kebugaran jelang lawan Persija di GBK. Bernardo Tavares akui banyak pemain bermasalah, tapi Bajul Ijo tetap optimistis.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT