News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat Pemerintah Bidik Rp334 Triliun, Cukai Minuman Manis akan Mulai Diberlakukan pada 2026

Kesepakatan soal cukai minuman berpemanis dalam kemasan sejalan dengan target penerimaan kepabeanan dan cukai yang ditetapkan naik 7,7 persen menjadi Rp334,3 triliun.
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 16:41 WIB
Pemerintah Incar Pendapatan Rp 3,8 Triliun dari Cukai Minuman Berpemanis
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah bersama DPR RI sepakat akan memberlakukan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan penerimaan negara, meskipun besaran tarifnya masih dalam pembahasan bersama parlemen.

Kesepakatan tersebut sejalan dengan target penerimaan kepabeanan dan cukai yang ditetapkan naik 7,7 persen menjadi Rp334,3 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, penambahan objek cukai baru diharapkan dapat memperkuat kontribusi sektor ini terhadap APBN.

Namun, hingga kini tarif cukai MBDK belum diputuskan. Pemerintah menegaskan pengenaannya akan dibahas lebih lanjut bersama DPR dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk faktor kesehatan masyarakat.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR bersama Pemerintah di Jakarta, Jumat (22/8/2025), menyampaikan bahwa perluasan barang kena cukai menjadi bagian dari kebijakan fiskal ke depan.

“Ekstensifikasi barang kena cukai (BKC) antara lain penambahan objek cukai baru berupa minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) untuk diterapkan pada APBN 2026, di mana pengenaan tarifnya harus dikonsultasikan dengan DPR,” kata Misbakhun, dikutip Sabtu (23/8/2025).

Sementara itu, Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menegaskan bahwa penetapan tarif cukai MBDK tidak bisa dilakukan secara sepihak.

Menurutnya, pembahasan akan melibatkan tidak hanya DPR tetapi juga Kementerian Kesehatan.

“Jadi, masih harus dikonsultasikan,” ujar Febrio.

Selain MBDK, strategi peningkatan penerimaan kepabeanan dan cukai juga meliputi kebijakan cukai hasil tembakau (CHT), intensifikasi bea masuk perdagangan internasional, serta penerapan bea keluar untuk komoditas sumber daya alam seperti batu bara dan emas.

Penegakan hukum terhadap barang kena cukai ilegal dan penyelundupan juga akan diperkuat, termasuk peningkatan pengawasan terhadap nilai barang ekspor.

Dalam rapat yang sama, Komisi XI DPR RI dan Pemerintah juga menyepakati asumsi dasar dalam RUU APBN 2026, hasil pembahasan dengan Panja Pertumbuhan, Panja Penerimaan, dan Panja Defisit. Dari sisi penerimaan, postur yang disetujui adalah sebagai berikut:

- Pendapatan negara: Rp3.147,7 triliun

- Penerimaan perpajakan: Rp2.692,0 triliun

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

  a. Pajak: Rp2.357,7 triliun

  b. Kepabeanan dan cukai: Rp334,3 triliun

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Prabowo Semprot Pengusaha, Soroti Kekayaan Indonesia yang Tak Kembali ke Rakyat

Prabowo Semprot Pengusaha, Soroti Kekayaan Indonesia yang Tak Kembali ke Rakyat

Prabowo menyoroti kondisi di mana petani, nelayan, dan buruh belum menikmati kesejahteraan yang layak seperi pengusaha meski Indonesia kaya sumber daya alam.
Dari Panggung Kecantikan ke Jerat Hukum Gegara Jadi Dokter Kecantikan Gadungan, Siapa Sebenarnya Jeni Rahmadial Fitri?

Dari Panggung Kecantikan ke Jerat Hukum Gegara Jadi Dokter Kecantikan Gadungan, Siapa Sebenarnya Jeni Rahmadial Fitri?

Sosok Jeni Rahmadial Fitri jadi sorotan usai terseret kasus medis ilegal. Berikut profil lengkap Jeni Rahmadial Fitri dan perjalanan kariernya.
Prabowo Klaim Banyak Negara Pengin Belajar Program MBG: Kita Jangan Jadi Bangsa Rendah Diri

Prabowo Klaim Banyak Negara Pengin Belajar Program MBG: Kita Jangan Jadi Bangsa Rendah Diri

Prabowo menilai pola pikir yang selalu menganggap bangsa asing lebih unggul harus diubah, karena Indonesia telah menunjukkan capaian konkret melalui program sosial berskala besar.
Terpopuler News: Klarifikasi Taksi Green SM Usai Disebut Pemicu Tragedi Maut KA Argo Bromo-KRL, hingga Reaksi Ignasius Jonan

Terpopuler News: Klarifikasi Taksi Green SM Usai Disebut Pemicu Tragedi Maut KA Argo Bromo-KRL, hingga Reaksi Ignasius Jonan

Klarifikasi taksi Green SM setelah diduga menyebabkan tragedi maut KA Argo Bromo Anggrek-KRL. Reaksi mantan direktur utama PT KAI Ignasius Jonan soal insiden
Cerita Dedi Mulyadi Rayu Susi Pudjiastuti Jadi Petinggi Bank BJB: Ratu Laut Kidul Takluk Sama Prabu Siliwangi

Cerita Dedi Mulyadi Rayu Susi Pudjiastuti Jadi Petinggi Bank BJB: Ratu Laut Kidul Takluk Sama Prabu Siliwangi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) berbagi momen merayu eks Menteri KKP atau Founder Susi Air, Susi Pudjiastuti jabat Komisaris Utama Independen Bank BJB.
Meski Gagal Tembus 10 Besar saat Tes MotoGP Jerez 2026, Jorge martin Tetap Puas dengan Upgrade Aprilia

Meski Gagal Tembus 10 Besar saat Tes MotoGP Jerez 2026, Jorge martin Tetap Puas dengan Upgrade Aprilia

Rider milik Aprilia Racing, Jorge Martin, tetap tersenyum usai tes di Sirkuit Jerez meski hanya menempati urutan ke-11 catatan waktu.

Trending

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Anggrek sesaat setelah Keretanya Tertabrak KRL di Bekasi Timur: Sinyal Tiba-Tiba Merah

Masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri sempat buka suara sesaat setelah insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Bekasi -
Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Jadwal Megawati Hangestri Usai Proliga 2026: Megatron Siap Turun Gunung Lagi di Ajang Internasional

Menilik jadwal Megawati Hangestri setelah tampil di Proliga 2026. Atlet yang akrab disapa Megatron itu akan kembali turun gunung untuk membela Timnas Voli Putri Indonesia.
Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Sudah Ada di ASEAN, PSSI Bisa Naturalisasi Kilat Eks Timnas Belanda untuk Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

PSSI bisa menambah amunisi baru lewat naturalisasi cepat eks Timnas Belanda untuk Piala AFF 2026 saat sejumlah pemain abroad Timnas Indonesia berpotensi absen.
Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026: Fajar Alfian Menangis, Tim Putra Indonesia Gagal Lolos ke Perempat Final

Klasemen Piala Thomas dan Uber 2026, di mana tim putra dan putri bulu tangkis Indonesia meraih hasil berbeda di ajang bergengsi ini.
Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Penuhi Kepercayaan Gubernur KDM, Susi Pudjiastuti Langsung Beri Gebrakan usai Jadi Komut: Mau Bank BJB Sikat Pinjol

Mantan Menteri KKP menerima tawaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Komisaris Utama Independen ini langsung mau Bank BJB berantas pinjol di Jabar.
Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

Gara-gara NAC Breda Merajuk Karena Dean James, KNVB Sebut 133 Pertandingan Liga Belanda Terdampak Skandal Paspoortgate

NAC Breda mengajukan gugatan pada KNVB atas keinginan mereka untuk pertandingan ulang melawan Go Ahead Eagles karena memainkan Dean James tak dikabulkan. 
Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Kabar Buruk untuk Suporter Timnas Indonesia, Tim U-17 Asuhan Kurniawan Dwi Yulianto Kalah Lagi Jelang Piala Asia U-17 2026

Suporter Timnas Indonesia menerima kabar buruk menjelang pagelaran Piala Asia U-17 2026. Sebab, tim U-17 asuhan Kurniawan Dwi Yulianto kembali meraih hasil minor.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT