Kasus Keracunan MBG Jadi Alarm, Kadin dan BGN Perketat Standar Dapur SPPG
- Kadin Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat kerja sama dalam menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedua pihak menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, yang berlangsung secara hybrid pada Senin (29/09/2025).
Forum ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan strategi, membahas evaluasi, serta memperkuat komitmen kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan.
Rakor juga menjadi ajang konsolidasi untuk menindaklanjuti sejumlah masukan dari lapangan, termasuk upaya meningkatkan standar operasional di dapur MBG agar lebih higienis dan sesuai ketentuan.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie yang hadir secara daring menegaskan keseriusan sektor swasta dalam mendukung keberlangsungan program ini. Ia menyebut setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti dan disinergikan bersama BGN.
“Kami benar-benar ingin memberikan yang terbaik, khususnya terkait isu kesehatan. Dengan sosialisasi yang baik, publik akan memahami bahwa pemerintah, BGN, dan seluruh partisipan memiliki niat tulus dalam menyukseskan program ini,” kata Anin, dikutip Kamis (2/9/2025).
Ia juga menekankan bahwa program MBG mendapat perhatian internasional karena dijalankan dengan skema kemitraan publik-swasta yang dianggap efektif.
“Kami banyak menyosialisasikan MBG di luar negeri, terakhir di Kanada dan Amerika (Serikat). Banyak pihak mengagumi bagaimana program ini dijalankan bukan hanya dengan skala besar, tetapi juga melalui kolaborasi publik dan swasta yang sukses,” ujarnya.
Plt Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, Chandra Tirta Wijaya, menambahkan rakor ini digelar untuk menanggapi sejumlah persoalan, termasuk kasus keracunan makanan di beberapa SPPG. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas operasional dapur.
“Target kita adalah zero accident. Jangan sampai ada satu pun dapur mitra Kadin yang bermasalah,” tegas Chandra.
Ia mengingatkan mitra penyelenggara untuk memperhatikan kebersihan dapur, kesehatan pekerja, hingga kelayakan bahan makanan.
“Kami menghimbau rekan-rekan untuk menjaga kebersihan dapur dan memastikan bahan baku layak konsumsi. BGN menilai MBG Kadin sebagai salah satu pelaksanaan terbaik, sehingga harus dijaga agar program ini tetap sehat, bermanfaat, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan. Ia juga menyampaikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar setiap dapur MBG memiliki tenaga masak profesional.
“Salah satu instruksi Bapak Presiden (Prabowo) adalah agar setiap SPPG dilengkapi dengan juru masak atau koki terlatih. Jangan sampai makanan yang dikirim mengandung zat berbahaya atau sudah basi. Tes cepat juga diminta dilakukan, sebagaimana yang diterapkan di seluruh dapur SPPG milik Polri,” tandas Dadan.
Turut hadir dalam rakor tersebut di antaranya Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Sosial Kadin Indonesia Nita Yudi, WKUK Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin, dan Koordinator Kadin Daerah Satgas MBG Gotong-Royong Kadin Indonesia, Desi Arianti. (rpi)
Load more