News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bersihkan Pesisir Cilacap, PTK Libatkan Ribuan Orang untuk Angkut 6,23 Ton Sampah dalam Coastal Clean Up 2025

Sebanyak 6,23 ton sampah pesisir Cilacap berhasil dikumpulkan oleh lebih dari 1.300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam Coastal Clean Up.
Sabtu, 22 November 2025 - 21:11 WIB
Coastal Clean Up 2025 yang digelar PTK di pesisir Cilacap.
Sumber :
  • PTK

Jakarta, tvOnenews.com - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) baru saja melaksanakan kegiatan Coastal Clean Up di Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah.

Giat ini sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasilnya, sebanyak 6,23 ton sampah pesisir ini berhasil dikumpulkan oleh lebih dari 1.300 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Agenda ini turut menghadirkan Pandawara Group, penggiat lingkungan nasional yang aktif mengampanyekan isu lingkungan. 
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Tahun 2025, Drs. Achmad Nurlaeli, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Cilacap, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PTK dalam menjaga ekosistem pesisir.

“Inisiatif ini memberi dampak besar bagi kualitas lingkungan pesisir Cilacap. Harapan kami, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu menjaga kebersihan pantai dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Sabtu (22/11/2025).
 
Vice President Legal & Relations PTK, Amran Reza, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari roadmap keberlanjutan perusahaan yang selaras dengan prinsip ESG (Environment, Social, and Governance).

“Bagi PTK, laut bukan hanya ruang operasional, tetapi ruang hidup yang memberi kesempatan dan masa depan bagi banyak keluarga di Cilacap. Karena itu, menjaga pesisir adalah bagian dari integritas kami sebagai perusahaan jasa maritim. Coastal Clean Up 2025 ini mungkin terlihat sederhana, namun memiliki makna besar karena menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan bersama. Melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan insan PTK, kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem Teluk Penyu dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang,” jelasnya.
 
Dalam pelaksanaannya, PTK bersama masyarakat melakukan pembersihan sampah organik dan anorganik, pemilahan sampah, serta pengangkutan ke fasilitas pengelolaan sampah resmi. Upaya ini menunjukkan tingginya kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi pesisir yang memiliki peran penting sebagai garda terdepan aktivitas perikanan, pariwisata, dan operasional maritim di wilayah Cilacap.
 
Jenis sampah yang dikumpulkan didominasi oleh plastik, sampah organik, dan limbah B3, yang seluruhnya diangkut menuju tempat pembuangan akhir untuk dikelola lebih lanjut. Sebagai bentuk dukungan dan pemberdayaan berkelanjutan, PTK turut menyerahkan sarana kebersihan berupa 1 unit motor viar, 10 unit tempat sampah, dan 20 pasang sepatu boots kepada kelompok masyarakat pesisir.
 
Kegiatan Coastal Clean Up 2025 tidak hanya menghadirkan pantai yang lebih bersih, tetapi juga membangkitkan semangat baru bagi masyarakat Cilacap dan seluruh insan PTK. Setiap kantong sampah yang terangkat menjadi simbol kepedulian bersama terhadap bumi sebagai ruang hidup bersama.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Bursa Transfer Pemain Paruh Musim Belum Tuntas, Bos Persib Konfirmasi Kehadiran Pemain Spanyol

Umuh Muchtar sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) buka suara membeberkan identitas pemain baru Persib, Sergio Castel.
Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Kecewa dengan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Pulang Kampung ke Portugal

Cristiano Ronaldo pulang kampung ke negaranya, Portugal. Namun kepulangan megabintang berjuluk CR7 itu bukan sekadar agenda pribadi, melainkan diduga kuat ber-
Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Geolog Sarankan Pengalihan Aliran Air untuk Cegah Pergerakan Longsoran Raksasa di Aceh Tengah

Fenomena longsoran tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dinilai memerlukan penanganan segera. Ahli Geologi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Bambang Setiawan, menyarankan pengalihan aliran air permukaan sebagai langkah jangka pendek untuk memperlambat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Lulus Tapi Belum Meyakinkan: Debut Tak Terduga Michael Carrick Diuji Blok Rendah Fulham, Bagaimana Masa Depan Setan Merah?

Kalimat “Fulham adalah ujian sesungguhnya bagi Michael Carrick” pun menggema di hari-hari awal masa tugasnya. Pertanyaannya bagaimana Setan Merah membongkar pertahanan
Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Sempat Berdalih Tewas karena Kecelakaan, Begini Kronologi Suami Bunuh Istri di Asahan

Seorang suami berinisial MA (29) tahun warga Asahan, Sumatera Utara, tega menganiaya istrinya berinisial AIP (20) hingga tewas. Ironisnya, pelaku berdalih kalau
Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Konfirmasi Rumor Mariano Peralta Hingga Ragnar Oratmangoen

Persib Bandung hanya merekrut dua pemain baru, Layvin Kurzawa dan Dion Markx serta memanggil kembali Dedi Kusnandar yang sempat dipinjamkan ke Bhayangkara FC. 

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT