Pabrik NPK Nitrat Pertama RI Dibangun di Jawa Barat, Wamentan Sudaryono Sebut Akan Ada Tujuh
- Kementan
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa selama ini Indonesia tercatat masih mengimpor sekitar 450 ribu ton NPK Nitrat per tahun. Ia menyebut pabrik NPK Nitrat di Pupuk Kujang menjadi tonggak penting bagi industri pupuk nasional.
“Apa yang kita bangun ini akan menjadi landasan sejarah baru pembangunan industri pupuk dan pertanian secara keseluruhan. Selama ini Indonesia mengimpor NPK Nitrat 450 ribu ton. Hari ini kita bangun dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun di Pupuk Kujang. Perlahan kita akan upayakan untuk bisa mendominasi rumah kita sendiri sehingga sebagian besar dari NPK Nitrat yang beredar di Indonesia harapannya akan keluar dari produksi Pupuk Indonesia Group,” ucapnya.
Ia menambahkan, dengan investasi sekitar Rp550–600 miliar, pabrik ini tidak hanya ditujukan untuk menggantikan impor, tetapi juga menurunkan harga pupuk NPK Nitrat agar lebih terjangkau bagi petani. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi pertanian sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk yang memadai dan terjangkau menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan keberlanjutan lingkungan. Ia juga mendorong pengembangan pupuk organik untuk pertanian yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan Pupuk Indonesia bisa terus memproduksi kepentingan pupuk yang bisa mendorong produktivitas dengan menumbuhkan kembali unsur-unsur hara dan mikroorganisme di sawah-sawah masyarakat. Ini harapan kita dan sehingga apa yang dibutuhkan ke depan harus semakin memperbanyak juga pupuk organiknya karena itu menjadi bagian penting untuk membangun dan mengembangkan mikroorganisme sawah,” harapnya. (rpi)
Load more