IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.778 di Tengah Ketegangan AS–Venezuela, Saham Energi Berpeluang Menguat
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan awal pekan dengan pergerakan positif, meski pasar global dibayangi eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Sentimen global tersebut menjadi perhatian pelaku pasar, namun IHSG masih mampu bergerak di zona hijau pada perdagangan Senin (5/1/2026).
IHSG dibuka menguat 30,60 poin atau naik 0,35 persen ke level 8.778,73. Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 2,08 poin atau 0,24 persen ke posisi 854,08.
Penguatan IHSG terjadi di tengah sikap wait and see investor terhadap perkembangan geopolitik global, khususnya pasca tindakan militer AS terhadap Venezuela yang memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan dunia.
Sentimen Global: Konflik AS–Venezuela Jadi Sorotan
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai bahwa eskalasi konflik antara AS dan Venezuela berpotensi memicu volatilitas di pasar saham, termasuk di Indonesia. Ketegangan ini dapat memengaruhi arus dana asing, terutama jika investor global memilih menghindari aset berisiko.
“IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif apabila terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dan emas berpotensi mendorong penguatan saham-saham di sektor energi dan komoditas,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dilaporkan melakukan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya. Keduanya disebut akan didakwa di New York atas tuduhan terorisme dan perdagangan narkoba. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengendalikan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan.
Trump turut menyampaikan bahwa perusahaan-perusahaan AS akan masuk ke Venezuela untuk membenahi struktur industri minyak negara tersebut. Pernyataan ini langsung memicu spekulasi pasar terkait pasokan dan harga minyak global.
Saham Energi dan Komoditas Jadi Perhatian
Ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin berpotensi berdampak pada pergerakan harga minyak mentah dunia. Kondisi ini membuka peluang bagi saham-saham sektor energi dan komoditas untuk mencatatkan penguatan, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berbasis sumber daya alam.
Namun demikian, Ratna mengingatkan bahwa risiko tetap perlu diwaspadai. Eskalasi konflik politik global biasanya mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti dolar AS dan emas, yang dapat menekan pasar saham dalam jangka pendek.
Selain isu geopolitik, pelaku pasar global juga mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat sepanjang pekan ini. Data tersebut meliputi:
-
Data tenaga kerja AS
-
Aktivitas sektor manufaktur
-
Michigan Consumer Confidence
Data-data tersebut akan menjadi indikator penting arah kebijakan moneter dan kondisi ekonomi AS ke depan.
Fokus Investor ke Data Ekonomi Domestik
Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh agenda rilis data ekonomi Indonesia sepanjang pekan ini. Investor mencermati sejumlah indikator utama yang dinilai berpengaruh terhadap stabilitas pasar keuangan nasional.
Beberapa data yang menjadi perhatian antara lain:
-
Data inflasi
-
Neraca perdagangan
-
Posisi cadangan devisa
-
Indeks kepercayaan konsumen (consumer confidence)
Rilis data tersebut akan memberikan gambaran mengenai daya beli masyarakat, stabilitas eksternal, serta kekuatan fundamental ekonomi Indonesia di awal 2026.
Pergerakan Bursa Global dan Regional
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, bursa saham Eropa ditutup menguat secara kompak. Indeks Euro Stoxx 50 menguat 0,93 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,20 persen, DAX Jerman bertambah 0,20 persen, dan CAC Prancis menguat 0,56 persen.
Sementara itu, Wall Street mencatatkan pergerakan variatif. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,66 persen ke level 48.382,39. Indeks S&P 500 masih mampu menguat 0,19 persen ke posisi 6.858,47, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,403 persen dan ditutup di level 23.253,63.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham bergerak positif pada perdagangan pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melonjak 1.374,02 poin atau 2,73 persen ke 51.704,00. Indeks Shanghai menguat 0,68 persen ke 3.995,37, Hang Seng naik tipis 0,08 persen ke 26.385,00, dan Strait Times Singapura menguat 0,51 persen ke level 4.679,02.
Prospek IHSG Jangka Pendek
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bersifat fluktuatif. Investor cenderung selektif dalam mengambil posisi, sambil mencermati perkembangan geopolitik serta rilis data ekonomi utama.
Saham-saham berbasis komoditas dan energi diprediksi menjadi salah satu penopang indeks, sementara tekanan dari arus dana asing tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai pelaku pasar. (nsp)
Load more