News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

IHSG Diproyeksi Bergerak Variatif, Rupiah dan Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Pasar

IHSG diproyeksi bergerak variatif seiring tekanan rupiah dan sentimen global. Pasar menanti data inflasi AS dan mencermati peluang sektor material dasar.
Selasa, 13 Januari 2026 - 10:23 WIB
Ilustrasi IHSG.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa diperkirakan akan bergerak variatif. Sentimen dari dalam negeri hingga global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar saham domestik.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 46,52 poin atau 0,52 persen ke level 8.931,24. Sejalan dengan itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 5,21 poin atau 0,60 persen ke posisi 871,76.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menilai pergerakan IHSG hari ini cenderung fluktuatif dengan peluang bergerak dalam rentang tertentu. Menurutnya, pasar masih mencermati kombinasi sentimen domestik dan global yang saling berimbang.

“IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam kisaran 8.850 hingga 8.950,” ujar Ratih dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan Pasar

Dari sisi domestik, nilai tukar rupiah yang melemah menjadi salah satu faktor yang berpotensi menekan kinerja IHSG. Pelemahan mata uang dinilai dapat berdampak langsung pada sejumlah sektor utama di pasar saham.

Ratih menjelaskan, kondisi tersebut berpengaruh terutama terhadap saham-saham di sektor konsumsi dan perbankan. Kedua sektor ini cukup sensitif terhadap pergerakan nilai tukar karena berkaitan dengan daya beli masyarakat serta biaya pendanaan.

Meski demikian, tekanan tersebut tidak sepenuhnya membayangi seluruh sektor. Pelaku pasar justru mulai melirik peluang di sektor lain yang dinilai memiliki sentimen positif dalam jangka pendek.

Sektor Material Dasar Berpeluang Menarik

Di tengah tekanan rupiah, sektor material dasar menjadi salah satu sektor yang patut dicermati. Reli harga komoditas global masih berlanjut dan memberikan dorongan terhadap saham-saham berbasis bahan baku.

Ratih menilai, pergerakan harga komoditas menjadi katalis positif bagi sektor ini. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah emas, meskipun secara intraday tercatat mengalami pelemahan terbatas.

Harga emas sebelumnya sempat melonjak signifikan dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di kisaran 4.630 dolar AS per troy ons. Koreksi tipis yang terjadi dinilai masih wajar setelah kenaikan tajam tersebut.

Pasar Menanti Data Inflasi Amerika Serikat

Dari sentimen global, pelaku pasar saat ini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan keluar pada Selasa. Data tersebut dinilai penting karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Selain itu, pasar global juga masih mencermati dinamika geopolitik yang berkembang. Namun sejauh ini, pelaku pasar belum menunjukkan respons negatif yang signifikan terhadap risiko geopolitik antara Iran dan Venezuela dengan AS.

AS dikabarkan berencana menerapkan tarif sebesar 25 persen terhadap negara-negara yang masih menjalin kemitraan dengan Iran. Di sisi lain, isu tuduhan kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell juga belum memberikan dampak besar terhadap pergerakan pasar.

Bursa Global Bergerak Beragam

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 0,32 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,16 persen, dan DAX Jerman naik 0,57 persen. Sementara itu, indeks CAC Prancis sedikit melemah 0,04 persen.

Di Wall Street, seluruh indeks utama kompak ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,17 persen ke level 49.590,50, S&P 500 menguat 0,16 persen ke posisi 6.977,27, dan Nasdaq naik tipis 0,08 persen ke level 25.787,66.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergerakan bursa Asia pada pagi hari juga cenderung bervariasi. Indeks Nikkei melonjak 3,44 persen, Hang Seng menguat 1,35 persen, dan Strait Times naik 0,62 persen. Sementara itu, indeks Shanghai tercatat melemah 0,13 persen.

Kombinasi sentimen tersebut membuat pelaku pasar di dalam negeri masih bersikap selektif. IHSG diperkirakan bergerak dinamis dengan peluang naik maupun koreksi terbatas, seiring pelaku pasar menunggu kepastian dari data ekonomi global dan stabilitas domestik. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bupati Masinton Respon Aspirasi Masyarakat Terdampak Bencana Alam Tapteng

Bupati Masinton Respon Aspirasi Masyarakat Terdampak Bencana Alam Tapteng

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu merespon aspirasi ratusan masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.
Tetangga Ungkap Tabiat Asli Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Tetangga Ungkap Tabiat Asli Pejabat Keuangan Pemkab Purwakarta yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Sumi, tetangga pejabat keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta yang ditemukan tewas, Yogi Saleh (40) mengungkap kebiasaan korban sangat tertutup.
Legenda Manchester United Kembali ke Premier League?

Legenda Manchester United Kembali ke Premier League?

Ipswich Town harus memutar otak menjelang laga perdana mereka di Premier League musim depan. Sang arsitek kesuksesan, Kieran McKenna, mendadak memutuskan mundur karena ingin rehat dan fokus bersama keluarga.
Prediksi Skor Piala Dunia 2026: Portugal vs DR Kongo dan Inggris vs Kroasia, Siapa yang Tersenyum di Laga Perdana?

Prediksi Skor Piala Dunia 2026: Portugal vs DR Kongo dan Inggris vs Kroasia, Siapa yang Tersenyum di Laga Perdana?

Piala Dunia 2026 menyajikan dua laga paling menyita perhatian pada Kamis (18/6/2026), yakni duel Portugal vs DR Kongo dan Inggris vs Kroasia. Ini prediksinya.
Pembubaran Diskusi di UGM jadi Sorotan, Mahasiswa hingga Pengamat Menyayangkan

Pembubaran Diskusi di UGM jadi Sorotan, Mahasiswa hingga Pengamat Menyayangkan

Forum diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada yang berakhir ricuh akibat pembubaran paksa, mendapat sorotan dari sejumlah pihak.
Cium Adanya Dugaan Suap, WN Rusia Laporkan Oknum Imigrasi ke KPK

Cium Adanya Dugaan Suap, WN Rusia Laporkan Oknum Imigrasi ke KPK

Seorang warga negara Rusia yang diwakili oleh Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum di Ditjen Imipas.

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia kembali dapat sorotan media Vietnam menjelang bergulirnya berbagai turnamen internasional pada 2026. Tambahan dua pemain anyar jadi perhatian.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT