Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen, DPR Janji Mitigasi agar Tak Terulang: Jangan Sampai!
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - DPR RI angkat bicara perihal defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mendekati ambang batas 3 persen.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, DPR akan melakukan evaluasi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi pada pembahasan APBN berikutnya.
“Ya nanti di komisi terkait kita akan bahas supaya nanti di pembahasan APBN selanjutnya bisa dimitigasi, jangan sampai terulang atau APBN yang akan datang bisa lebih baik,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (13/1/2026).
Puan menegaskan, evaluasi tersebut akan dilakukan bersama pemerintah melalui komisi-komisi terkait.
Hasil pembahasan itu akan menjadi dasar perbaikan dalam penyusunan dan pelaksanaan APBN 2026.
Menurut Puan, fokus DPR tidak hanya pada penyusunan anggaran baru, tetapi juga memastikan pengelolaan fiskal berjalan lebih hati-hati di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Adapun, hal ini disampaikan Puan merespons pertanyaan soal defisit APBN 2025 yang tercatat mendekati 2,92 persen.
Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi agar tidak menekan ruang fiskal di tahun-tahun berikutnya.
Puan memastikan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara lebih ketat agar belanja negara benar-benar tepat sasaran dan risiko defisit dapat dikendalikan.
“Supaya nanti APBN yang akan datang bisa lebih baik,” tegasnya.
Menurutnya, evaluasi APBN 2025 ini menjadi salah satu fokus DPR dalam masa sidang, seiring dimulainya pembahasan awal APBN 2026 bersama pemerintah.
Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2025.
Realisasinya di atas asumsi awal APBN 2025 sebesar Rp616,2 persen atau 2,53 persen dari PDB dan nyaris melampaui batas maksimal yang dipatok Undang-undang (UU) Keuangan Negara, 3 persen dari PDB.
"Walaupun defisit membesar ke Rp695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp606,2 triliun tapi kita tetap jaga bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1). (rpi/rpi)
Load more