Saham BUMI Meroket Nyaris 5 Kali Lipat, Investor Diingatkan Risiko Overhang dan Valuasi Mahal
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Saham BUMI kembali menjadi perbincangan hangat di pasar modal Indonesia. Dalam satu tahun terakhir, harga saham BUMI tercatat melonjak hampir lima kali lipat. Kenaikan saham BUMI ini menarik perhatian investor ritel yang memburu peluang cuan cepat, terutama menjelang proyeksi saham BUMI 2026. Namun, di balik lonjakan harga saham BUMI tersebut, analis mengingatkan adanya risiko besar berupa saham overhang yang bisa menekan harga sewaktu-waktu.
Secara historis, saham BUMI memang pernah mencetak harga tinggi pada 2011. Namun kondisi saat ini dinilai berbeda. Kenaikan saham BUMI kali ini lebih banyak dipicu oleh faktor teknikal dan arus dana, bukan semata karena perbaikan fundamental perusahaan. Karena itu, investor diimbau tidak hanya melihat pergerakan harga saham BUMI hari ini, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya.
Salah satu pemicu utama lonjakan saham BUMI adalah masuknya emiten ini ke dalam indeks MSCI. Masuknya saham BUMI ke indeks global tersebut membuat saham ini otomatis dilirik investor asing, reksa dana internasional, hingga ETF yang menjadikan MSCI sebagai acuan portofolio. Dampaknya, permintaan terhadap saham BUMI meningkat tajam dalam waktu singkat, sehingga harga saham BUMI terdorong naik signifikan.
Efek MSCI Bukan Jaminan Fundamental Kuat
Masuknya saham BUMI ke indeks MSCI kerap dianggap sebagai sinyal bahwa kinerja perusahaan sudah solid. Padahal, MSCI tidak memilih saham berdasarkan kekuatan fundamental, melainkan kriteria teknikal seperti kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, dan porsi saham beredar atau free float yang memadai.
Saat ini, kapitalisasi pasar saham BUMI tercatat mencapai ratusan triliun rupiah dengan free float sekitar 29 persen. Likuiditas saham BUMI juga sangat tinggi karena jumlah saham beredar yang besar. Faktor-faktor inilah yang membuat saham BUMI layak masuk MSCI secara teknis, meskipun valuasinya dinilai mahal.
Dari sisi valuasi, saham BUMI memiliki rasio price to book value (PBV) di atas enam kali. Angka ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kinerja ekuitas yang masih terbatas. Selain itu, margin laba bersih yang tipis dan rasio price to earnings (PER) yang sangat tinggi menjadi catatan tersendiri bagi investor yang mengedepankan analisis fundamental saham BUMI.
Load more