Korban PHK Sritex Bakal Direkrut BUMN Tekstil, Ini Secercah Harapan Baru yang Diungkap Pemerintah-DPR
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah akhirnya memberikan secercah harapan untuk ribuan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang kolaps beberapa waktu lalu.
Diketahui bahwa pemerintah berencana membentuk BUMN Tekstil sebagai langkah strategis untuk menyelamatkan industri tekstil nasional yang belakangan ini melorot.
Menyoroti wacana tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menilai pelemahan kinerja industri tekstil tidak terlepas dari persoalan inefisiensi operasional dan manajemen.
Oleh sebab itu, wacana pembentukan BUMN Tekstil yang digagas lewat Danantara dianggap sebagai jalan keluar baru untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing pabrik tekstil dalam negeri.
“Saat ini banyak industri tekstil mengalami penurunan produksi dan PHK, salah satunya karena inefisiensi. Ide pemerintah melalui Danantara membentuk BUMN Tekstil itu dalam rangka meningkatkan kinerja pabrik, menciptakan efisiensi dan efektivitas, supaya industri tidak gulung tikar,” ujar Nurdin dikutip dari Parlementaria, Minggu (25/1/2026).
Nurdin mengungkapkan, tenaga kerja berpengalaman yang sebelumnya terkena PHK, termasuk eks buruh Sritex, berpeluang direkrut untuk memperkuat BUMN Tekstil.
Melimpahnya sumber daya manusia berpengalaman yang bisa direkrut, nantinya dapat menggenjot produktivitas perusahaan.
“SDM yang sudah berpengalaman bisa direkrut ke BUMN Tekstil, sehingga lebih produktif dengan manajemen yang baru dan terobosan manajemen,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain itu, pembentukan BUMN Tekstil merupakan bagian dari strategi besar Danantara sebagai superholding BUMN dalam melakukan revitalisasi dan penguatan kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.
“Danantara sebagai pusat pengelolaan seluruh BUMN memiliki peran dalam membentuk dan revitalisasi unit usaha agar lebih sehat dan produktif,” pungkas Nurdin.
Secercah Harapan dari Pemerintah
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah menegaskan bahwa rencana pembentukan BUMN Tekstil merupakan upaya untuk mengembangkan sektor tersebut dari hulu hingga hilir.
Penguatan industri tekstil tidak bisa dilakukan secara parsial, sehingga perlu adanya peran negara untuk memastikan kesinambungan industri, mulai dari penyediaan bahan baku di sektor hulu, proses antara atau intermediate hingga produksi barang jadi di sektor hilir.
"Saya kira itu kan bagian dari pemerintah untuk mengembangkan industri tekstil dari hulu, intermediate sampai ke hilir," kata Menperin di Jakarta, Selasa (20/1/2026) dikutip dari Antara.
Menurut Agus Gumiwang, kehadiran BUMN tekstil nanti juga dapat menjadi bentuk afirmasi negara bagi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang selama ini menghadapi tekanan berat.
"Itu kan upaya pemerintah untuk menghidupkan, memberikan sebuah afirmatif pada industri tekstil dari mulai hulu, intermediate sampai hilir," sambungnya.
Terkait kondisi perusahaan tekstil nasional, Menperin mengakui pentingnya untuk melakukan upaya penyelamatan terhadap pelaku industri strategis.
Menurut Agus Gumiwang, perusahaan raksasa seperti Sritex yang sebelumnya pailit, masih punya nilai strategis bagi industri.
"Jadi kalau bisa diselamatkan dengan konsep ownership yang berbeda, itu akan bagus,” katanya.
Lebih lanjut, Menperin menyampaikan ada dana sebesar Rp100 triliun yang disiapkan melalui Danantara diharapkan mampu memacu sektor tersebut.
“Tentu pemerintah berdasarkan arahan dari Pak Presiden, menyiapkan dana sebesar Rp100 triliun itu dengan harapan bisa mengisi kekosongan di sektor TPT, dari mulai hulu, intermediate sampai ke hilir," kata Menperin.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya lagi juga sudah menyebutkan pemerintah tengah menyiapkan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru khusus tekstil.
Diakui Istana bahwa upaya ini digagas setelah Sritex mengalami pailit dan menutup kegiatan operasionalnya.
Prasetyo Hadi juga membenarkan, pemerintah menyiapkan BUMN baru tersebut untuk fokus menangani masalah garmen dan tekstil Danantara.
"Berkaitan dengan kemarin kejadian yang menimpa PT Sritex. Jadi ini sedang proses, kita harapkan dalam waktu dekat semua proses sudah bisa diselesaikan sehingga PT Sritex bagaimana pun kita harus selamatkan dalam artian kegiatan ekonominya tetap harus berjalan," kata Prasetyo saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026). (rpi)
Load more