GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Incar Dana hingga Rp170 Triliun, Pemerintah Siap Terbitkan 8 SBN Ritel Tahun Ini

Melalui rencana 8 kali penerbitan SBN ritel pada tahun ini, pemerintah menargetkan penghimpunan dana pada kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun.
Senin, 26 Januari 2026 - 17:49 WIB
Ilustrasi obligasi dan pasar saham
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah akan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel sebanyak delapan kali sepanjang tahun ini.

Instrumen pembiayaan tersebut ditujukan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan negara sekaligus memperkuat basis investor domestik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui penerbitan SBN ritel, pemerintah menargetkan penghimpunan dana pada kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun.

Target tersebut sejalan dengan strategi pembiayaan APBN yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan fiskal.

Rencana penerbitan SBN ritel ini juga diharapkan memberikan alternatif investasi yang aman bagi masyarakat, dengan jadwal penawaran yang tersebar hampir sepanjang tahun agar investor memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan likuiditas.

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, menjelaskan bahwa pemerintah tidak menetapkan target penerbitan SBN ritel dalam satu angka pasti. Menurutnya, pemerintah menggunakan rentang target untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan.

Pada tahun lalu, pemerintah menetapkan target penerbitan SBN ritel di kisaran Rp150 triliun hingga Rp170 triliun. Dari target tersebut, realisasi penghimpunan dana tercatat mencapai Rp153 triliun.

“Tahun ini berapa? Saya sampaikan sekitar Rp150 triliun hingga Rp170 triliun,” kata Novi.

Secara rinci, penawaran SBN ritel sepanjang 2026 adalah sebagai berikut:

1. Obligasi Ritel Negara (ORI) ORI029: 26 Januari-19 Februari 2026
2. Sukuk Ritel (SR) SR024: 6 Maret-15 April 2026
3. Sukuk Tabungan Negara (ST) ST016: 8 Mei-3 Juni 2026
4. ORI030: 6-30 Juli 2026
5. SR025: 21 Agustus-16 September 2026
6. SWR007: 4 September-21 Oktober 2026
7. SBR015: 28 September-22 Oktober 2026
8. ST07: 6 November-2 Desember 2026

Novi menegaskan bahwa jadwal tersebut bersifat tentatif, namun tetap dapat dijadikan acuan bagi investor untuk menyiapkan dana investasi.

“Jadwalnya tentatif. Tapi biasanya, kalaupun bergeser, ya geser satu-dua hari saja,” tambah Novi.

Ia memastikan penawaran SBN ritel akan tersedia hampir sepanjang tahun, dengan jeda antar penerbitan yang relatif singkat, yakni sekitar satu hingga dua minggu.

Pola ini memberi ruang bagi investor untuk mengatur strategi pembelian secara bertahap sesuai kondisi keuangan masing-masing.

Selain melalui pasar perdana, investor juga memiliki opsi bertransaksi di pasar sekunder untuk seri SBN ritel yang bersifat tradable.

Instrumen seperti ORI dan Sukuk Ritel dapat dibeli kembali di pasar sekunder apabila investor melewatkan masa penawaran awal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi kalau tidak dapat kesempatan pasar perdana, pasar sekunder juga bisa,” tuturnya.

Dengan skema penerbitan yang berkesinambungan dan pilihan transaksi yang fleksibel, pemerintah berharap minat masyarakat terhadap SBN ritel tetap kuat sekaligus mendukung pembiayaan negara secara berkelanjutan. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM. 
Pilih Sapi atau Kambing? Pastikan Hewan Qurban Memenuhi Syarat dalam Islam Sebelum Hari Raya Idul Adha

Pilih Sapi atau Kambing? Pastikan Hewan Qurban Memenuhi Syarat dalam Islam Sebelum Hari Raya Idul Adha

Supaya prosesi ibadah Idul Adha dilakukan sah dan sesuai syariat, terdapat kriteria serta syarat tertentu pada hewan qurban yang wajib diperhatikan oleh pembeli
Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Arsenal Beri Keuntungan kepada Tottenham Hotspur demi Jauhi Manchester City

Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Arsenal Beri Keuntungan kepada Tottenham Hotspur demi Jauhi Manchester City

Arsenal berhasil mempertahankan dominasi mereka di puncak klasemen Liga Inggris 2025-2026 dengan menjaga jarak dari Manchester City. Itu juga menguntungkan untuk rival sekota mereka, Tottenham Hotspur.
NAC Breda Akhirnya Resmi Didegradasi, Suporter Rusuh hingga Laga Kontra Heerenveen Dihentikan

NAC Breda Akhirnya Resmi Didegradasi, Suporter Rusuh hingga Laga Kontra Heerenveen Dihentikan

NAC Breda akhirnya resmi terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Dalam pertandingan melawan Heerenveen, para suporter bersikap rusuh hingga laga dihentikan.
Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Berterima Kasih ke Warga Jawa Barat: Terima Kasih Bagi yang Terus Memberikan Kritik

Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Berterima Kasih ke Warga Jawa Barat: Terima Kasih Bagi yang Terus Memberikan Kritik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba-tiba mengucapkan terima kasih kepada warganya. 
KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Vanja Bukilic dan Kyle Russell Kembali, Jordan Wilson Jadi Wajah Baru

KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Vanja Bukilic dan Kyle Russell Kembali, Jordan Wilson Jadi Wajah Baru

KOVO telah resmi merilis daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada nama lama seperti Vanja Bukilic dan Kyle Russell. Sedangkan Jordan Wilson jadi wajah baru.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT