QRIS Tembus 8 Negara, Bank Indonesia Bidik 17 Miliar Transaksi Digital dan 60 Juta Pengguna di 2026
- YouTube/Bank Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Bank Indonesia (BI) tancap gas memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke pasar global.
Hingga saat ini, sistem pembayaran digital nasional tersebut telah terhubung lintas negara dan akan diperluas ke delapan negara mitra sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem transaksi digital Indonesia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan QRIS kini sudah dapat digunakan di sejumlah negara dan akan terus diperluas ke kawasan strategis Asia hingga Timur Tengah.
“QRIS akan kami perluas ke delapan negara, setelah Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, China, Korea, India, dan juga dengan Saudi Arabia,” ujar Perry saat Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 dikutip melalui YouTube BI, Kamis (29/1/2026).
Seiring ekspansi lintas batas tersebut, BI menargetkan lonjakan signifikan transaksi QRIS sepanjang 2026. Perry menyebut transaksi digital berbasis QRIS ditargetkan mencapai 17 miliar transaksi dengan jumlah pengguna sekitar 60 juta.
“Kami akan dorong bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) 17 miliar transaksi digital di 2026 ini. 60 juta pengguna QRIS, di antaranya adalah 45 juta UMKM,” jelasnya.
BI menilai perluasan QRIS lintas negara tidak hanya memudahkan transaksi wisatawan dan pelaku usaha, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan dan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
Optimisme tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan menguat pada tahun ini.
Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen, ditopang inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2,5 persen ±1 persen.
“Itulah mari optimis, optimis, optimis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Berhentilah wait and see, kalau kita terus dengan wait and see, kita akan ketinggalan kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita lebih baik,” tegas Perry.
Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa proses finalisasi kerja sama QRIS lintas negara dengan China dan Korea Selatan telah memasuki tahap lanjut.
Implementasi diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat untuk mempermudah transaksi masyarakat Indonesia di kedua negara tersebut.
“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal I kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Filianingsih.
Load more