IHSG Diperkirakan Masih Naik-Turun, Investor Pantau Reformasi Pasar Modal
- istimewa - antaranews
“Penguatan yang terjadi kemungkinan bersifat selektif dan bertahap, tidak langsung merata ke seluruh sektor,” katanya.
Dalam kondisi pasar seperti ini, strategi investor dinilai menjadi faktor penentu. Pendekatan defensif dan selektif disarankan, dengan fokus pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, serta peran strategis dalam pembentukan indeks.
Hendra merekomendasikan investor jangka pendek untuk disiplin dalam mengelola risiko dan tidak memaksakan posisi di tengah volatilitas yang masih tinggi. Sementara itu, investor jangka menengah dan panjang dapat mulai melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham berkualitas yang valuasinya sudah lebih rasional.
“Strategi ini penting agar investor tidak terjebak gejolak jangka pendek, tetapi tetap memiliki eksposur ketika pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi,” ujarnya.
Data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026) menunjukkan IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke level 8.329,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke posisi 833,53.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 3.399.348 kali. Sebanyak 57,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp41,33 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham stagnan.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian, di mana optimisme mulai muncul, namun tetap dibayangi kehati-hatian investor terhadap berbagai risiko domestik dan global. (ant/nsp)
Load more