Harga BTC Hari Ini Terjun Bebas, Investor Beralih ke Emas yang Terus Cetak Rekor
- tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com – Harga BTC hari ini kembali tertekan tajam, bahkan saat harga emas justru melesat dan mencetak rekor baru di pasar global. Pergerakan berlawanan antara kripto dan logam mulia ini menegaskan pergeseran besar arus dana investor dari aset berisiko menuju instrumen yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam perdagangan Kamis (5/2/2026), harga BTC hari ini turun ke level sekitar 71.000 dolar AS atau melemah sekitar 7 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya. Level ini menjadi harga terendah bitcoin sejak Oktober 2024, setelah sebelumnya sempat menyentuh rata-rata 112.000 dolar AS pada Mei 2025.
Penurunan harga BTC hari ini ikut menyeret kapitalisasi pasar kripto global. Dalam sehari, nilai pasar aset digital terpangkas sekitar 130 miliar dolar AS atau setara Rp 2.187 triliun. Tekanan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung sejak pertengahan 2025.
Harga BTC Hari Ini Tertekan Sentimen Global
Anjloknya harga BTC hari ini dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent yang menegaskan bahwa Departemen Keuangan AS tidak memiliki kewenangan membeli aset kripto. Pernyataan tersebut ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa pemerintah AS tidak akan memberikan dukungan atau talangan terhadap industri kripto jika terjadi gejolak.
Sentimen negatif juga datang dari manajer investasi ternama Michael Burry, yang menyebut bitcoin dan aset kripto sebagai instrumen spekulatif murni dan tidak dapat disejajarkan dengan emas atau logam mulia lain sebagai penyimpan nilai. Pandangan ini semakin memperkuat tekanan jual, sehingga harga BTC hari ini semakin tertekan.
Lembaga riset pasar 10X Research mencatat, sepanjang setahun terakhir, nilai pasar aset kripto telah menyusut hingga sekitar 1,7 triliun dolar AS. Angka ini bahkan melampaui total nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam setahun.
Investor Tinggalkan Kripto, Emas Justru Bersinar
Di saat harga BTC hari ini melemah, harga emas justru bergerak berlawanan arah. Logam mulia tersebut kembali melonjak setelah sempat terkoreksi singkat di akhir Januari. Dalam perdagangan 2 Februari 2026, harga emas tercatat di 4.662 dolar AS per troy ounce, lalu naik menjadi 4.903 dolar AS per troy ounce sehari kemudian.
Kontrak berjangka emas bahkan diproyeksikan kembali menembus level psikologis 5.000 dolar AS per troy ounce untuk pengiriman April 2026. Reli ini menunjukkan kuatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Beberapa lembaga keuangan global juga memproyeksikan harga emas masih berpeluang naik lebih tinggi. Goldman Sachs memperkirakan harga emas dapat menyentuh 5.400 dolar AS per troy ounce, sementara JPMorgan bahkan memproyeksikan level 6.300 dolar AS per troy ounce pada akhir 2026.
Lonjakan harga emas ini terjadi seiring dengan meningkatnya pembelian oleh bank sentral berbagai negara, yang terus menambah cadangan emas dan mengurangi porsi cadangan valuta asing. Kondisi ini semakin mempertegas pergeseran preferensi investor dari aset digital ke aset fisik yang dinilai lebih stabil.
Kontras Tajam: Harga BTC Hari Ini vs Harga Emas
Pergerakan kontras antara harga BTC hari ini dan harga emas mencerminkan perubahan besar dalam perilaku investor global. Saat pasar diliputi ketidakpastian suku bunga, geopolitik, serta kebijakan moneter Amerika Serikat, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi seperti kripto.
Harga BTC hari ini yang tertekan juga dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan likuiditas global. Rencana perubahan kepemimpinan di Federal Reserve AS dan spekulasi arah kebijakan suku bunga membuat pelaku pasar lebih berhati-hati, terutama terhadap aset yang volatilitasnya tinggi seperti bitcoin.
Sebaliknya, emas kembali menjadi pilihan utama sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Ketika kripto melemah, aliran dana justru menguat ke logam mulia dan instrumen terkait emas, baik dalam bentuk fisik maupun derivatif.
Tekanan Masih Membayangi Pasar Kripto
Analis pasar menilai tekanan terhadap harga BTC hari ini masih berpotensi berlanjut jika tidak ada katalis positif dari sisi regulasi, adopsi institusional, maupun kebijakan moneter global. Tanpa dukungan kebijakan yang jelas dari pemerintah besar seperti Amerika Serikat, pasar kripto dinilai akan tetap bergerak volatil dan rentan terhadap sentimen negatif.
Dalam jangka pendek, investor diperkirakan akan terus mencermati pergerakan harga BTC hari ini sebagai indikator utama arah pasar kripto secara keseluruhan. Sementara itu, reli harga emas diprediksi masih akan berlanjut seiring meningkatnya permintaan global terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang belum mereda.
Kondisi ini semakin menegaskan bahwa, untuk saat ini, emas kembali merebut panggung sebagai aset lindung nilai utama, sementara harga BTC hari ini masih harus menghadapi tekanan besar di tengah perubahan arah arus modal global. (nsp)
Load more