GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tahun Kuda Api 2026 Bikin Pasar “Panas”? Ini Jawaban Apakah Momen Tepat untuk Cuan dari Investasi

Tahun Kuda Api 2026 disebut penuh peluang investasi, tapi juga volatilitas. Simak analisis ekonomi dan strategi agar tetap cuan di tengah dinamika pasar.
Selasa, 17 Februari 2026 - 09:46 WIB
Tahun Kuda Api 2026 Bikin Pasar “Panas”? Ini Jawaban Apakah Momen Tepat untuk Cuan dari Investasi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tahun 2026 dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda Api, sebuah simbol yang sering diasosiasikan dengan energi besar, pergerakan cepat, dan keberanian mengambil peluang. Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan penting bagi pelaku pasar: apakah Tahun Kuda Api benar-benar menjadi waktu yang tepat untuk meraih keuntungan dari investasi?

Pandangan ini tidak hanya dilihat dari sisi astrologi, tetapi juga dianalisis melalui perspektif ekonomi dan pasar modal. Chief Economist sekaligus Macro Strategist di BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menilai Tahun Kuda Api identik dengan dinamika tinggi yang berarti peluang selalu datang bersama volatilitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, simbol kuda dan api sama-sama merepresentasikan kekuatan besar. Kombinasi ini menggambarkan tahun yang penuh perubahan cepat di berbagai sektor ekonomi global.

“Dinamika selalu menghadirkan volatilitas, dan justru volatilitas inilah yang bisa dimanfaatkan investor,” ujarnya dikutip pada hari Selasa (17/2/2026).

Tahun Penuh Guncangan, Tapi Sarat Peluang

Secara historis, Tahun Kuda Api terakhir terjadi pada 1966, periode yang diwarnai perubahan besar dunia, mulai dari revolusi sosial hingga tekanan geopolitik dan inflasi global. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa karakter Tahun Kuda Api sering kali identik dengan fase transisi ekonomi.

Memasuki 2026, kondisi serupa terlihat dalam skala modern. Faktor geopolitik masih menjadi penentu arah pasar sejak beberapa tahun terakhir. Kebijakan perdagangan, konflik kawasan, hingga perang tarif yang kembali digaungkan oleh Donald Trump disebut masih membayangi stabilitas global.

Situasi ini membuat pertumbuhan ekonomi dunia diproyeksikan tetap moderat, meski sejumlah lembaga mulai merevisi naik proyeksinya. Artinya, ekonomi tidak melonjak drastis, tetapi tetap bergerak dalam jalur ekspansi yang berhati-hati.

Bagi investor, kondisi seperti ini bukan sinyal untuk menunggu, melainkan momentum untuk menyusun strategi yang adaptif.

Likuiditas Longgar, Pasar Modal Berpeluang Menguat

Di tengah ketidakpastian global, sejumlah indikator ekonomi justru menunjukkan perbaikan. Daya beli mulai pulih, likuiditas pasar lebih longgar, dan aktivitas usaha meningkat.

Kondisi tersebut secara historis sering diikuti penguatan pasar modal. Investor yang konsisten dan disiplin dinilai memiliki peluang menangkap pertumbuhan, terutama ketika harga aset masih bergerak fluktuatif.

Strategi investasi pada 2026 dinilai tetap relevan dengan pendekatan diversifikasi, yakni mengombinasikan saham dan obligasi. Saham berpotensi memberikan pertumbuhan seiring membaiknya fundamental perusahaan, sementara instrumen fixed income menjadi penyeimbang saat pasar bergejolak.

Stabilitas arah suku bunga global juga membuka ruang masuknya modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tetap Tumbuh Stabil

Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 5,1–5,3 persen. Angka ini ditopang konsumsi dalam negeri, investasi yang mulai ekspansif, serta kondisi likuiditas yang mendukung.

Indeks kepercayaan konsumen yang meningkat menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Uang beredar dan penyaluran kredit juga tumbuh, menandakan roda bisnis kembali bergerak lebih aktif.

Stabilitas ini menjadi pembeda Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan inflasi yang relatif terkendali dan permintaan domestik kuat, peluang investasi tetap terbuka lebar, terutama bagi investor yang selektif membaca sektor potensial.

Perspektif Feng Shui: Energi Besar, Tapi Jangan Terburu-Buru

Selain pendekatan ekonomi, makna Tahun Kuda Api juga dijelaskan dari sudut pandang feng shui. Praktisi feng shui Indonesia, Yulius Fang, menggambarkan elemen tahun ini sebagai kombinasi api kecil yang stabil dan api besar yang bersinar seperti matahari.

Energi tersebut membawa semangat, ambisi, dan dorongan kuat untuk bergerak maju. Orang cenderung ingin bertindak cepat, agresif, dan menjadi yang terdepan dalam berbagai bidang, termasuk investasi.

Namun, di sinilah risiko muncul.

Fenomena FOMO (fear of missing out) berpotensi meningkat karena banyak orang tidak ingin tertinggal tren. Jika tidak dikendalikan, sikap impulsif justru dapat memicu keputusan finansial yang kurang matang.

“Tahun Kuda Api membawa optimisme, tetapi keberhasilan tetap ditentukan strategi yang tenang dan bertahap,” ujarnya.

Strategi Investasi: Bukan Siapa Cepat, Tapi Siapa Konsisten

Karakter utama Tahun Kuda Api bukan sekadar kecepatan, melainkan transformasi. Investor disarankan mengelola arus kas dengan disiplin, menghindari overconfidence, dan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan.

Pendekatan “slow and steady” dinilai lebih relevan dibanding spekulasi jangka pendek. Dalam kondisi pasar yang mudah berubah, konsistensi justru menjadi kunci menjaga hasil investasi tetap optimal.

Kombinasi portofolio, pemilihan aset yang selektif, serta partisipasi aktif investor domestik diyakini akan menentukan kekuatan pasar sepanjang 2026.

Jadi, Apakah Tahun Kuda Api Bisa Bikin Cuan?

Jawabannya: bisa, tetapi bukan secara instan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun 2026 menghadirkan peluang besar melalui dinamika ekonomi, perbaikan likuiditas, dan stabilitas domestik. Namun, karakter tahun ini juga menuntut kehati-hatian karena volatilitas tinggi berjalan beriringan dengan potensi keuntungan.

Bagi investor yang disiplin, mampu membaca momentum, dan tidak terjebak euforia, Tahun Kuda Api justru bisa menjadi fase strategis untuk membangun kekayaan jangka panjang—bukan sekadar mengejar keuntungan sesaat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Di Tengah Ekonomi Menantang, Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh hingga 33,9 Persen

Di Tengah Ekonomi Menantang, Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh hingga 33,9 Persen

Salah satu perusahaan asuransi umum mencatat kenaikan pendapatan dan laba sebelum pajak pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Laba bersih Indonesia Re meningkat sekitar 544 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp10,28 triliun.
Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu Resmi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Pekan Depan Diperiksa!

Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah Polres Metro Jakarta Selatan menaikkan status hukumnya dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan.
Punya Misi Remontada, Malaysia Ingin Pulangkan Thailand untuk Jumpa Garuda Pertiwi di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Punya Misi Remontada, Malaysia Ingin Pulangkan Thailand untuk Jumpa Garuda Pertiwi di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Malaysia memiliki misi remontada untuk membalaskan kekalahan tim dari Garuda Pertiwi di babak penyisihan grup ketika tampil di perebutan juara.
Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Seorang pria berinisial SI (45), warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga tega memperkosa anak kandungnya sendiri, SW (14).
Hampir Digagalkan Putri Nusantara, Yordania Antisipasi Misi Balas Dendam Garuda Pertiwi di Semifinal Srikandi Merdeka Cup

Hampir Digagalkan Putri Nusantara, Yordania Antisipasi Misi Balas Dendam Garuda Pertiwi di Semifinal Srikandi Merdeka Cup

Yordania memberikan antisipasi penuh pada Garuda Pertiwi dalam pertandingan yang akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).

Trending

PELNI Berikan Fasilitas Gratis Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

PELNI Berikan Fasilitas Gratis Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

PELNI membuka pengiriman bantuan kemanusiaan gratis dari seluruh Indonesia untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Ayah di Pamekasan Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil dan Melahirkan

Seorang pria berinisial SI (45), warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diduga tega memperkosa anak kandungnya sendiri, SW (14).
Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Investasi Tumbuh Signifikan, Laba Perusahaan Reasuransi Melonjak 544 Persen

Laba bersih Indonesia Re meningkat sekitar 544 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset perusahaan tercatat mencapai Rp10,28 triliun.
Hampir Digagalkan Putri Nusantara, Yordania Antisipasi Misi Balas Dendam Garuda Pertiwi di Semifinal Srikandi Merdeka Cup

Hampir Digagalkan Putri Nusantara, Yordania Antisipasi Misi Balas Dendam Garuda Pertiwi di Semifinal Srikandi Merdeka Cup

Yordania memberikan antisipasi penuh pada Garuda Pertiwi dalam pertandingan yang akan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026).
Punya Misi Remontada, Malaysia Ingin Pulangkan Thailand untuk Jumpa Garuda Pertiwi di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Punya Misi Remontada, Malaysia Ingin Pulangkan Thailand untuk Jumpa Garuda Pertiwi di Final Srikandi Merdeka Cup 2026

Malaysia memiliki misi remontada untuk membalaskan kekalahan tim dari Garuda Pertiwi di babak penyisihan grup ketika tampil di perebutan juara.
Di Tengah Ekonomi Menantang, Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh hingga 33,9 Persen

Di Tengah Ekonomi Menantang, Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh hingga 33,9 Persen

Salah satu perusahaan asuransi umum mencatat kenaikan pendapatan dan laba sebelum pajak pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT