News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bahlil Tegaskan Mineral Kritis Tetap Wajib Hilirisasi Meski Ada Deal dengan AS, Ekspor Mentah Tetap Ditutup

Bahlil menegaskan Indonesia menganut ekonomi bebas aktif dengan member kesempatan investasi yang setara bagi seluruh negara, termasuk AS, tetapi prosesnya harus tetap mengikuti regulasi nasional.
Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • dok.Setpres

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan komoditas mineral kritis tetap harus melalui proses hilirisasi, meskipun Indonesia menjalin kesepakatan dagang mineral strategis dengan Amerika Serikat (AS).

Bahlil menyampaikan bahwa di tengah dinamika geopolitik dan lonjakan kebutuhan global terhadap mineral kritis, Indonesia kembali menegaskan posisi strategisnya di tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momentum itu menguat setelah pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington, DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang mempererat kemitraan kedua negara.

Bahlil menekankan, bagi Indonesia, kerja sama tersebut bukan sekadar perjanjian perdagangan. Kesepakatan itu merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan kekayaan mineral kritis tidak diekspor dalam bentuk mentah.

Ia menegaskan, setiap peluang investasi yang muncul dari ART harus berujung pada hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Bahlil, Indonesia tetap menganut prinsip ekonomi bebas aktif dengan memberikan kesempatan investasi yang setara bagi seluruh negara, termasuk AS. Namun, seluruh proses harus tetap mengikuti regulasi nasional.

"Untuk mineral kritikal, kami telah bersepakat untuk memfasilitasi bagi pengusaha-pengusaha yang ada di AS untuk melakukan investasi, dengan tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku dalam negara kita. Kita juga akan memberikan prioritas untuk mendukung, memfasilitasi dalam rangka eksekusi. Termasuk, dalamnya ada investasinya," tutur Bahlil saat menyampaikan keterangan pers di Washington, AS, Jumat (20/2/2026) waktu setempat.

Ia kembali menegaskan, tidak ada perubahan kebijakan terkait larangan ekspor mineral mentah. Pemerintah tetap konsisten menjalankan program hilirisasi nasional dan tidak berencana membuka ekspor bahan mentah.

"Jadi, katakanlah mereka membangun smelter di Indonesia untuk nikel, kita akan dorong, kita akan kasih ruang yang sebesar-besarnya, sama juga dengan negara lain. Jadi, jangan diartikan bahwa kita akan membuka ekspor barang mentah. Yang dimaksudkan di sini adalah mereka setelah melakukan pemurnian, kemudian hasilnya bisa diekspor. Biar clear nih, biar tidak ada salah interpretasi," tegas Bahlil.

Sebagai contoh, Bahlil menyinggung investasi yang telah direalisasikan PT Freeport Indonesia melalui pembangunan smelter tembaga dengan nilai hampir 4 miliar dolar AS, yang disebut sebagai salah satu fasilitas terbesar di dunia.

Menurutnya, pola investasi serupa dapat diterapkan untuk pengembangan mineral kritis lain seperti nikel, logam tanah jarang, dan emas.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menawarkan dua skema investasi bagi perusahaan asal AS. 

Skema pertama berupa penawaran langsung untuk kegiatan eksplorasi. Skema kedua melalui kemitraan atau joint venture dengan badan usaha milik negara (BUMN).

"Begitu mereka sudah berproduksi dan membangun smelter atau hilirisasinya, maka hak mereka untuk mengekspor ke Amerika," sambungnya.

Meski membuka peluang bagi AS, Bahlil menegaskan Indonesia tidak membatasi kerja sama hanya pada satu negara. Pemerintah tetap memberi ruang kepada negara lain untuk berinvestasi di sektor mineral kritis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menekankan kebijakan tersebut tidak bersifat eksklusif, melainkan berlandaskan prinsip keterbukaan dan keadilan bagi seluruh mitra strategis.

"Kita berikan ruang sama juga dengan negara-negara lain, jadi equity treatment saja," jelas Menteri ESDM. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Update BSU 2026 Rp900 Ribu, Sudah Cair atau Belum? Segera Cek Melalui 4 Cara Ini

Update BSU 2026 Rp900 Ribu, Sudah Cair atau Belum? Segera Cek Melalui 4 Cara Ini

Update BSU 2026 Rp900 ribu periode Oktober-Desember sudah cair atau belum? Segera cek melalui 4 cara ini.
Mengenal Tedak Siten, Tradisi Adat Jawa yang Digelar Via Vallen

Mengenal Tedak Siten, Tradisi Adat Jawa yang Digelar Via Vallen

Sosok pedangdut Via Vallen bersama suaminya menggelar upacara adat Tedak Siten untuk anak keduanya yang bernama Namy Shafiyyah Azzahra biasa disapa Shazza.
Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib EPA U-18 Ditangkap

Terduga Pelaku Penyerangan Bus Persib EPA U-18 Ditangkap

Polresta Batang mengamankan seorang terduga pelaku penyerangan bus Persib EPA U-18 yang diketahui berinisial BPA (33 tahun) saat hendak kembali ke Jakarta.
Tetap Menolak Jika Waktu Diputar Kembali, Radja Nainggolan Sebut Bisa Bela Timnas Indonesia Selama 15 Tahun

Tetap Menolak Jika Waktu Diputar Kembali, Radja Nainggolan Sebut Bisa Bela Timnas Indonesia Selama 15 Tahun

Radja Nainggolan beralasan jika saat itu sepak bola Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Beredar Kabar Pemadaman Listrik Terencana pada 12-14 Oktober 2026, PLN Batam: Hoax

Beredar Kabar Pemadaman Listrik Terencana pada 12-14 Oktober 2026, PLN Batam: Hoax

Terkait kabar adanya pemadaman listrik terencana selama tiga hari pada 12-14 Oktober 2026, PT PLN Batam, Kepulauan Riau membantahnya.
Sarwendah Akui Video Call Ruben Onsu Disunting, tapi Tidak Direkayasa

Sarwendah Akui Video Call Ruben Onsu Disunting, tapi Tidak Direkayasa

Sarwendah mengakui bahwa video call pribadi Ruben Onsu dengan seorang pria yang diunggahnya di Instagram telah disunting, tapi tidak direkayasa.

Trending

Rival Terberat Megawati Hangestri Menggila di KOVO Cup 2026, Antar Hi-Pass Tumbangkan Juara Bertahan

Rival Terberat Megawati Hangestri Menggila di KOVO Cup 2026, Antar Hi-Pass Tumbangkan Juara Bertahan

Moma Bassoko, rival terberat Megawati Hangestri di Liga Voli Korea, tampil gemilang dengan 25 poin saat mengantarkan Korea Expressway Hi-Pass menumbangkan juara
Sempat Jadi Komentator, Sahabat Megawati Hangestri Comeback dan Langsung Bersinar di KOVO Cup 2026

Sempat Jadi Komentator, Sahabat Megawati Hangestri Comeback dan Langsung Bersinar di KOVO Cup 2026

Sahabat Megawati Hangestri, Pyo Seung-ju, akhirnya comeback ke lapangan setelah sempat setahun menjadi komentator dan langsung membantu Pink Spiders menang.
Tak Pernah Benci dengan Indonesia, Radja Nainggolan Kenang Kisah Miris di Balik Kepergian Sang Ayah

Tak Pernah Benci dengan Indonesia, Radja Nainggolan Kenang Kisah Miris di Balik Kepergian Sang Ayah

Tak pernah benci dengan Indonesia, ternyata Radja Nainggolan punya kisah miris dengan orang yang mengalirkan darah Indonesia padanya, yakni ayahnya sendiri. 
Rivan Nurmulki Main Abroad Lagi, Bintang Timnas Voli Indonesia Gabung Klub Liga Voli Vietnam

Rivan Nurmulki Main Abroad Lagi, Bintang Timnas Voli Indonesia Gabung Klub Liga Voli Vietnam

Bintang Timnas Voli Indonesia, Rivan Nurmulki akan kembali berkarier di luar negeri. Pemain yang berposisi sebagai opposite itu bergabung dengan The Cong Tan Cang pada putaran kedua Liga Voli Vietnam 2026.
ISPU Palembang Masuk Kategori Berbahaya Dengan Nilai 433, Ribuan Hotspot Karhutla Terdeteksi di Sumsel

ISPU Palembang Masuk Kategori Berbahaya Dengan Nilai 433, Ribuan Hotspot Karhutla Terdeteksi di Sumsel

Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, mengalami kenaikan 1.917 titik pada Senin 12 Oktober 2026. Atas kenaikan hotspot tersebut, membua
Pelaku Bullying di Telkom University Bertambah Jadi Empat Orang, Keempatnya Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Pelaku Bullying di Telkom University Bertambah Jadi Empat Orang, Keempatnya Mahasiswa Baru Angkatan 2026

Telkom University menjatuhkan sanksi kepada empat mahasiswa baru yang terlibat dalam kasus bullying terhadap rekan sekamar di asrama putra. Seluruh pihak yang terlibat merupakan mahasiswa baru angkatan 2026.
Dari Skandal Paspor ke Juara FIFA ASEAN Cup, Dean James Ternyata Takut Tak Bisa Lagi Bela Timnas Indonesia 

Dari Skandal Paspor ke Juara FIFA ASEAN Cup, Dean James Ternyata Takut Tak Bisa Lagi Bela Timnas Indonesia 

Dean James sempat menjadi Si Anak Hilang setelah terkena skandal paspor yang melibatkan para pemain naturalisasi kelahiran Belanda di akhir musim 2025-2026 lalu. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT