GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Putusan MA AS Guncang Kesepakatan Dagang, Airlangga: Perjanjian RI–AS Tetap Jalan Meski Tarif Trump Dibatalkan

Putusan MA AS batalkan tarif Trump, Airlangga pastikan perjanjian dagang Indonesia–AS tetap berjalan sambil dikaji ulang dalam masa konsultasi 60 hari.
Minggu, 22 Februari 2026 - 01:00 WIB
Ilustrasi - Ekspor Indonesia terancam tarif Trump.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal global Presiden Donald Trump memicu pertanyaan besar terhadap arah hubungan dagang sejumlah negara, termasuk Indonesia. Di tengah perubahan drastis itu, pemerintah memastikan bahwa perjanjian bilateral yang sudah diteken dengan Amerika Serikat masih tetap berproses.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kesepakatan antara Indonesia dan AS tidak otomatis gugur oleh putusan pengadilan tersebut. Menurutnya, perjanjian yang telah ditandatangani kedua negara tetap berjalan karena masih berada dalam masa transisi sebelum berlaku penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini adalah perjanjian antarnegara. Saat ini masih berproses, karena dalam klausul disepakati ada periode 60 hari setelah penandatanganan untuk konsultasi dengan institusi masing-masing,” ujar Airlangga dalam keterangan pers, Sabtu (21/2/2026).

Putusan Hukum di AS Tak Langsung Menghentikan Kesepakatan

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung AS menyatakan kebijakan tarif global yang sebelumnya diberlakukan pemerintahan Donald Trump bertentangan dengan konstitusi. Presiden dinilai tidak memiliki kewenangan inheren untuk menetapkan tarif besar secara sepihak kepada berbagai negara.

Kebijakan tersebut sebelumnya menggunakan dasar Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) 1977, yang ditafsirkan sebagai landasan untuk mengatur perdagangan dalam kondisi darurat. Namun, gugatan dari sejumlah negara bagian dan pelaku usaha membuat pengadilan menilai penerapan tarif itu melampaui mandat hukum karena Kongres tidak pernah memberikan kewenangan perpajakan seluas itu kepada presiden.

Putusan ini langsung mengguncang lanskap perdagangan global, sebab banyak negara—termasuk Indonesia—telanjur menyesuaikan skema ekspor, tarif, hingga rantai pasok berdasarkan kebijakan tersebut.

Indonesia Sudah Teken, Kini Masuk Masa Penyesuaian

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia termasuk negara yang telah lebih dulu menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS sebelum putusan tersebut keluar. Karena itu, pemerintah kini berada dalam fase konsultasi dan harmonisasi kebijakan.

Ia mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan otoritas perdagangan AS dan memperoleh sinyal bahwa negara-negara yang sudah menandatangani perjanjian akan tetap dibahas dalam keputusan kabinet mereka.

Indonesia, kata Airlangga, juga mengajukan kepentingan khusus dalam kesepakatan itu. Salah satunya terkait tarif yang sudah disepakati sebesar 0 persen untuk sejumlah komoditas strategis agar tetap dipertahankan.

“Kita meminta yang sudah 0 persen tetap berjalan, karena itu menyangkut supply chain penting,” ujarnya.

Komoditas yang dimaksud mencakup sektor elektronik, crude palm oil (CPO), tekstil, produk pangan, hingga beberapa lini manufaktur yang telah terintegrasi dalam rantai pasok ekspor ke pasar AS.

Dampak pada Data dan Integrasi Sistem Perdagangan

Selain soal tarif, kesepakatan dagang yang telah diteken juga mencakup kerja sama teknis yang lebih luas, termasuk integrasi sistem perdagangan, pertukaran data pendukung logistik, serta mekanisme verifikasi untuk memperlancar arus barang.

Skema inilah yang kemudian menjadi sorotan publik, karena implementasi awalnya membuat sejumlah data pendukung perdagangan lintas negara—yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi nasional—harus mengalir dalam sistem kerja sama bilateral tanpa biaya tambahan sebagai bagian dari fasilitasi perdagangan.

Pemerintah menilai mekanisme tersebut merupakan praktik umum dalam perjanjian dagang modern untuk memastikan transparansi dan efisiensi rantai pasok. Namun, perubahan kebijakan di AS membuat aspek ini kini ikut dikaji ulang agar tetap sejalan dengan kepentingan nasional.

Pemerintah Diminta Hitung Ulang Risiko

Airlangga menyebut perkembangan terbaru itu sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta seluruh jajaran ekonomi mempelajari konsekuensi hukum, fiskal, dan perdagangan secara mendalam sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Kami diminta mempelajari seluruh risiko yang mungkin timbul. Indonesia harus siap dengan berbagai skenario,” kata Airlangga.

Ia menambahkan bahwa potensi perubahan kebijakan AS sebenarnya sudah diantisipasi sejak awal negosiasi. Karena itu, pemerintah menilai masih ada ruang untuk menyesuaikan implementasi tanpa harus membatalkan keseluruhan kerja sama.

Dunia Usaha Global Juga Terdampak

Sebelumnya, kebijakan tarif era Trump memang menuai protes luas, baik di dalam negeri AS maupun dari mitra dagang. Banyak perusahaan mengeluhkan kenaikan biaya impor secara tiba-tiba yang membuat harga barang melonjak dan menciptakan ketidakpastian pasar.

Sejumlah pelaku usaha kecil di AS bahkan menjadi bagian dari gugatan hukum karena menilai tarif tersebut merugikan bisnis domestik. Mereka berpendapat regulasi yang dipakai pemerintah tidak secara eksplisit memberikan kewenangan penetapan tarif, sehingga berpotensi melanggar prinsip pemisahan kekuasaan.

Putusan Mahkamah Agung akhirnya menjadi titik balik yang bukan hanya berdampak pada kebijakan dalam negeri AS, tetapi juga menyeret ulang berbagai perjanjian dagang global yang telanjur disusun.

Indonesia Tunggu Kejelasan 60 Hari

Kini, pemerintah Indonesia memilih menunggu perkembangan hingga masa konsultasi 60 hari berakhir. Dalam periode itu, kedua negara akan mengevaluasi kembali detail implementasi perjanjian, termasuk tarif, rantai pasok, serta mekanisme teknis lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan stabilitas ekspor nasional tetap terjaga di tengah dinamika hukum dan politik perdagangan Amerika Serikat.

Ke depan, pemerintah menegaskan akan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kerja sama ekonomi tetap menguntungkan tanpa mengorbankan kepentingan strategis nasional. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kisah Mengharukan Manny Pacquiao: Jadi Juara Dunia, tapi Pernah Menyaksikan Adiknya Kelaparan

Kisah Mengharukan Manny Pacquiao: Jadi Juara Dunia, tapi Pernah Menyaksikan Adiknya Kelaparan

Manny Pacquiao siap kembali ke ring untuk menghadapi Ruslan Provodnikov pada 18 April, membawa semangat juara dunia yang lahir dari perjalanan hidup penuh.
Akhirnya Pria Aceh Hina Nabi Muhammad Dibekuk Polisi, Polda Aceh Ceritakan Kronologinya

Akhirnya Pria Aceh Hina Nabi Muhammad Dibekuk Polisi, Polda Aceh Ceritakan Kronologinya

Akhirnya pria Aceh hina Nabi Muhammad dibekuk polisi. Bahkan pihak kepolisian menjelaskan, pria Aceh pemilik akun Instagram tersadarkan5758, Dedi Saputra hina
2 Gol Kilat O’Reilly! Manchester City Tekuk Newcastle, Arsenal Mulai Ketar-ketir

2 Gol Kilat O’Reilly! Manchester City Tekuk Newcastle, Arsenal Mulai Ketar-ketir

Dua gol cepat Nico O’Reilly membawa Manchester City menang tipis 2-1 atas Newcastle United dalam lanjutan Liga Premier, Minggu (22/2/2026).
Agrinas Kena Serang DPR Terkait Impor 105.000 Pikap India, Iman: Jangan Menguntungkan Golongan Tertentu

Agrinas Kena Serang DPR Terkait Impor 105.000 Pikap India, Iman: Jangan Menguntungkan Golongan Tertentu

PT Agrinas Pangan Nusantara kena serang Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, A Iman Sukri melalui kiritik. Pasalnya, Agrinas berencana mengimpor 105 ribu
Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Upaya Hentikan Program MBG Lewat Surat UNICEF, Natalius Pigai: Ketua BEM UGM Lawan Prinsip HAM

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) meminta program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk segera dihentikan.
Presiden RI Bertemu Presiden AS dan 12 Pengusaha AS, Prabowo Beberkan Isi Pertemuannya

Presiden RI Bertemu Presiden AS dan 12 Pengusaha AS, Prabowo Beberkan Isi Pertemuannya

Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela pertemuan Board of Peace (BoP) atau Dewan

Trending

Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Natalius Pigai Balas Sentilan Ketua BEM UGM Terkait MBG: Seirama dengan HAM!

Menteri HAM Natalius Pigai balas sentilan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto terkait pengiriman surat kepada UNICEF soal tuntutan kuat penghentian program MBG.
Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Unggahan Dwi Sasetyaningtyas Melebar, Pengakuan Soal Mobil, Sopir, hingga Ajudan Diduga Gunakan Fasilitas Negara

Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas melebar setelah pengakuan dirinya soal mobil, sopir, hotel, dan ajudan saat riset memicu dugaan penggunaan fasilitas negara.
Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Usai Jejak Mertua Dwi Sasetyaningtyas Dikorek Warganet, Laporan Harta Syukur Iwantoro Ikut Terseret Polemik

Nama Syukur Iwantoro, mertua Dwi Sasetyaningtyas, ikut disorot. Warganet membongkar laporan kekayaan Rp3,09 miliar yang tercatat di LHKPN KPK.
Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Polisi Ungkap Kronologi hingga Alat Anggota Brimob untuk Habisi Nyawa Siswa di Tual

Warga Kota Tual masih menyoroti kasus tewasnya siswa MTS Negeri Maluku Tenggara, karena diduga dianiaya oleh anggota Brimob, Bripda MS. Bahkan, para warga ingin
Hasil Liga Inggris: Chelsea Puas Berbagi Poin untuk Geser Manchester United di Klasemen

Hasil Liga Inggris: Chelsea Puas Berbagi Poin untuk Geser Manchester United di Klasemen

Chelsea harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Burnley pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (21/2/2026).
Kontroversi Panas! Allesandro Bastoni Masih Dikecam Suporter Lecce Usai Insiden Lawan Juventus

Kontroversi Panas! Allesandro Bastoni Masih Dikecam Suporter Lecce Usai Insiden Lawan Juventus

Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni, masih belum lepas dari sorotan kontroversi perilaku tidak sportif yang terjadi pekan lalu.
Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Soal Kasus Anggota Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Kapolri: Kita Transparan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkomentar soal insiden anggota brimob diduga aniaya seorang siswa di Tual. Kata Kapolri, pihaknya memastikan penanganan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT