News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Produk Surya RI Kena Palu Trump: Tarif 104 Persen Mengguncang Ekspor Indonesia ke AS

Produk sel dan panel surya Indonesia resmi dikenai tarif 104 persen oleh AS era Trump. Kebijakan ini mengguncang ekspor energi terbarukan RI.
Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB
Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • dok.humas Prabowo

Jakarta, tvOnenews.com - Produk unggulan energi terbarukan Indonesia mendadak menjadi sorotan global. Sel dan panel surya buatan Indonesia resmi dikenai tarif impor sementara hingga 104 persen oleh Pemerintah Amerika Serikat. Kebijakan ini diputuskan di era pemerintahan Presiden Donald Trump, dan langsung memukul daya saing produk Indonesia di pasar energi surya Negeri Paman Sam.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat (Department of Commerce/DOC) sebagai bagian dari pengenaan countervailing duties atau bea masuk imbalan atas impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Indonesia tercatat sebagai negara dengan tarif tertinggi kedua setelah India.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tarif 104 Persen untuk Produk Surya Indonesia

Berdasarkan lembar fakta resmi DOC yang dikutip Reuters, tarif subsidi umum untuk produk sel dan panel surya asal Indonesia ditetapkan sebesar 104,38 persen. Sementara India dikenai tarif 125,87 persen dan Laos 80,67 persen.

DOC menilai produsen sel dan panel surya di ketiga negara tersebut menerima subsidi pemerintah yang dinilai tidak adil dan membuat produk buatan Amerika Serikat kalah bersaing. Akibatnya, produk impor dari Asia dianggap mendistorsi pasar energi surya AS.

“Subsidi ini membuat produk dalam negeri AS tidak kompetitif,” demikian salah satu poin penilaian DOC.

Impor Jumbo Jadi Alasan Utama AS

Amerika Serikat mencatat lonjakan besar impor panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Total nilai impor dari ketiga negara ini mencapai sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp75,44 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut menyumbang hampir dua pertiga dari total impor panel surya AS dalam satu tahun.

Bagi Washington, dominasi produk impor ini dinilai mengancam industri panel surya domestik yang sedang dibangun ulang melalui investasi besar-besaran. Tarif tinggi pun dianggap sebagai “tameng” untuk melindungi produsen lokal.

Produsen Indonesia Kena Tarif Individual Lebih Tinggi

Tak hanya tarif umum, DOC juga menetapkan tarif individual untuk sejumlah produsen. Untuk perusahaan asal Indonesia, dua nama menjadi perhatian utama:

  • PT Blue Sky Solar dikenai tarif mencapai 143,3 persen

  • PT REC Solar Energy dikenai tarif 85,99 persen

Besaran tarif ini membuat harga produk Indonesia di pasar AS melonjak drastis, bahkan berpotensi tidak lagi kompetitif dibandingkan produk lokal maupun negara lain yang tidak terkena kebijakan serupa.

Bukan Kali Pertama, Asia Jadi Target Tarif Surya AS

Langkah ini melanjutkan tren panjang proteksionisme AS terhadap produk panel surya asal Asia. Selama lebih dari satu dekade, AS secara konsisten mengenakan tarif tinggi terhadap panel surya murah yang banyak diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan China.

Sebelumnya, AS juga telah mengenakan tarif tinggi terhadap produk serupa dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Dampaknya signifikan: impor panel surya dari keempat negara tersebut langsung merosot tajam.

Kini, giliran Indonesia yang masuk daftar sasaran kebijakan perdagangan ketat Washington.

Gugatan Industri Surya AS di Balik Kebijakan

Kebijakan tarif 104 persen ini merupakan tahap pertama dari dua keputusan penting dalam kasus perdagangan yang diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Aliansi ini mewakili sejumlah raksasa industri panel surya AS seperti Hanwha Qcells, First Solar, dan Mission Solar.

Pengacara utama aliansi, Tim Brightbill, menyebut keputusan DOC sebagai langkah krusial untuk memulihkan persaingan yang adil di industri surya AS. Menurutnya, miliaran dolar investasi untuk membangun pabrik dan menciptakan lapangan kerja akan sia-sia jika impor murah terus membanjiri pasar.

Ancaman Tambahan Masih Mengintai

Masalah bagi Indonesia belum selesai. Bulan depan, DOC dijadwalkan mengeluarkan keputusan lanjutan untuk menilai apakah produsen dari Indonesia, India, dan Laos menjual produk mereka di AS di bawah biaya produksi (dumping).

Jika tuduhan dumping terbukti, bukan tidak mungkin tarif tambahan akan kembali dikenakan. Artinya, hambatan ekspor produk energi surya Indonesia ke AS bisa semakin berat.

Pukulan bagi Ekspor Energi Terbarukan RI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tarif 104 persen ini menjadi ujian serius bagi ambisi Indonesia di sektor energi terbarukan global. Di satu sisi, Indonesia tengah mendorong hilirisasi dan ekspor produk ramah lingkungan. Di sisi lain, kebijakan proteksionis negara tujuan ekspor justru mempersempit ruang gerak industri nasional.

Bagi pelaku industri, keputusan AS ini bukan sekadar isu dagang, melainkan alarm keras bahwa persaingan global di sektor energi hijau semakin sarat kepentingan geopolitik dan proteksi pasar. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Viral, Detik-detik Pemuka Agama Diduga Cabuli 50 Siswi di Pati, Kuasa Hukum Korban: Ada yang SMP

Mencuat kabar terkait detik-detik pemuka gama di Pati, Jateng diduga cabuli 50 siswi. Kabar itu viral di media sosial, hingga menyedot perhatian dan komentar
Merespons Kasus Bayi Dianiaya di Baby Preneur, Pemkot: Hanya Ada 6 Daycare yang Legal di Banda Aceh

Merespons Kasus Bayi Dianiaya di Baby Preneur, Pemkot: Hanya Ada 6 Daycare yang Legal di Banda Aceh

Pemkot Banda Aceh menegaskan bahwa hanya ada enam (6) tempat penitipan anak (TPA/daycare) legal atau memiliki izin operasional di Ibu Kota provinsi Aceh itu.
Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Tak Tanggung-tanggung Jamin Keselamatan Publik, KDM Desak Polisi Tindak Ormas Penguasa Pintu Kereta Api

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM, secara tegas mendesak polisi untuk tindak tegas dan menertibkan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang
Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Minta Maaf Soal Pernyataan Usulan Gerbong KRL Perempuan Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA: Saya Mohon Maaf Sebesar-besarnya

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara terbuka menyampaikan penyesalannya atas pernyataan yang dinilai kurang tepat setelah peristiwa kecelakaan kereta api di Bekasi.
Buntut Kasus Bayi 18 Bulan Dianiaya di Daycare, Wawalkot Banda Aceh Segel Baby Preneur

Buntut Kasus Bayi 18 Bulan Dianiaya di Daycare, Wawalkot Banda Aceh Segel Baby Preneur

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah menyegel tempat penitipan anak Daycare Baby Preneur di kawasan Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh,
Dominasi Megawati Hangestri di Proliga 2026: Meski Cedera Lutut Megatron Justru Raih Dua Penghargaan Sekaligus!

Dominasi Megawati Hangestri di Proliga 2026: Meski Cedera Lutut Megatron Justru Raih Dua Penghargaan Sekaligus!

Dalam situasi fisik yang belum sepenuhnya pulih, Megawati Hangestri justru tampil sebagai sosok paling dominan di Proliga 2026. Megatron sabet dua gelar indivdu

Trending

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Dua Musim Bersinar Bersama Red Sparks, Megawati Hangestri Siap Kembali Jadi Ancaman di Liga Voli Korea?

Lebih dari sekadar pulih, keputusan Megawati Hangestri kembali ke liga voli Korea juga didorong oleh ambisi yang belum tuntas. Dua musim bersama Red Sparks
Joong Archen Disambut Meriah di Jakarta, Fans Padati Acara Pop-up Parfum di Grand Indonesia

Joong Archen Disambut Meriah di Jakarta, Fans Padati Acara Pop-up Parfum di Grand Indonesia

Joong Archen kembali menyapa penggemarnya di Indonesia dengan menghadiri acara pop-up store Viktor&Rolf yang digelar di Grand Indonesia, Rabu (29/4/2026). 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Sebelum Meninggal, Mia Citra Terjepit Dalam Kereta 10 Jam dan Sempat Dirawat di RSUD Bekasi

Sebelum Meninggal, Mia Citra Terjepit Dalam Kereta 10 Jam dan Sempat Dirawat di RSUD Bekasi

Korban tewas akibat tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang.
Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Jalan Diponegoro Bandung Ditutup? Dedi Mulyadi Tak Habir Pikir Pemasangan Spanduk Penutupan Tanpa Izin Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) tidak memperintahkan pemasangan spanduk penutupan Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada 30 April hingga 7 Agustus 2026.
Ramalan Keuangan Zodiak 1 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak 1 Mei 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 1 Mei 2026 untuk  Libra hingga Pisces berpeluang stabil secara finansial, meski harus hadapi pengeluaran dan keputusan penting.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT