News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

BEI Gas Pol Penegakan Aturan: 3.040 Sanksi Dijatuhkan ke 453 Emiten Sepanjang 2025

BEI menjatuhkan 3.040 sanksi kepada 453 emiten sepanjang 2025. Pelanggaran laporan keuangan dan free float jadi yang terbanyak.
Senin, 2 Maret 2026 - 15:03 WIB
Aktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com - Bursa Efek Indonesia memperlihatkan sikap tegas dalam menjaga disiplin dan tata kelola pasar modal. Sepanjang tahun 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menjatuhkan 3.040 sanksi kepada 453 perusahaan tercatat (emiten). Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa otoritas bursa tidak memberi toleransi terhadap pelanggaran kewajiban emiten, terutama yang menyangkut transparansi dan keterbukaan informasi.

Komitmen Jaga Integritas Pasar Modal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menegaskan, ribuan sanksi tersebut merupakan bagian dari komitmen BEI untuk menjaga integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia. Menurutnya, pengawasan kepatuhan emiten dilakukan secara konsisten, dan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“BEI secara konsisten melakukan pemantauan atas pemenuhan kewajiban tersebut dan akan mengenakan sanksi sesuai Peraturan Bursa Nomor I-H apabila ditemukan pelanggaran, guna memastikan perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Penegasan ini sekaligus menunjukkan bahwa penguatan tata kelola emiten menjadi prioritas utama di tengah dinamika pasar modal yang semakin kompleks.

Laporan Keuangan Jadi Sumber Pelanggaran Terbesar

Dari total 3.040 sanksi yang dijatuhkan sepanjang 2025, pelanggaran paling dominan berasal dari keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan (LK). BEI mencatat ada 1.223 sanksi yang diberikan kepada 196 emiten hanya karena kewajiban ini tidak dipenuhi tepat waktu.

Keterlambatan laporan keuangan dinilai sebagai pelanggaran serius karena laporan tersebut menjadi dasar utama investor dalam menilai kinerja dan kesehatan perusahaan.

Selain itu, BEI juga menjatuhkan:

  • 577 sanksi kepada 134 emiten akibat keterlambatan Laporan Bulanan Registrasi Efek

  • 454 sanksi kepada 214 emiten terkait keterlambatan atau ketidakpatuhan atas Permintaan Penjelasan dari bursa

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan administratif masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi ratusan emiten.

Free Float dan Public Expose Tak Luput dari Sanksi

Tak hanya laporan keuangan, kewajiban free float juga menjadi sorotan BEI. Sepanjang 2025, terdapat 386 sanksi yang dijatuhkan kepada 83 emiten karena belum memenuhi ketentuan kepemilikan saham publik minimum.

Sementara itu, pelanggaran keterbukaan informasi melalui public expose juga cukup tinggi. BEI mencatat 211 sanksi diberikan kepada 160 emiten yang terlambat atau tidak melaksanakan kewajiban public expose sesuai ketentuan.

Selain kategori utama tersebut, BEI juga menjatuhkan 189 sanksi lain-lain kepada 126 emiten. Kategori ini mencakup berbagai kewajiban penting, antara lain:

  • Pembayaran biaya pencatatan tahunan (Annual Listing Fee/ALF)

  • Laporan kesiapan dana jatuh tempo obligasi dan/atau sukuk

  • Laporan kegiatan eksplorasi bagi perusahaan pertambangan

  • Kesalahan penyajian informasi dalam laporan keuangan maupun keterbukaan informasi lainnya

Awal 2026 Masih Diwarnai Sanksi

Memasuki Januari 2026, tren penegakan disiplin masih berlanjut. BEI mencatat telah menjatuhkan 294 sanksi kepada 142 emiten hanya dalam satu bulan.

Menariknya, sekitar 57 persen dari total sanksi Januari 2026 masih didominasi pelanggaran terkait:

  • Keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan

  • Kewajiban pelaksanaan public expose

Beberapa sanksi berat yang dijatuhkan antara lain Surat Peringatan Tertulis III hingga suspensi atas keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan interim per 30 September 2025. Selain itu, terdapat Peringatan Tertulis II dan denda bagi emiten yang belum menyelenggarakan public expose tahunan hingga batas waktu 31 Desember 2025.

Tak Hanya Sanksi, BEI Juga Lakukan Pembinaan

Meski tegas dalam penindakan, BEI menegaskan tidak hanya mengedepankan sanksi. Sepanjang 2025, bursa juga aktif melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas dan kepatuhan perusahaan tercatat.

Menurut Kautsar, kegiatan pembinaan tersebut meliputi:

  • Sosialisasi bulanan Peraturan Pasar Modal

  • Pelatihan penggunaan sarana pelaporan elektronik SPE-IDXNet

  • Sosialisasi penyampaian laporan keuangan berbasis XBRL

  • Sosialisasi pemenuhan kewajiban free float bagi emiten baru maupun yang belum patuh

  • Program Compliance Refreshment untuk emiten dengan tingkat kepatuhan rendah

  • Kegiatan one-on-one meeting, seminar, workshop, hingga roadshow untuk meningkatkan exposure emiten dan memperluas basis investor

Langkah ini menunjukkan pendekatan BEI yang tidak semata represif, tetapi juga edukatif.

Disiplin Emiten Jadi Kunci Kepercayaan Investor

BEI menegaskan, disiplin dan kepatuhan emiten merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan investor. Pasar modal yang transparan dan tertib diyakini akan menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ke depan, BEI akan terus berupaya meningkatkan disiplin perusahaan tercatat melalui pembinaan berkelanjutan, pemantauan pemenuhan kewajiban, serta pengenaan sanksi atas pelanggaran,” tegas Kautsar.

Dengan ribuan sanksi yang telah dijatuhkan, pesan BEI kepada emiten jelas: keterbukaan, kepatuhan, dan tata kelola yang baik bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban mutlak demi menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Tinju Dunia: David Benavidez Rebut Gelar Juara Kelas Penjelajah, Hantam Gilberto Ramirez Sampai TKO dan Mata Rusak

Hasil Tinju Dunia: David Benavidez Rebut Gelar Juara Kelas Penjelajah, Hantam Gilberto Ramirez Sampai TKO dan Mata Rusak

Hasil tinju dunia, di mana David Benavidez berhasil mengalahkan Gilberto Ramirez hingga membuat wajahnya babak belur sampai TKO.
Jakarta Dilarang Buang Sampah ke Bantargebang per Agustus, Pramono Ambil Langkah Tegas Temui Menteri LH Jumhur

Jakarta Dilarang Buang Sampah ke Bantargebang per Agustus, Pramono Ambil Langkah Tegas Temui Menteri LH Jumhur

Langkah ini diambil menyusul rencana pembatasan pembuangan sampah ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus mendatang.
Analis Hendri Satrio Nilai Video Viral Amien Rais Ada Potensi AI hingga Sarat Tudingan Tak Mendasar

Analis Hendri Satrio Nilai Video Viral Amien Rais Ada Potensi AI hingga Sarat Tudingan Tak Mendasar

Konten video Amien Rais mendadak menjadi sorotan tajam setelah memuat pernyataan kontroversial yang menyeret nama Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Indra Wijaya
Lagi-lagi AC Milan Nekat Bakar Uang untuk Pemain Muda, Kali Ini Rossoneri Siap All Out Datangkan Jelmaan Klose

Lagi-lagi AC Milan Nekat Bakar Uang untuk Pemain Muda, Kali Ini Rossoneri Siap All Out Datangkan Jelmaan Klose

AC Milan menunjukkan komitmennya membangun masa depan klub melalui perekrutan wonderkid. Strategi ini tetap dijalankan usai kedatangan Massimiliano Allegri
Kasus Judi Online: Kondisi Psikologis Korban Dimanfaatkan, Pelaku Gabungkan Konten Pornografi dengan Sistem Judi via Live Streaming agar Kecanduan

Kasus Judi Online: Kondisi Psikologis Korban Dimanfaatkan, Pelaku Gabungkan Konten Pornografi dengan Sistem Judi via Live Streaming agar Kecanduan

Kasus pornografi yang terhubung dengan judi online via aplikasi live streaming diungkap Polda Metro Jaya. 
Skenario Tukar Guling AC Milan dan Manchester United: Rossoneri Siap Barter Rafael Leao dengan Joshua Zirkzee

Skenario Tukar Guling AC Milan dan Manchester United: Rossoneri Siap Barter Rafael Leao dengan Joshua Zirkzee

AC Milan menghadapi kemungkinan kehilangan salah satu bintang utamanya di bursa transfer musim panas. Rafael Leao kini berada dalam posisi yang tidak lagi aman.

Trending

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Ada tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 hingga isu naturalisasi.
Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Setelah tampil gemilang di Proliga 2026 bersama JPE, Megawati Hangestri ternyata tidak langsung ke Korea. Sebelumnya, ia dirumorkan isi kuota Asia Hillstate.
Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Beckham Putra mengungkap sosok yang menjadi inspirasinya sejak kecil untuk bermain bola hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu bintang di Persib Bandung.
Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Sebentar Lagi Susul Elkan Baggott

Hasil Lengkap Para Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Joey Pelupessy Sebentar Lagi Susul Elkan Baggott

Para pemain Timnas Indonesia kembali beraksi untuk klubnya masing-masing di mancanegara. Ada Joey Pelupessy yang sebentar lagi menyusul Elkan Baggott.
Respons Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Tahu Ada Sekelompok Warga Berjaga di Perlintasan Kereta

Respons Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Tahu Ada Sekelompok Warga Berjaga di Perlintasan Kereta

Baru-baru ini Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tegas soal adanya sekelompok warga yang berjaga di perlintasan kereta
Keinginan Pratama Arhan Setelah Resmi Menyandang Gelar Sarjana, Ternyata Bukan Kembali ke Timnas Indonesia?

Keinginan Pratama Arhan Setelah Resmi Menyandang Gelar Sarjana, Ternyata Bukan Kembali ke Timnas Indonesia?

Sama sekali tak singgung keinginan untuk kembali ke Timnas Indonesia, ternyata ini impian Pratama Arhan setelah resmi menyandang gelar S1 Sarjana Manajemen.
Bung Ropan Heran Bukan Main dengan John Herdman, kok Bisa-bisanya Pemain Ini Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia

Bung Ropan Heran Bukan Main dengan John Herdman, kok Bisa-bisanya Pemain Ini Tak Dipanggil ke Timnas Indonesia

Bung Ropan menyoroti keputusan John Herdman yang tak memanggil pemain ini ke TC Timnas Indonesia. Ada satu pemain yang bakatnya luar biasa tetapi tak dipanggil.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT