News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komitmen Hijau Singapore Airlines Demi Nol Emisi 2050, Bangun Rantai Pasok SAF hingga Jamin Transparansi Pelaporan

Singapore Airlines mempercepat upayanya untuk menuju industry penerbangan rendah emisi dengan menempatkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai pilar utama strategi dekarbonisasi.
Selasa, 10 Maret 2026 - 03:20 WIB
Ilustrasi Pesawat Boeing 787-10 milik Singapore Airlines.
Sumber :
  • Dok. Singapore Airlines

Jakarta, tvOnenews.com - Industri penerbangan global sedang berlomba-lomba menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan. Menyongsong target untuk turut menekan emisi karbon dunia, Singapore Airlines (SIA) membeberkan langkah konkret mereka melalui pengembangan ekosistem bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Merujuk pada SIA Sustainability Report FY2024/25, Singapore Airlines menegaskan bahwa SAF menjadi salah satu pilar utama dalam strategi dekarbonisasi jangka panjang mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“SIA Group berkomitmen untuk mengadopsi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan mendukung pengembangannya secara komersial di seluruh jaringan penerbangan globalnya. Sebagai bagian dari upaya ini, SIA Group bekerja sama erat dengan berbagai mitra dalam ekosistem industri untuk membangun rantai pasok SAF yang terintegrasi di Bandara Changi Singapura,” ujar Manajemen SIA Group dalam laporannya, dilansir Selasa (10/3/2026)

Sebagai 'Komitmen Hijau', maskapai penerbangan asal Singapura ini menargetkan penggunaan SAF mencapai 5 persen dari total konsumsi bahan bakar jet pada 2030. 

Target tersebut dipandang sebagai langkah awal menuju tujuan yang lebih besar, yakni mencapai nol emisi karbon bersih pada 2050.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, SIA terus berkolaborasi dengan para mitra ekosistem guna mengembangkan rantai pasok SAF yang terintegrasi di Bandara Changi Singapura.”

Kolaborasi Bangun Rantai Pasok SAF

Untuk mempercepat ketersediaan bahan bakar ramah lingkungan, SIA juga memperluas kemitraan dengan pelaku industri energi.

Pada Februari 2025 lalu, SIA Group menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Aether Fuels guna mendukung pengembangan teknologi produksi SAF generasi baru.

Kerja sama ini mencakup pengembangan jalur produksi SAF yang memanfaatkan limbah karbon sebagai bahan baku.

Teknologi tersebut ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga sedikitnya 75 persen dibandingkan bahan bakar jet konvensional.

Kolaborasi dua entitas bisnis itu juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem produksi SAF di Asia Tenggara agar kebutuhan bahan bakar berkelanjutan bagi jaringan penerbangan regional, termasuk maskapai berbiaya rendah Scoot, dapat dipenuhi secara lebih mandiri.

Selain membangun rantai pasok, SIA juga aktif mengedukasi pemangku kepentingan mengenai peran SAF dalam transisi energi di sektor penerbangan. 

Pada 2024 lalu, maskapai ini menggelar tiga sesi keterlibatan global yang diikuti lebih dari 100 pelanggan korporasi untuk membahas manfaat SAF dalam strategi dekarbonisasi perusahaan.

“SIA Group juga terus melibatkan pemangku kepentingan internal maupun eksternal untuk meningkatkan pemahaman tentang SAF,” tulis SIA dalam penegasannya di Sustainability Report halaman 54.

Jamin Transparansi Pelaporan Emisi

Dari sisi tata kelola iklim, SIA menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan emisi kepada para pemangku kepentingan.

Upaya ini dilakukan melalui penerapan standar pelaporan internasional yang semakin ketat.

“Sebagai bagian dari komitmen SIA Group terhadap tata kelola iklim yang transparan dan efektif, SIA dan Scoot telah melaporkan upaya mereka dalam menghadapi risiko dan peluang terkait perubahan iklim secara bertahap sejak SIA Sustainability Report FY2022/23.”

Pelaporan itu mengikuti rekomendasi dari Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD), yang mencakup empat aspek utama, yakni tata kelola, strategi, manajemen risiko, serta metrik dan target iklim.

Pada tahun buku FY2024/25, SIA telah melibatkan konsultan eksternal untuk melakukan analisis kuantitatif berbasis skenario perubahan iklim guna menilai dampak finansial dari berbagai risiko lingkungan.

“Sebagai persiapan terhadap persyaratan pengungkapan International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 dan S2 yang akan datang—yang dibangun berdasarkan kerangka pelaporan TCFD—SIA Group berkomitmen untuk terus memperkuat praktik pelaporan iklimnya.”

Bagian dari Strategi Global Industri Aviasi

Komitmen keberlanjutan SIA juga selaras dengan strategi dekarbonisasi global yang digagas oleh International Air Transport Association (IATA).

Strategi ini menekankan empat pilar utama, mulai dari pengembangan teknologi pesawat yang lebih efisien, peningkatan efisiensi operasional, penggunaan SAF, hingga penerapan mekanisme berbasis pasar untuk mengimbangi emisi karbon.

Dalam konteks regulasi internasional, SIA turut berpartisipasi dalam skema pengurangan emisi global seperti International Civil Aviation Organization Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

Program ini dimaksudkan untuk menahan pertumbuhan emisi karbon dari penerbangan internasional melalui mekanisme pengimbangan emisi.

Singapura bahkan telah secara sukarela mengikuti skema tersebut sejak 2021, jauh sebelum penerapan wajib secara global pada 2027.

Guna memperluas partisipasi publik, SIA juga sempat meluncurkan program Voluntary Carbon Offset Programme (VCOP) pada 2021 bersama penyedia offset karbon Tasman Environmental Markets.

Program ini digadang-gadang memungkinkan pelanggan menghitung emisi penerbangan mereka dan berkontribusi pada proyek offset karbon yang telah diverifikasi.

Beli 3.000 Ton SAF untuk Tekan Emisi Karbon

Pada Mei 2025, SIA diam-diam juga telah menjalin kerja sama dengan produsen bahan bakar terbarukan, Neste dan World Energy, untuk memperoleh bahan bakar berkelanjutan serta sertifikat SAF. Ini adalah bagian dari upaya untuk mempercepat dekarbonisasi operasional penerbangan sekaligus memperluas pemahaman perusahaan mengenai jalur distribusi, standar, dan sistem sertifikasi dalam ekosistem bahan bakar terbarukan.

Pada transaksi awal, SIA Group membeli 1.000 ton SAF murni dari Neste yang telah memenuhi ketentuan skema Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation. Bahan bakar tersebut diproduksi di kilang Neste di Singapura, kemudian dicampur secara lokal sebelum didistribusikan ke Bandar Udara Changi Singapura.

Pembelian ini menjadi akuisisi kedua SAF murni oleh SIA Group dari kilang yang berlokasi di Singapura. Transaksi tersebut turut mendukung pengembangan ekosistem SAF nasional sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok bahan bakar berkelanjutan di kawasan.

Kemudian, SIA Group juga memperoleh sekitar 2.000 ton SAF yang memenuhi standar CORSIA dari World Energy melalui skema pengurangan emisi menggunakan model Book & Claim Chain of Custody. Mekanisme ini memungkinkan perusahaan mengklaim manfaat pengurangan emisi tanpa harus menerima pengiriman bahan bakar secara fisik.

Kedua transaksi itu diselesaikan pada kuartal pertama 2025. Secara keseluruhan, penggunaan SAF dan sertifikat pengurangan emisi ini diperkirakan akan mampu menekan lebih dari 9.500 ton emisi karbon dioksida.

Di sisi lain, SIA juga terlibat dalam kampanye Green Fuel Forward yang bertujuan mempercepat peningkatan permintaan SAF di kawasan Asia-Pasifik. Inisiatif ini diluncurkan oleh World Economic Forum bersama GenZero.

Kampanye tersebut berfokus pada peningkatan kesadaran serta pemahaman mengenai penggunaan SAF, sekaligus mendorong pembentukan kemitraan strategis antara perusahaan-perusahaan regional dan maskapai penerbangan guna memperluas adopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Transformasi Digital Jadi Agenda Keberlanjutan

Selain inovasi energi, SIA juga mengandalkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung agenda keberlanjutan. Perusahaan terus mengembangkan teknologi digital dan kecerdasan buatan generatif dalam berbagai proses operasional.

Salah satu contohnya adalah penggunaan asisten berbasis GenAI bernama JARVIS yang membantu karyawan meningkatkan produktivitas dan inovasi tanpa harus memiliki latar belakang teknis.

“SIA Group terus berinvestasi dalam kapabilitas digital, memberikan fondasi yang kuat dalam lanskap penerbangan yang kompetitif.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lewat kombinasi inovasi teknologi, kolaborasi industri, serta tata kelola iklim yang transparan, SIA berupaya mempercepat transisi menuju industri penerbangan yang lebih rendah karbon.

Beberapa upaya tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana maskapai global berupaya menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan di tengah tuntutan dekarbonisasi yang semakin kuat di sektor transportasi udara. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Tyson Fury vs Anthony Joshua Resmi Digelar Desember, Intip Rekor Dua Raksasa Inggris

Pertarungan yang telah lama dinantikan akhirnya menjadi kenyataan. Tyson Fury dan Anthony Joshua resmi bertemu dalam duel kelas berat pada 11 Desember mendatang
Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Kreativitas Bawa Cuan Melimpah! Cek Ramalan Keuangan Shio Kambing 26 September 2026 di Sini

Karakter dasar shio Kambing yang dikenal artistik, empatik, penyayang, serta menyukai kerja sama tim akan menjadi motor utama penggerak rezeki pada esok hari.
Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Tinggal Kenangan, Nostalgia 10 Lagu Terbaik Ciptaan Guruh Soekarnoputra yang Wafat di Usia 73 Tahun

Meninggal di usia 73 tahun, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai sosok seniman legendaris, dimana lagu karya-karyanya selalu bisa dinikmati lintas generasi.
6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

6 Zodiak Paling Berlimpah Rezeki pada 27 September 2026: Taurus Siap-siap Banjir Cuan

Pada Minggu, 27 September 2026, menjadi salah satu hari yang menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan keuangan. Siapa saja yang paling berlimpah cuan besok?
Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antisipasi Antrean Truk, Kapal 2.400 GRT Tambah Armada Ketapang-Gilimanuk

Antrean kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar, masih menjadi salah satu persoalan dalam penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Rekap Hasil UEFA National League A, Sabtu (26/09/2026): Prancis Menang di Debut Zidane, Italia Keok 0-2 Lawan Belgia

Sejumlah pertandingan UEFA Nations League A tersaji pada Sabtu (26/9/2026). Prancis meraih kemenangan di debut Zidane, sedangkan Italia takluk 0-2 dari Belgia.

Trending

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diakui Rival, Pelatih Singapura Tak Segan Puji Kualitas Skuad Garuda Usai Dipermalukan 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Singapura, Gavin Lee. Ia menilai skuad Garuda tampil sangat baik saat kedua tim bertemu di FIFA ASEAN Cup 2026.
Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Gantikan Jay Idzes Jadi Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks Dapat Sanjungan Striker Liga Belanda: Pemimpin yang Baik

Kevin Diks mendapat pujian dari Ole Romeny setelah memimpin Timnas Indonesia melawan Singapura. Romeny menilai Diks mampu menjadi sosok pemimpin yang baik.
Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Reaksi Erick Thohir usai Timnas Indonesia Menang Atas 2-0 dan FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Dibuka

Erick Thohir bangga Indonesia menjadi tuan rumah perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Kebanggaan makin lengkap setelah Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat

Guruh Soekarnoputra, adik Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT