Rupiah Tembus Rp17.000 dan IHSG Anjlok, Bappisus Pastikan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
- Abdul Gani Siregar/tvOnenews
Jakarta, tvOnenews.com - Gejolak pasar keuangan yang menekan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.000 per US$ serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memicu kekhawatiran di tengah memanasnya konflik militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Namun pemerintah menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan situasi telah diantisipasi.
Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, mengatakan pemerintah telah menghitung berbagai skenario dampak konflik global terhadap perekonomian nasional, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, enggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu,” ujar Aries di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif lintas kementerian untuk mengantisipasi dampak gejolak global terhadap perekonomian domestik. Presiden bahkan telah mengumpulkan seluruh jajaran terkait untuk melakukan pembahasan secara menyeluruh.
“Semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya kita enggak usah khawatir lah. Semuanya lah,” katanya.
Aries juga memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Udah, udah diantisipasi ya. Dengan seluruh kementerian terkait. Kemarin Pak Presiden juga udah mengumpulkan semua. Kita meeting all-out setiap saat untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan domestik. Pada perdagangan hari ini, IHSG tercatat melemah hingga ke level 7.374, turun 371,2 poin atau 4,89 persen.
Sementara itu, nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp17.017 per US$, melemah sekitar 90 poin atau 0,53 persen dibandingkan penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu yang berada di level Rp16.925 per US$.
Meski demikian, Aries menegaskan pemerintah tidak berencana menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi di tengah situasi tersebut.
“Enggak, kan kemarin udah disampaikan sama Pak Bahlil ya. Tidak ada kenaikan harga BBM ya. Ya moga-moga perangnya cepat selesai lah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai perhitungan menyeluruh terkait dampak konflik global terhadap sektor energi, pangan, dan stabilitas ekonomi nasional.
“Ya antisipasinya semuanya kita hitung, dikalkulasi. Semuanya dengan yang terkait. Ya Pak Presiden sudah mengerti lah. Hal-hal tersebut yang dilakukan,” ujarnya.
Aries menegaskan bahwa hingga saat ini kondisi ekonomi nasional masih berada dalam situasi yang terkendali, dengan pasokan pangan, energi, dan stabilitas fiskal yang tetap terjaga.
“Jadi prinsipnya aman lah semuanya ya. Pangan, BBM, energi. Fundemental ekonomi kita kuat, Indonesia kuat. Nggak usah khawatir tentang itu. Moga-moga perangnya cepat selesai,” tandas dia. (agr/iwh)
Load more