Jadi Motor Hilirisasi, Investasi Kumulatif KEK Tembus Rp336 Triliun dan Telah Serap Ratusan Ribu Pekerja
- tvOnenews.com/Rilo Pambudi
Jakarta, tvOnenews.com - Terciptanya Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai katalisator percepatan penyerapan investasi dan tenaga kerja mulai menunjukkan hasil impresif.
Sepanjang tahun 2025 saja, realisasi investasi KEK tercatat telah mencapai Rp82,6 triliun. Capaian ini setara dengan 98 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang menyampaikan bahwa angka investasi tersebut berasal dari 25 kawasan ekonomi khusus yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.
"Untuk tahun 2025 saja, realisasi investasi di kedua puluh lima KEK ini mencapai Rp82,6 triliun, ini dalam satu tahun ya, atau 98 persen dari target yang telah ditetapkan," ujar Rizal dalam Media Gathering Dewan Nasional KEK di Aryaduta Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
- dok. JIIPE
Rizal mengungkapkan, daerah yang memiliki KEK mampu menciptakan lapangan kerja lebih banyak dibanding wilayah non-KEK.
Berdasarkan catatan yang ada, jumlah lapangan kerja di kawasan tersebut sekitar empat persen lebih tinggi dibandingkan daerah di luar KEK.
Selain itu, tingkat efektivitas penyerapan tenaga kerja langsung dari proyek investasi di dalam KEK disebut mencapai lebih dari 52 persen.
Ia juga menyebutkan bahwa sepanjang 2025 kawasan ekonomi khusus berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 88.591 orang.
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa KEK ini terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan investasi dan juga menciptakan lapangan kerja di tanah air," terangnya.
Menurut Rizal, sejak program KEK dibentuk hingga tahun lalu, nilai investasi yang masuk terus meningkat secara kumulatif.
"Hingga tahun 2025, secara kumulatif, KEK telah menghasilkan total investasi senilai Rp336 triliun, yang berasal dari 407 badan usaha, dan juga pelaku usaha di KEK," kata Rizal.
Selain itu, hingga 2025 kawasan ekonomi khusus tercatat telah menyerap sekitar 249 ribu tenaga kerja secara kumulatif.
Angka tersebut dinilai melampaui produktivitas proyek investasi yang berada di luar kawasan ekonomi khusus. Rizal menilai peran KEK kini semakin luas, tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat inovasi yang mendorong peningkatan nilai tambah komoditas ekspor melalui hilirisasi sumber daya alam.
Load more