Kinerja Bumi Resources 2025, Laba Tetap Melejit saat Harga Batu Bara Anjlok
- Bumi Resources
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) baru saja merilis laporan keuangan tidak diaudit untuk periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Kinerja BUMI kali ini cukup menunjukkan konsistensi dalam menjaga disiplin operasional serta melanjutkan strategi efisiensi biaya di tengah volatilitas harga komoditas global.
Secara rinci, pendapatan Bumi Resources tumbuh 4,8% menjadi US$1.424,8 juta dari US$1.359,7 juta pada 2024. Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan turun 1,2% menjadi US$1.175,7 juta, sehingga mendorong laba bruto melonjak 47,1% menjadi US$249,1 juta.
Efisiensi juga tercermin dari penurunan beban usaha sebesar 0,4% menjadi US$107,9 juta. Kondisi ini mengangkat laba usaha hingga 131,4% menjadi US$141,3 juta. Margin usaha pun meningkat tajam dari 4,5% menjadi 9,9%.
Kinerja tersebut turut mengerek laba sebelum pajak yang naik 48,6% menjadi US$181,1 juta. Laba bersih meningkat 35,7% menjadi US$122,3 juta.
Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 20,1% menjadi US$81,0 juta dari US$67,5 juta pada FY 2024.
"Meskipun menghadapi kondisi pasar yang menantang dan harga batu bara yang menurun, Bumi Resources berhasil mencatatkan profitabilitas operasional yang positif dengan margin yang membaik berkat efisiensi dan pengelolaan biaya yang disiplin," ujar Chief Corporate Affairs Officer BUMI, Christopher Fong, dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2026).
Perbandingan Kinerja Keuangan Konsolidasian 2025 dan 2024
Secara konsolidasian, kinerja keuangan Bumi Resources pada FY 2025 mengalami tekanan dibandingkan FY 2024 akibat penurunan harga batu bara global. Pendapatan tercatat sebesar US$ 4.808,8 juta, turun 15,9% dari US$5.718,9 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan diikuti oleh turunnya beban pokok pendapatan sebesar 16,9% menjadi US$4.262,2 juta. Laba bruto ikut terkoreksi 7,7% menjadi US$546,6 juta dari US$591,9 juta.
Beban usaha berhasil ditekan 8,5% menjadi US$ 232,6 juta. Namun, penurunan ini belum mampu menahan koreksi laba usaha yang turun 7,1% menjadi US$ 314,0 juta.
Meski demikian, margin usaha meningkat dari 5,9% menjadi 6,5%, mencerminkan efektivitas langkah efisiensi.
Dari sisi profitabilitas, laba sebelum pajak penghasilan turun tipis 1,3% menjadi US$286,1 juta. Laba tahun berjalan (neto) juga melemah 5,3% menjadi US$161,8 juta dari US$170,9 juta.
Sebaliknya, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru meningkat 20,1% menjadi US$81,0 juta dibandingkan US$67,5 juta pada FY 2024.
Perbandingan Kinerja Operasional 2025 dan 2024
Di sisi operasional, kinerja Bumi Resources tetap relatif stabil sepanjang 2025 meski pasar masih menantang. Hal ini menunjukkan pengelolaan operasional yang efektif serta konsistensi dalam pengendalian biaya.
Produksi batu bara tercatat 74,8 juta ton atau naik tipis 0,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan batu bara turun 2% menjadi 74,6 juta ton. Harga rata-rata FOB terkoreksi 17% menjadi US$ 59,7 per ton dari sebelumnya US$ 71,8 per ton.
Pada aktivitas tambang, volume overburden yang dipindahkan turun 8% menjadi 596,2 juta bcm. Namun, strip ratio membaik dari 8,7 kali menjadi 8,0 kali, menandakan peningkatan efisiensi operasional.
Di sisi lain, tingkat persediaan meningkat menjadi 2,0 juta ton dari 1,6 juta ton pada tahun sebelumnya.
Proyeksi Kinerja Tahun 2026
Untuk 2026, perusahaan menargetkan volume penjualan sebesar 76–78 juta ton dengan harga rata-rata di kisaran US$60–62 per ton. Biaya kas produksi diproyeksikan berada pada rentang US$43–44 per ton.
Selain itu, Bumi Resources akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) paling lambat Juni 2026.
Perseroan juga akan menyelenggarakan earnings call terkait hasil FY 2025 guna memberikan penjelasan lebih mendalam kepada para pemangku kepentingan.
Ke depan, Bumi Resources menegaskan komitmennya untuk menjaga efisiensi, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta mendorong diversifikasi usaha demi memperkokoh portofolio jangka panjang. (rpi)
Load more