News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Beras SPHP Ukuran 2 Kg Segera Hadir, Mentan Ungkap sedang Tahap Desain Kemasan

Mentan Amran menegaskan bahwa setelah desain kemasan beras SPHP 2 kilogram rampung, proses persetujuan akan segera dilakukan tanpa penundaan.
Minggu, 5 April 2026 - 22:37 WIB
Mentan Amran salurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sumber :
  • Dok. Kementan

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 2 kilogram saat ini tengah dalam tahap perancangan sebelum nantinya dapat didistribusikan secara luas kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Mentan di sela peninjauan Gudang Bulog Panaikang di Makassar bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq. Amran menjelaskan bahwa beras SPHP sebenarnya telah mulai disalurkan dalam kemasan 5 kilogram.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, kemasan yang lebih kecil tengah disiapkan untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Beras SPHP (kemasan 5 kg) sudah disalurkan sekarang. Yang beras kemasan lebih kecil (2 kg) lagi didesain, itu akan cepat," kata Mentan, Kami

Ia menegaskan, setelah desain kemasan 2 kilogram rampung, proses persetujuan akan segera dilakukan tanpa penundaan. Bahkan, ia siap menandatangani persetujuan pada hari yang sama demi mempercepat distribusi.

"Segera, ini begitu selesai langsung saya tanda tangan. Kalau hari ini selesai, hari ini saya tanda tangan," ujarnya.

Menurut Amran, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap kebutuhan rakyat dapat direspons secara tepat dan cepat.

Terkait harga, ia memastikan beras SPHP kemasan 2 kilogram akan dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, sehingga tetap terjangkau tanpa perbedaan harga.

Selain itu, ia menjamin stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman untuk mendukung program SPHP sepanjang tahun 2026.

"Yang jelas sekarang bantuan pangan kita sudah salurkan. Yang jelas beras banyak. Kalau ukurannya tinggal diatur," tuturnya.

Amran menambahkan, rencana menghadirkan kemasan kecil merupakan respons atas kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja harian, agar memiliki opsi pembelian yang lebih fleksibel.

"Ya itulah permintaan masyarakat. Karena tidak mungkin permintaan Bulog, tidak mungkin permintaan Bapanas (Badan Pangan Nasional). Kalau rakyat yang butuh, kita bertindak untuk rakyat karena ada buruh harian, macam-macam," tutur Amran.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa penyaluran beras SPHP akan berlangsung sepanjang 2026 dengan target mencapai 828 ribu ton guna menjaga pasokan dan stabilitas harga beras nasional.

Rizal menjelaskan, penugasan tersebut mengacu pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 204/TS.03.03/K/2/2026 tertanggal 11 Februari 2026 terkait penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah tahun 2026.

"Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 yang mana total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/5).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, distribusi beras dilakukan langsung oleh Bulog ke pasar rakyat untuk menjaga harga tetap stabil dan terjangkau.

Penyaluran dilakukan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas beras medium, tingkat pecahan sekitar 25 persen, serta kadar air 14 persen sesuai standar pemerintah. Selain itu, kemasan 2 kilogram juga tengah dipersiapkan. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Trump Klaim Dirinya Menjadi Target Pembunuhan Nomor Satu Iran

Trump Klaim Dirinya Menjadi Target Pembunuhan Nomor Satu Iran

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengeklaim bahwa dirinya kemungkinan menjadi sasaran pembunuhan nomor satu oleh Iran.
Iran Ancam Balasan Atas Serangan Terbaru AS

Iran Ancam Balasan Atas Serangan Terbaru AS

Penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran memperingatkan pada Kamis bahwa "musuh agresor dan kaki tangannya" akan "dihukum
Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam Kena Investigasi IOC, Gara-gara Dukung Donald Trump

Presiden FIFA, Gianni Infantino terancam diinvestigasi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) usai laporan adanya dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
Usai Antar Modi, Prabowo Langsung Temui Thaksin di Kertanegara Bahas Isu Strategis Global

Usai Antar Modi, Prabowo Langsung Temui Thaksin di Kertanegara Bahas Isu Strategis Global

Presiden RI Prabowo Subianto melanjutkan aktivitas diplomasinya tanpa jeda usai mengantar kepulangan Perdana Menteri India Narendra Modi dari Yogyakarta.
Harga Pangan Hari Ini 9 Juli 2026: Telur Ayam Rp29.050 per Kilogram hingga Cabai Rawit Merah Rp61.450 per Kilogram

Harga Pangan Hari Ini 9 Juli 2026: Telur Ayam Rp29.050 per Kilogram hingga Cabai Rawit Merah Rp61.450 per Kilogram

Inilah harga pangan hari ini 9 Juli 2026 yang dilansir dari PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia.
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab, Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Ulama

Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab, Hidupkan Kembali Tradisi Intelektual Ulama

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Zulfa Mustofa, akan meluncurkan sekaligus membedah kitab karyanya berjudul Ithafu Ummati Al Muqtafa

Trending

Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Francois Letexier adalah wasit yang sama dengan pengandil yang menggagalkan Timnas Indonesia menembus Olimpiade 2024 lalu. 
Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?

Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?

Presenter Denny Sumargo (Densu) mengungkap alasan pihak keluarga santri korban kasus pembakaran oleh senior di pesantren di Lombok Tengah, NTB dihalau polisi.
Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Meski masih mempertahankan cerita yang sama, Moana live action mencoba memberikan pengalaman baru melalui visual yang lebih realistis, lanskap Polinesia yang megah, serta penampilan para pemeran manusia. 
Geger, Niat Cari Ikan, Warga Blitar Malah Temukan Benda Diduga Roket Tertancap di Dasar Sungai

Geger, Niat Cari Ikan, Warga Blitar Malah Temukan Benda Diduga Roket Tertancap di Dasar Sungai

Warga di sekitar aliran Sungai Lahar, Jalan Manggar, Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar mendadak heboh pada Rabu (8/7). 
Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Kondisi perpolitikan dan ekonomi sosial belakangan waktu sedang mengalami gejolak disertai rentetan gelombang aksi unjuk rasa masyarakat.
Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik keduanya kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya rahasia pribadi Ruben Onsu yang disebut-sebut diketahui Jordi Onsu.
Luna Maya Terseret Isu Gunung Kawi Karena Kaya dan Awet Muda, Satu Kalimatnya Langsung Ramai Dibahas

Luna Maya Terseret Isu Gunung Kawi Karena Kaya dan Awet Muda, Satu Kalimatnya Langsung Ramai Dibahas

Kali ini, bukan karena aktivitas di dunia hiburan atau kehidupan pribadinya, melainkan akibat rumor yang mengaitkan Luna Maya dengan Gunung Kawi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT