Menantea Milik Jerome Polin Resmi Tutup 25 April 2026, Ini Penyebab dan Pelajaran Besarnya
- Instagram/jeromepolin
Jakarta, tvOnenews.com - Menantea yang dikenal sebagai salah satu brand minuman teh kekinian milik YouTuber Jerome Polin dipastikan akan menutup seluruh operasional gerainya secara permanen pada 25 April 2026. Keputusan penutupan Menantea ini menjadi sorotan publik, mengingat brand tersebut sempat viral dan memiliki basis pelanggan yang cukup besar sejak pertama kali berdiri.
Pengumuman resmi penutupan Menantea disampaikan langsung oleh manajemen melalui akun Instagram @menantea.toko. Dalam pernyataannya, pihak manajemen mengaku keputusan ini bukan hal yang mudah.
“Berat rasanya mengatakan ini. Namun, seperti yang sudah diinfokan oleh Mintea2, seluruh cabang Menantea akan resmi tutup operasional per tanggal 25 April 2026,” tulis manajemen dalam unggahan tersebut.
Perjalanan Menantea dari Viral hingga Tutup
Didirikan pada 2021, Menantea menjadi salah satu brand minuman yang cepat dikenal masyarakat, terutama kalangan anak muda. Mengusung konsep teh kekinian dengan nama menu unik dan strategi pemasaran berbasis komunitas, Menantea sempat menjadi pemain kuat di industri minuman siap saji.
Nama besar Jerome Polin turut mendorong popularitas Menantea. Bahkan, antrean panjang sempat terlihat di beberapa gerai saat awal pembukaan.
Namun, setelah lima tahun berjalan, Menantea harus menghadapi realita keras dunia bisnis yang tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi.
Promo Perpisahan Menantea, Diskon Hingga Rp10 Ribu
Sebagai bentuk perpisahan dengan pelanggan setianya, Menantea menggelar promo besar-besaran menjelang penutupan.
Manajemen Menantea memberikan program clearance sale selama 15 hari terakhir operasional, yakni mulai 10 hingga 24 April 2026.
Berikut rincian promo Menantea:
-
Rp10.000 per cup (sebagian besar cabang)
-
Rp15.000 per cup (khusus cabang Papua)
Promo ini menjadi kesempatan terakhir bagi pelanggan untuk menikmati produk Menantea sebelum resmi berhenti beroperasi.
“Sebagai penutupan perpisahan kami, dalam 15 hari terakhir ini, MenanTeam ingin memberikan kado spesial untuk kalian,” tulis manajemen Menantea.
Pengakuan Manajemen: Kesalahan Internal Jadi Penyebab
Penutupan Menantea tidak lepas dari sejumlah masalah internal yang diakui langsung oleh pihak pendiri. Jehian Panangian Sijabat, kakak Jerome Polin sekaligus co-founder Menantea, mengungkap bahwa bisnis ini menghadapi berbagai tantangan serius.
Menurut Jehian, salah satu faktor utama kegagalan Menantea adalah kurangnya kesiapan dalam mengelola bisnis, terutama dalam memilih partner.
Ia mengakui bahwa tim Menantea kurang melakukan riset mendalam terhadap mitra bisnis yang diajak bekerja sama. Selain itu, pengawasan internal seperti audit keuangan juga tidak dilakukan secara rutin.
“Kami belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis. Kami kurang melakukan background research terhadap calon partner bisnis, dan tidak rutin melakukan audit internal,” jelasnya.
Seiring waktu, berbagai kesalahan operasional dalam Menantea mulai terungkap dan berdampak pada keberlangsungan usaha.
Jerome Polin: Jangan Mudah Percaya dalam Bisnis
Jerome Polin juga turut memberikan pernyataan terkait penutupan Menantea. Ia menyebut bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran besar dalam perjalanan kariernya sebagai pebisnis.
Menurut Jerome, salah satu kesalahan terbesar dalam menjalankan Menantea adalah terlalu mudah percaya kepada pihak lain tanpa pemahaman mendalam terhadap sistem bisnis.
“Biggest lesson: Jangan gampang percaya sama orang, meskipun kelihatannya sudah berpengalaman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami bisnis secara menyeluruh serta membuat kontrak kerja sama yang jelas sejak awal. Hal ini menjadi refleksi penting dari perjalanan Menantea yang akhirnya harus berakhir.
Persaingan Ketat Jadi Tantangan Menantea
Selain faktor internal, Menantea juga harus menghadapi persaingan bisnis minuman kekinian yang semakin ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini dipenuhi oleh berbagai brand baru dengan inovasi produk dan strategi pemasaran yang agresif.
Kondisi ini membuat Menantea harus bersaing tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga efisiensi operasional dan manajemen bisnis.
Sayangnya, kombinasi antara tekanan eksternal dan masalah internal membuat Menantea tidak mampu bertahan lebih lama.
Menantea Tutup, Pelanggan Beri Respons Emosional
Kabar penutupan Menantea langsung memicu reaksi dari pelanggan setia di media sosial. Banyak yang mengaku sedih karena brand ini memiliki nilai emosional tersendiri, terutama bagi penggemar Jerome Polin.
Sebagian pelanggan juga memanfaatkan momen promo terakhir untuk kembali membeli produk Menantea sebagai bentuk nostalgia.
Penutupan Menantea menjadi bukti bahwa popularitas tidak selalu menjamin keberlangsungan bisnis, terutama jika tidak diimbangi dengan manajemen yang kuat. (nsp)
Load more