GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menantea Milik Jerome Polin Resmi Tutup 25 April 2026, Ini Penyebab dan Pelajaran Besarnya

Menantea milik Jerome Polin resmi tutup 25 April 2026. Simak penyebab, promo perpisahan, dan pelajaran bisnis dari perjalanan Menantea.
Senin, 13 April 2026 - 14:28 WIB
Jerome Polin
Sumber :
  • Instagram/jeromepolin

Jakarta, tvOnenews.com - Menantea yang dikenal sebagai salah satu brand minuman teh kekinian milik YouTuber Jerome Polin dipastikan akan menutup seluruh operasional gerainya secara permanen pada 25 April 2026. Keputusan penutupan Menantea ini menjadi sorotan publik, mengingat brand tersebut sempat viral dan memiliki basis pelanggan yang cukup besar sejak pertama kali berdiri.

Pengumuman resmi penutupan Menantea disampaikan langsung oleh manajemen melalui akun Instagram @menantea.toko. Dalam pernyataannya, pihak manajemen mengaku keputusan ini bukan hal yang mudah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Berat rasanya mengatakan ini. Namun, seperti yang sudah diinfokan oleh Mintea2, seluruh cabang Menantea akan resmi tutup operasional per tanggal 25 April 2026,” tulis manajemen dalam unggahan tersebut.

Perjalanan Menantea dari Viral hingga Tutup

Didirikan pada 2021, Menantea menjadi salah satu brand minuman yang cepat dikenal masyarakat, terutama kalangan anak muda. Mengusung konsep teh kekinian dengan nama menu unik dan strategi pemasaran berbasis komunitas, Menantea sempat menjadi pemain kuat di industri minuman siap saji.

Nama besar Jerome Polin turut mendorong popularitas Menantea. Bahkan, antrean panjang sempat terlihat di beberapa gerai saat awal pembukaan.

Namun, setelah lima tahun berjalan, Menantea harus menghadapi realita keras dunia bisnis yang tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi.

Promo Perpisahan Menantea, Diskon Hingga Rp10 Ribu

Sebagai bentuk perpisahan dengan pelanggan setianya, Menantea menggelar promo besar-besaran menjelang penutupan.

Manajemen Menantea memberikan program clearance sale selama 15 hari terakhir operasional, yakni mulai 10 hingga 24 April 2026.

Berikut rincian promo Menantea:

  • Rp10.000 per cup (sebagian besar cabang)

  • Rp15.000 per cup (khusus cabang Papua)

Promo ini menjadi kesempatan terakhir bagi pelanggan untuk menikmati produk Menantea sebelum resmi berhenti beroperasi.

“Sebagai penutupan perpisahan kami, dalam 15 hari terakhir ini, MenanTeam ingin memberikan kado spesial untuk kalian,” tulis manajemen Menantea.

Pengakuan Manajemen: Kesalahan Internal Jadi Penyebab

Penutupan Menantea tidak lepas dari sejumlah masalah internal yang diakui langsung oleh pihak pendiri. Jehian Panangian Sijabat, kakak Jerome Polin sekaligus co-founder Menantea, mengungkap bahwa bisnis ini menghadapi berbagai tantangan serius.

Menurut Jehian, salah satu faktor utama kegagalan Menantea adalah kurangnya kesiapan dalam mengelola bisnis, terutama dalam memilih partner.

Ia mengakui bahwa tim Menantea kurang melakukan riset mendalam terhadap mitra bisnis yang diajak bekerja sama. Selain itu, pengawasan internal seperti audit keuangan juga tidak dilakukan secara rutin.

“Kami belum siap menghadapi sisi gelap dunia bisnis. Kami kurang melakukan background research terhadap calon partner bisnis, dan tidak rutin melakukan audit internal,” jelasnya.

Seiring waktu, berbagai kesalahan operasional dalam Menantea mulai terungkap dan berdampak pada keberlangsungan usaha.

Jerome Polin: Jangan Mudah Percaya dalam Bisnis

Jerome Polin juga turut memberikan pernyataan terkait penutupan Menantea. Ia menyebut bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran besar dalam perjalanan kariernya sebagai pebisnis.

Menurut Jerome, salah satu kesalahan terbesar dalam menjalankan Menantea adalah terlalu mudah percaya kepada pihak lain tanpa pemahaman mendalam terhadap sistem bisnis.

“Biggest lesson: Jangan gampang percaya sama orang, meskipun kelihatannya sudah berpengalaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memahami bisnis secara menyeluruh serta membuat kontrak kerja sama yang jelas sejak awal. Hal ini menjadi refleksi penting dari perjalanan Menantea yang akhirnya harus berakhir.

Persaingan Ketat Jadi Tantangan Menantea

Selain faktor internal, Menantea juga harus menghadapi persaingan bisnis minuman kekinian yang semakin ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini dipenuhi oleh berbagai brand baru dengan inovasi produk dan strategi pemasaran yang agresif.

Kondisi ini membuat Menantea harus bersaing tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga efisiensi operasional dan manajemen bisnis.

Sayangnya, kombinasi antara tekanan eksternal dan masalah internal membuat Menantea tidak mampu bertahan lebih lama.

Menantea Tutup, Pelanggan Beri Respons Emosional

Kabar penutupan Menantea langsung memicu reaksi dari pelanggan setia di media sosial. Banyak yang mengaku sedih karena brand ini memiliki nilai emosional tersendiri, terutama bagi penggemar Jerome Polin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian pelanggan juga memanfaatkan momen promo terakhir untuk kembali membeli produk Menantea sebagai bentuk nostalgia.

Penutupan Menantea menjadi bukti bahwa popularitas tidak selalu menjamin keberlangsungan bisnis, terutama jika tidak diimbangi dengan manajemen yang kuat. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Infrastruktur dan Mobilitas Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kota

Kota dengan konektivitas udara dan infrastruktur yang kuat cenderung mengalami pertumbuhan kunjungan wisatawan lebih cepat dibanding wilayah lain. Di Indonesia, Makassar
Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Ribuan Pengunjung Padati Monas Pada Hari Kedua Libur Idul Adha 2026

Monumen Nasional atau yang dikenal sebagai Monas menjadi magnet untuk masyarakat menghabiskan waktu libur bersama keluarga.
Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Pria Bawa 8 Paket Ganja Siap Pakai Ditangkap di Tangerang, Ngaku Hendak Dijual Rp100 Ribu

Polres Metro Tangerang Kota menangkap seorang pria berinisial S yang kedapatan membawa narkotika jenis ganja pada Kamis (28/5) dini hari.
Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung

Trending

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Paman Luka-luka dan Bayi Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Sang Nenek Reflek Cuci Pisau

Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Waspada Talasemia! Penyakit Genetik Ini Masih Mengancam Ribuan Bayi Indonesia Setiap Tahun

Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis

Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.
Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman Tegaskan Hewan Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah Secara Hukum dan Syariat

Habiburokhman menegaskan pembelian hewan kurban Presiden Prabowo menggunakan APBN sah secara hukum dan syariat Islam.
Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM dan Tiga Anggota Keluarga Ditemukan Meninggal di Tenda Camping Posong Temanggung

Mahasiswa UGM bersama tiga anggota keluarganya ditemukan meninggal dunia di tenda camping Posong Temanggung. Polisi selidiki dugaan keracunan.
ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB Buka Suara soal Prihantini, Tegaskan Dugaan Riset Palsu di Denmark Tak Berkaitan dengan Aktivitas Akademik Kampus

ITB buka suara soal Prihantini yang terseret dugaan riset palsu di konferensi ilmiah Denmark, tegaskan tak terkait aktivitas akademik kampus.
Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Pemain Bergaji Rp6,3 Miliar Siap Suplai Bola untuk Megawati Hangestri, Ungkap Ambisi Besar Jadi Juara V-League

Setter andalan Hyundai Hillstate, Kim Da-in, siap menjadi tandem baru Megawati Hangestri di V-League 2026/2027. Pemain dengan bayaran tertinggi di Liga Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT