IHSG Berbalik Menguat ke Zona Hijau, Sempat Ambruk Pagi Hari di Tengah Tekanan Global
- Antara
Sentimen Global: Blokade Selat Hormuz Picu Volatilitas
Pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini tidak lepas dari pengaruh sentimen global yang masih memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana blokade terhadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Langkah tersebut diambil setelah pembicaraan damai terkait konflik Iran mengalami kebuntuan. Militer Amerika Serikat dijadwalkan mulai menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang berhubungan dengan Iran.
Kebijakan ini berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik sekaligus memberikan tekanan terhadap ekonomi global. Harga minyak dunia bahkan sempat melonjak hingga menembus US$100 per barel selama konflik berlangsung.
Situasi ini membuat pasar keuangan global bergerak fluktuatif, termasuk indeks harga saham gabungan yang sempat tertekan di awal sesi perdagangan.
Data Domestik Jadi Penopang IHSG
Di tengah tekanan global, sentimen domestik justru memberikan angin segar bagi indeks harga saham gabungan. Salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar adalah rilis Survei Penjualan Eceran dari Bank Indonesia.
Bank Indonesia memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 tumbuh 6,9% secara tahunan, meningkat dibandingkan Januari yang tumbuh 5,7%.
Secara bulanan, penjualan eceran juga diproyeksikan naik 4,4%, berbalik dari kontraksi 2,7% pada bulan sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan persiapan Idulfitri, terutama pada sektor:
-
Suku cadang dan aksesori
-
Perlengkapan rumah tangga
-
Sandang
Data ini menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat mulai menunjukkan perbaikan, yang pada akhirnya turut menopang pergerakan indeks harga saham gabungan.
IHSG Masih Dibayangi Ketidakpastian
Meski berhasil ditutup di zona hijau, pergerakan indeks harga saham gabungan masih dibayangi ketidakpastian global. Konflik geopolitik, fluktuasi harga minyak, serta arah kebijakan ekonomi global menjadi faktor utama yang terus dicermati investor.
Pelaku pasar kini menunggu apakah penguatan IHSG ini mampu berlanjut dalam beberapa hari ke depan, atau justru kembali tertekan seiring perkembangan situasi global.
Yang jelas, kemampuan indeks harga saham gabungan untuk bangkit setelah sempat tertekan menunjukkan bahwa pasar domestik masih memiliki daya tahan di tengah gejolak eksternal yang belum mereda. (ant/nsp)
Load more