Meski Geopolitik Memanas, Rosan Sebut Investor Global Tetap Percaya Tanam Modal di Indonesia
- dok.Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menegaskan investor global dari berbagai negara mitra utama masih berkomitmen menanamkan modal di Indonesia meski situasi geopolitik dunia sedang bergejolak.
Ia menyampaikan, komitmen tersebut tercermin dari hasil pertemuan langsung pemerintah dengan para pelaku usaha di sejumlah negara.
“Sejauh ini mereka tetap berkomitmen dan investasi tetap berjalan. Terutama di bidang-bidang berbagai macam industri, hilirisasi," kata Rosan usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/6/2026).
Rosan menjelaskan, negara mitra seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang selama ini termasuk dalam lima besar investor di Indonesia masih menunjukkan minat kuat untuk melanjutkan investasi.
Ia menilai, hasil dialog dengan pelaku usaha di negara-negara tersebut menunjukkan kondisi global saat ini belum memengaruhi rencana investasi mereka di Indonesia.
Selain itu, minat investasi dari kawasan Timur Tengah juga dilaporkan meningkat di tengah dinamika global.
“Ini justru para investor yang melalui negara-negara Timur Tengah berbicara juga secara intens kepada kami dan kami pun secara aktif juga bertemu dengan para potensial investor itu,” ujar dia.
Rosan menambahkan, dalam setiap kunjungan luar negeri, pemerintah aktif melakukan dialog dengan investor, baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas, untuk memperoleh masukan secara langsung.
“Baik dalam pertemuan besar yang 100 sampai 200 orang, maupun dengan pertemuan yang kecil, 12 orang, 10 orang, di setiap negara, itu kita mendapatkan masukan dan input secara langsung,” ungkapnya.
Ia menilai stabilitas politik, keamanan, serta iklim investasi nasional menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor global terhadap Indonesia.
Di sisi lain, aktivitas usaha domestik juga menunjukkan tren positif. Rosan menyebut jumlah pendaftaran pelaku usaha dalam lima bulan terakhir mencapai 1,8 juta, baik dari sektor UMKM maupun pengusaha yang ingin berinvestasi.
“Dari lima bulan terakhir itu 1,8 juta pendaftaran baik dari segi UMKM-nya maupun pengusaha kita yang ingin berinvestasi,” tuturnya.
Sebelumnya, pemerintah mencatat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 31 Maret 2026 menghasilkan komitmen investasi sekitar 23,6 miliar dolar AS atau setara Rp401 triliun untuk sejumlah proyek strategis.
Load more