Mentan Dorong Swasembada Pangan dan Energi Lewat Inovasi Kampus, Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
- Ist
“Acara yang mendapat dukungan penuh dari dari PT Bank Negara Indonesia (Tbk), PT Pelindo, PT Pertamina, dan PT PLN serta sponsor lain ini tidak hanya menjadi momen silaturahmi tetapi juga berbagi. Selain donor darah dan bazar umkm, dalam acara ini juga diberikan santunan kepada anak berkebutuhan khusus (abk). Kami di PP IKA ITS juga berterima kasih kepada pak Mentan yang berkenan membeli langsung 2 (dua) lukisan lelang karya adik-adik ABK senilai Rp.100 juta yang telah ditandatangani oleh beliau dan Menteri haji-umroh. Bahkan pak Mentan tadi juga menyampaikan lukisan yang ditandatangani pak Menteri haji akan beliau simpan di rumahnya” tutur Wiluyo.
Ia menambahkan, kehadiran Menteri Haji dan Umroh turut membawa kabar positif terkait penyelenggaraan ibadah haji di tengah kondisi global.
“Kehadiran pak Menteri Haji-Umroh di agenda kali ini juga menjadi pembawa kabar gembira karena sepertinya ditengah kondisi geopolitik yang belu stabil kementrian Haji-Umroh terus berusaha menyelenggarakan ibadah haji tahun ini sebaik-baiknya sesuai arahan bapak Presiden. Mudah-mudahan semua berjalan lancar sehingga saurara-saudara kita yang akan segera berhaji dapat menunaikan ibadah dengan baik dan dimudahkan” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umroh Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami di Kementrian Haji-Umroh terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penyelenggaraan haji dan berusaha menangani berbagai permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah haji seperti misalnya antrian. Kami berupaya membuat pola pembagian kuota dari yang berdasarkan jumlah penduduk menjadi berdasarkan daftar tunggu” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan perubahan sistem kuota bertujuan menciptakan keadilan dalam distribusi kesempatan berhaji.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan biaya perjalanan haji.
“Perubahan sistem kuota yang kami lakukan di Kementrian haji bukan hanya untuk pemerataan tetapi juga untuk keadilan. Kami di Kementrian Haji juga mengupayakan agar biaya haji dapat ditekan dan itu berhasil kami laksanakan tahun ini dengan penurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) hingga Rp. 2 juta. Hal ini sesuai dengan arahan bapak Presiden agar biaya yang ditanggung jamaah dapat diminimalkan. Oleh karenanya, kami terus berkoordinasi dengan Kementrian Keuangan, DPR serta BPKH agar sisa kekurangan biaya haji tidak dibebankan sepenuhnya kepada jamaah” jelasnya.
Load more