News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sandiaga Uno Ungkap Ekonomi Hijau Bisa Jadi Penggerak Strategis Perekonomian Nasional, Begini Potensinya

Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai ekonomi hijau berpotensi besar menjadi penggerak utama ekonomi nasional di masa depan.
Rabu, 15 April 2026 - 20:17 WIB
Sandiaga Uno seusai diskusi panel MUTU Green Economic Series 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Konsep ekonomi hijau atau green economy kian menguat sebagai arah baru pembangunan ekonomi global, termasuk di Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga menekankan keberlanjutan lingkungan serta penciptaan lapangan kerja baru yang dikenal sebagai green jobs.

Pengusaha sekaligus investor, Sandiaga Salahuddin Uno, menilai ekonomi hijau berpotensi besar menjadi penggerak utama ekonomi nasional di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan dalam diskusi panel MUTU Green Economic Series 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, kawasan Asia, termasuk Indonesia, memiliki posisi strategis berkat kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.

“Asia memiliki 60 persen populasi dan keanekaragaman hayati dunia. Itu bukan kerentanan, tetapi potensi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sinergi antara inovasi, pembiayaan hijau, dan reformasi kebijakan dapat mengubah risiko perubahan iklim menjadi peluang ekonomi baru. Baginya, ekonomi hijau bukan sekadar tren, tetapi strategi menuju Indonesia Maju yang mampu mendorong pertumbuhan sekaligus membuka lapangan kerja masa depan.

Ruang lingkup ekonomi hijau mencakup berbagai sektor, seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, kehutanan berkelanjutan, hingga ekonomi karbon. Dalam konteks ini, pasar karbon menjadi peluang besar yang mulai memasuki tahap implementasi.

Di Indonesia, perdagangan karbon menunjukkan tren positif dengan volume transaksi mencapai sekitar 700.000 ton CO2 ekuivalen hingga pertengahan 2025.

Selain itu, potensi proyek berbasis alam seperti mangrove, lahan gambut, dan kehutanan diperkirakan mencapai 13 miliar ton CO2 ekuivalen. Nilai ekonominya ditaksir sekitar USD 8 miliar per tahun atau setara sekitar Rp120 triliun per tahun.

Perkiraan ini sejalan dengan kajian dari World Bank serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyoroti besarnya peluang ekonomi dari solusi berbasis alam di Indonesia.

Secara lebih luas, studi dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan International Renewable Energy Agency menunjukkan total potensi ekonomi hijau Indonesia dapat mencapai Rp3.000–4.000 triliun dalam jangka panjang. Angka ini menjadikannya salah satu peluang terbesar dalam transformasi ekonomi nasional.

Di tingkat global, sejumlah perusahaan berbasis ekonomi hijau, terutama di sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pengelolaan karbon, telah mencatatkan nilai bisnis hingga triliunan rupiah.

Meski demikian, Sandiaga menilai potensi yang belum tergarap masih jauh lebih besar, khususnya pada pengembangan pasar karbon, penghitungan jejak karbon, perdagangan kredit karbon, serta teknologi pemantauan emisi.

Ia juga menguraikan bahwa ekosistem ekonomi hijau bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu proyek berbasis alam (nature-based solutions), solusi teknologi seperti AI dan blockchain, serta sistem pembiayaan dan perdagangan karbon.

Lebih lanjut, ekonomi hijau dinilai memiliki dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Ekonomi hijau mampu menciptakan peluang kerja masa depan, dengan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, potensi ini bisa dikembangkan,” ujarnya. Lapangan kerja tersebut mencakup sektor energi bersih, pengelolaan lingkungan, teknologi rendah karbon, hingga pariwisata berkelanjutan.

Bagi Indonesia, momentum transisi menuju ekonomi hijau menjadi sangat krusial. Selain mendukung komitmen penurunan emisi, langkah ini juga membuka peluang investasi baru serta meningkatkan daya saing di tingkat global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, ekonomi hijau diyakini dapat menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.

“Ekonomi hijau bukan hanya tentang lingkungan, tetapi tentang masa depan ekonomi Indonesia,” tutup Sandiaga Uno. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bursa Transfer Liga Inggris: Butuh Bek Tengah, Arsenal Berminat Gaet Jules Kounde dari Barcelona

Bursa Transfer Liga Inggris: Butuh Bek Tengah, Arsenal Berminat Gaet Jules Kounde dari Barcelona

Arsenal dilaporkan tertarik kepada bek tengah Barcelona, Jules Kounde. Namun demikian, itu tidak akan mudah bagi mereka merekrut pemain asal Prancis tersebut.
Hari Ini Makam Sutrimo Dibongkar! Polisi Cari Jawaban Kematian Misterius Pria yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Itu

Hari Ini Makam Sutrimo Dibongkar! Polisi Cari Jawaban Kematian Misterius Pria yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Itu

Misteri kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, memasuki babak penting.
Jakmania Siap-Siap, Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar dengan Penonton Bulan Depan

Jakmania Siap-Siap, Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Digelar dengan Penonton Bulan Depan

Laga klasik di sepak bola Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung akan dihadiri penonton pada bulan depan. Hal itu dinyatakan oleh Ferry Paulus selaku direktur utama I.League.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 13 Agustus 2026: Gemini Panen Dana Ekstra

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 13 Agustus 2026: Gemini Panen Dana Ekstra

Sabtu, 13 Agustus 2026, diprediksi menjadi momen yang cukup menarik bagi beberapa zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja mereka yang bakal bercuan deras?
Pelajar 14 Tahun Tewas di Rel Stasiun Jurangmangu, Polisi Minta Keterangan Teman Sekolah Korban

Pelajar 14 Tahun Tewas di Rel Stasiun Jurangmangu, Polisi Minta Keterangan Teman Sekolah Korban

Pelajar berinisial AP (14) tewas di lintasan KRL Stasiun Jurangmangu. Pihak kepolisian sedang menyelidiki insiden tewasnya pelajar perempuan tersebut. 
Timnas Karate Indonesia Kirim 6 Atlet untuk Asian Games 2026

Timnas Karate Indonesia Kirim 6 Atlet untuk Asian Games 2026

Timnas Karate Indonesia akan mengirimkan sebanyak enam atlet untuk membela skua Merah Putih di Asian Games 2026, yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.

Trending

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Cara Nonton Live Streaming Dana White's Contender Series Bilal Hasan Vs Mridul Saikia Pagi Ini

Berikut cara nonton live streaming pertarungan Dana White's Contender Series, salah satunya ada pertarungan antara Bilal Hasan melawan Mridul Saikia.
Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link Live Streaming Dana White's Contender Series: Tarung Pagi Ini, Ada Duel Bilal Hasan Vs Mridul Saikia

Link live streaming Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Bilal Hasan akan menantang Mridul Saikia untuk memperebutkan tiket ke UFC.
No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

No Sensor! Ini Tampang Gadis Baju Putih yang Inisiatif Tukar Sebotol Miras dengan Hafalan Ad-Dhuha

Inilah tampang jelas dari gadis baju putih yang diduga sebagai inisiator dalam menawarkan sebotol miras gratis dengan hafalan surat Ad-Dhuha di booth Newport.
Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series Hari Ini: Bilal Hasan Tantang Petarung India Demi Tiket UFC

Jadwal Dana White's Contender Series (DWCS) Season 10 Episode 1 hari ini Rabu (12/8/2026). Petarung MMA Indonesia, Bilal Hasan akan menantang atlet asal India untuk membuka jalan menuju panggung UFC.
Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Buka-bukaan soal Konflik Agraria, Nusron Akui Benturan dengan Aset BUMN hingga TNI-Polri yang Paling Repot

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka-bukaan soal berbagai konflik agraria. Menurutnya, sengketa yang melibatkan klaim aset BUMN hingga TNI-Polri dinilai paling kompleks.
Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Pelaku Mutilasi Depok Diduga Punya Penyakit HIV, Harus Bawa Obat dan Rutin Konsumsi

Terungkap fakta baru soal pelaku mutilasi Depok bernama Saepul (26). Saepul diduga menderita penyakit HIV. 
Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

Heboh Dugaan Challenge Hafalan Al-Qur'an Dikaitkan Miras, PMII Desak Polisi Usut Tuntas

PC PMII menilai dugaan penggunaan simbol keagamaan dalam aktivitas hiburan perlu diperiksa secara menyeluruh agar fakta sebenarnya dapat diketahui.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT