Rupiah Menguat ke Rp17.143 per Dolar AS, Ditopang Ketahanan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
- Antara
Imbal Hasil Obligasi dan Kredibilitas Fiskal
Di tengah penyesuaian harga global, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat meningkat, namun masih berada dalam asumsi yang telah ditetapkan pemerintah.
Kondisi ini mencerminkan kredibilitas fiskal Indonesia yang tetap terjaga, bahkan di tengah tekanan eksternal.
“Indonesia mampu menyerap kenaikan harga energi tanpa mengorbankan dukungan bagi masyarakat rentan maupun melanggar batas defisit fiskal,” jelas Ibrahim.
Meski sempat terjadi arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS dan tekanan terhadap nilai tukar, kondisi fundamental ekonomi dinilai tetap kuat.
Cadangan devisa yang memadai serta disiplin fiskal menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas tersebut.
Geopolitik Timur Tengah Picu Ketegangan Pasar
Di sisi global, pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan meningkat seiring belum adanya kepastian terkait perpanjangan kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya memberi sinyal bahwa perpanjangan kesepakatan kemungkinan tidak akan terjadi.
Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sikap keras dengan menilai pembicaraan sulit dilakukan selama blokade angkatan laut masih diberlakukan oleh AS.
Situasi ini diperburuk oleh aksi militer terbaru, termasuk penembakan dan penangkapan kapal berbendera Iran oleh pihak AS, yang semakin meningkatkan ketegangan di kawasan.
Kurs JISDOR Ikut Menguat
Penguatan rupiah juga tercermin dalam kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia.
Pada perdagangan hari ini, JISDOR tercatat berada di level Rp17.142 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.176 per dolar AS.
Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa stabilitas nilai tukar rupiah masih terjaga di tengah dinamika global yang fluktuatif.
Penguatan rupiah di tengah tekanan eksternal menjadi indikator bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. (ant/nsp)
Load more