Rusia Diam-Diam Lepas Cadangan Emas Terbesar sejak 2002, Tekanan Perang Ukraina Jadi Pemicu
- Istimewa
Permintaan Emas di Rusia Justru Melonjak
Di tengah aksi penjualan cadangan emas oleh pemerintah, permintaan emas domestik di Rusia justru mengalami lonjakan signifikan.
Data Moscow Exchange mencatat volume transaksi emas pada April 2026 melonjak lebih dari 350 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 42,6 ton.
Dalam denominasi rubel, nilai transaksi emas bahkan melesat hampir 500 persen menjadi 534,4 miliar rubel atau setara sekitar US$7,1 miliar.
Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya minat masyarakat Rusia terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan geopolitik yang berkepanjangan.
Analis Finam Nikolai Dudchenko menilai fenomena ini juga terjadi di banyak negara berkembang. Menurutnya, sejumlah bank sentral kini mulai menjual emas untuk membiayai kebutuhan fiskal, pengeluaran pertahanan, hingga menjaga stabilitas mata uang domestik.
Nilai Cadangan Emas Tetap Naik
Meski jumlah cadangan emas Rusia menyusut, nilai total kepemilikan emas negara itu justru meningkat seiring reli harga emas global.
Pada Januari 2026 lalu, nilai cadangan emas Rusia tercatat naik 23 persen menjadi US$402,7 miliar setelah harga emas dunia sempat menyentuh rekor tertinggi.
Saat ini, harga emas dunia tercatat menguat tipis sebesar 0,09 persen ke level US$4.573,95 per ons troi.
Meski dalam satu bulan terakhir harga emas turun sekitar 2,26 persen, nilainya masih melonjak 36,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bahkan pada Januari 2026, harga emas dunia sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di level US$5.608,35 per ons troi.
Kenaikan harga emas global tersebut membuat nilai aset emas yang dimiliki Rusia tetap meningkat meski volume cadangannya mengalami penurunan.
Ekspor Emas Rusia ke China Naik Tajam
Di sisi lain, ekspor emas Rusia ke China terus menunjukkan peningkatan signifikan. Laporan Bloomberg sebelumnya menyebut ekspor logam mulia Rusia ke China melonjak hampir dua kali lipat sepanjang semester I-2025.
China sendiri saat ini menjadi mitra dagang utama Rusia di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat.
Rusia juga masih tercatat sebagai produsen emas terbesar kedua dunia setelah China dengan produksi tahunan di atas 300 ton.
Load more