Kemenpar Malah Sebut Pelemahan Rupiah Jadi Peluang, Biar Orang Asing Ramai-Ramai Datang: Ini Daya Tarik
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Di saat banyak pihak yang ketar-ketir dengan terus merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) malah menyebutnya sebagai peluang. Alasannya, ambruknya mata uang Garuda dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.
Diketahui pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah melemah 35 poin atau 0,20 persen jadi Rp17.881 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.846 per dolar AS.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik sektor pariwisata nasional.
“Ini peluang, selalu tidak pernah kita tolak selalu ada tantangan pasti ada peluangnya, peluang pelemahan rupiah ini kita garap,” kata Ayu Marthini dikutip dari Antara, Jumat (29/5/2026).
Di sela pameran perjalanan wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Kabupaten Badung, Ayu menjelaskan pelemahan rupiah membuat wisatawan asing memperoleh nilai lebih saat berlibur ke Indonesia.
“Kalau kami melihat dari kacamata konsumen atau wisatawan terutama mancanegara ya, tentu dengan pelemahan rupiah buat mereka ini nilai terbaik untuk uang, contoh dulu Rp1 juta bisa beli apa, sekarang bertambah dia, ini membuat daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Kemenpar pun mengajak pelaku industri pariwisata memanfaatkan momentum tersebut. Menurut Ayu, dampak positif pelemahan rupiah mulai terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan asal Malaysia.
“Terbukti sekarang kita lihat negara tetangga, Malaysia, kan cukup kuat mata uangnya, ketika kita melemah itu value mereka untuk ke sini malah berlipat-lipat, lebih banyak, lebih tinggi, itu menjadi daya tarik,” kata Ayu Marthini.
Selain itu, paket wisata di Indonesia dinilai menjadi lebih terjangkau bagi wisatawan asing. Karena itu, pelaku usaha pariwisata diminta memperkuat promosi agar semakin banyak turis memilih Indonesia sebagai destinasi liburan.
Meski melihat adanya peluang, Kemenpar juga mengingatkan pelaku usaha untuk mewaspadai tantangan di tengah pelemahan rupiah.
Salah satu tantangan yang dihadapi industri pariwisata saat ini ialah situasi geopolitik global yang memicu kenaikan harga bahan bakar. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya penerbangan sehingga membuat wisatawan lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan.
Load more