News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kelas Menengah ke Bawah Jadi Korban Pertama Imbas Tekanan Rupiah: Ancaman PHK Mengintai

Pengamat menilai bahwa ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor membuat gejolak nilai tukar ambruk terhadap dolar AS akan cepat merembet ke berbagai sektor ekonomi.
Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya menjadi persoalan di pasar keuangan, tetapi mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Kalangan menengah ke bawah dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terdampak akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, melemahnya daya beli, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah dibuka melemah 0,33 persen ke level Rp17.864 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.805 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi di tengah menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, dampak pelemahan rupiah akan langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.

“Di sisi lain pun juga kita melihat bahwa dampak dari pelemahan mata uang rupiah ini ya kemungkinan besar ya bukan kemungkinan besar ini berdampak terhadap kelas menengah ke bawah,” kata Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar berpotensi memicu kenaikan harga barang sekaligus memperberat kondisi sektor industri yang selama ini menjadi penopang lapangan kerja.

“Harga-harga relatif lebih tinggi ya kemudian perusahaan-perusahaan berbasis padat karya pun juga mengalami satu stagnasi dan kemungkinan besar akan terjadi PHK,” ujarnya.

Ibrahim menjelaskan sejumlah komoditas strategis yang masih bergantung pada impor akan menjadi sektor yang paling rentan terdampak. Kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupiah berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih mahal.

“Ya barang-barang impor seperti kacang kedelai kemudian jagung ya pupuk ya ini pun juga pasti akan berdampak negatif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor membuat gejolak nilai tukar cepat merembet ke berbagai sektor ekonomi.

“Kita harus tahu bahwa semua barang-barang di dalam negeri ini kebanyakan adalah impor sehingga apa pada saat rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, terhadap dolar Singapura, ini akan berdampak terhadap semua apa kebutuhan ya, kebutuhan pokok dari kelas menengah sampai kelas ke bawah,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Ibrahim, mulai tercermin dari menurunnya kemampuan belanja masyarakat di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan.

“Nah kondisi tersebut ini berpengaruh sekali terhadap daya beli masyarakat. Ya kita melihat bahwa harga-harga saat ini relatif lebih mahal ya masyarakat pun juga kita melihat sedikit menurun daya beli masyarakatnya,” tuturnya.

Meski pemerintah masih mempertahankan harga BBM bersubsidi, Ibrahim mengingatkan tekanan inflasi tetap berpotensi meningkat karena harga bahan pangan di tingkat pasar tradisional sudah mengalami kenaikan.

“Apalagi ketakutan-ketakutan tentang kondisi saat ini walaupun BBM bersubsidi tidak dinaikkan tetapi dampak dari kenaikan harga terutama adalah harga-harga bahan pokok ya di pasar-pasar tradisional yang sudah meningkat cukup tinggi dan ini kemungkinan besar akan berdampak terhadap inflasi,” katanya.

Ia bahkan memperkirakan Bank Indonesia dapat merespons tekanan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

“Nah pada saat inflasi tinggi, kemungkinan besar Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga. Target dari Bank Indonesia sendiri sampai akhir tahun adalah 1 persen ya 100 basis poin,” tegasnya.

“Artinya apa bisa saja dalam pertemuan di bulan Juni ini Bank Sentral Indonesia akan menaikkan suku bunga 25 basis poin,” lanjut dia.

Senada dengan itu, pengamat mata uang Ariston Tjendra menilai, dampak pelemahan rupiah sebenarnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat, namun kelompok berdaya beli rendah menjadi pihak yang paling merasakan tekanan.

“Semua kelas terdampak ya. Tapi tentu yang paling merasakan yang daya belinya rendah dengan kenaikan harga barang-barang konsumsi akibat rupiah melemah dan kenaikan harga minyak mentah,” ujar Ariston.

Ia menekankan bahwa banyak produk konsumsi di Indonesia masih memiliki kandungan impor yang tinggi, bahkan sebagian sepenuhnya didatangkan dari luar negeri.

“Barang-barang konsumsi kita tidak murni lokal, banyak kandungan-kandungan impornya dan sebagian 100 persen impor seperti kedelai, gandum, dan lain-lain,” katanya. (agr/rpi)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Benarkah Bumi Diam-diam Kehilangan Oksigen? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Benarkah Bumi Diam-diam Kehilangan Oksigen? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selama miliaran tahun, atmosfer planet ini relatif stabil dengan kandungan oksigen sekitar 21 persen, cukup untuk mendukung kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Dua Pemain Kunci Timnas Indonesia Terancam Absen, Media Vietnam Sebut Timnya Bakal Tampil Lebih Agresif

Dua Pemain Kunci Timnas Indonesia Terancam Absen, Media Vietnam Sebut Timnya Bakal Tampil Lebih Agresif

Dua pemain kunci Timnas Indonesia terancam absen dalam laga krusial melawan Vietnam. Media Vietnam langsung sebut timnya bakal tampil lebih intens dan agresif.
Mengenal Kapal KM Mutiara Sentosa 1 yang Terbakar pada 2017 Lalu, Sebanyak 5 Penumpang Dikabarkan Meninggal Dunia

Mengenal Kapal KM Mutiara Sentosa 1 yang Terbakar pada 2017 Lalu, Sebanyak 5 Penumpang Dikabarkan Meninggal Dunia

Ternyata KM Mutiara Sentosa 1 dan KM Mutiara Sentosa 2, keduanya merupakan jenis kapal yang sama, yaitu kapal penumpang dan kargo Roll-on/Roll-off (Ro-Ro).
Bocoran Skuad Vietnam untuk Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang-sik Siapkan Taktik Khusus demi Thom Haye

Bocoran Skuad Vietnam untuk Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Kim Sang-sik Siapkan Taktik Khusus demi Thom Haye

Media Vietnam membocorkan prediksi susunan pemain yang akan diturunkan Kim Sang-sik saat menghadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Simak selengkapnya.
5 Ide Lomba 17 Agustus 2026 untuk Anak TK, Seru untuk Peringati HUT ke-81 RI

5 Ide Lomba 17 Agustus 2026 untuk Anak TK, Seru untuk Peringati HUT ke-81 RI

Berikut 5 ide lomba 17 Agustus 2026 untuk anak TK yang seru dan melatih konsentrasi, peringati Hari Kemerdekaan atau HUT ke-81 Republik Indonesia.
Lima Kantong Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di RS Bhayangkara Surabaya

Lima Kantong Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Tiba di RS Bhayangkara Surabaya

Setibanya di rumah sakit, seluruh kantong jenazah korban KM Mutiara Sentosa 2 langsung dibawa ke instalasi forensik untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

Sukanto Tanoto memimpin daftar orang terkaya Indonesia versi Bloomberg 2026. Berikut tujuh konglomerat yang masuk jajaran 500 orang terkaya dunia
Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Jadi Laga Hidup dan Mati di Piala AFF 2026, Intip Prediksi Starting Eleven Timnas Indonesia Vs Vietnam

Singapura yang menjadi tim underdog membuat Vietnam wajib meraih poin penuh bagi Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT