IHSG Ambrol Parah ke Level Terendah dalam 5 Tahun, Asing Kabur Jual Saham BBCA hingga TPIA
- Antara
Penyebab IHSG Terjun Bebas
Mengutip Antara, pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai pelemahan IHSG dipicu oleh langkah investor yang mengurangi porsi investasi pada aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen yang dinilai lebih aman.
Menurutnya, pergerakan tersebut dipengaruhi kombinasi sentimen negatif dari dalam maupun luar negeri.
"Tekanan terjadi cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap indeks, sehingga penurunannya berdampak signifikan terhadap IHSG," ujar Elandry.
Dari faktor domestik, Elandry menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi makro sekaligus meningkatkan risiko keluarnya dana asing dari pasar domestik.
"Selain itu, tekanan teknikal akibat penembusan level support juga mempercepat aksi jual di pasar," ujar Elandry.
Sementara dari sisi global, pelaku pasar merespons meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi itu memicu sentimen risk-off yang mendorong perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Menurut Elandry, investor asing saat ini masih memilih bersikap wait and see dengan fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan suku bunga global, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia menambahkan, selama volatilitas rupiah masih tinggi, arus dana asing berpotensi tetap bergerak hati-hati.
"Namun sejauh ini, saya melihat lebih banyak aksi pengurangan risiko jangka pendek dibanding perubahan pandangan fundamental terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan," ujar Elandry. (ant/rpi)
Load more