Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen
- ANTARA
“Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari yang diperkirakan,” ungkap Ramdan.
Bank sentral mencatat pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik.
Selain dampak ketidakpastian internasional yang terus meningkat, kebutuhan valas dalam negeri masih tinggi, sementara investor asing justru menarik dana dari pasar Indonesia.
“Di samping disebabkan oleh gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing dalam negeri, pelemahan juga didorong oleh aliran keluar investasi portofolio asing dari Indonesia,” jelasnya.
Karena itu, BI memandang perlu mengambil langkah tambahan untuk meningkatkan imbal hasil investasi di dalam negeri agar kembali kompetitif dibandingkan negara lain yang juga tengah menghadapi tekanan pasar keuangan global.
“Sehubungan dengan itu, Bank Indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing,” kata Ramdan.
Bank Indonesia menegaskan stabilitas rupiah menjadi faktor kunci untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Melalui kenaikan suku bunga ini, bank sentral berharap tekanan terhadap rupiah dapat diredam sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali sesuai target pemerintah pada 2026 dan 2027. (agr/nsi)
Load more